Proses Evakuasi Korban di RSUD Tondano Berjalan Lancar

Simulasi Penanganan Kebakaran dan Gempa Bumi


Tondano, MS

Demi keselamatan para pasien dan pegawai, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Samratulangi Tondano melakukan simulasi penanganan bencana kebakaran dan gempa bumi, Kamis (28/2).

Simulasi yang berlangsung di lokasi samping rumah sakit ini turut melibatkan sejumlah pihak terkait, seperti petugas Dinas Pemadam Kebakaran, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Tim Komite Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS).

Terpantau, skenario yang diperagakan para petugas memperlihatkan kepanikan para pasien saat mengetahui terjadi kebakaran di lantai 2 rumah sakit. Tim RSUD kemudian berperan untuk menenangkan para pasien sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Adegan menegangkan terjadi saat petugas pemadam tiba di lokasi dengan mengendarai dua unit mobil damkar. Sambil memadamkan api, para petugas melakukan evakuasi. Terlihat para pasien diturunkan melalui tangga yang terhubung langsung dengan mobil damkar. Sementara sebuah mobil ambulance dan sejumlah petugas medis sudah disiagakan untuk memberikan pertolongan kemudian membawa para korban.

Direktur RSUD Samratulangi Tondano, dr Maryani Suronoto mengatakan bahwa pelatihan dan simulasi ini penting karena mengingat lokasi rumah sakit berada di wilayah pemukiman penduduk. "Potensinya cukup besar, misalnya terjadi kebakaran rumah penduduk di sekitar bisa merembet. Makanya perlu pencegahan dini jika nanti terjadi bencana seperti kebakaran atau gempa bumi," tandasnya.

Dalam simulasi, para pegawai juga diajarkan tata cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan api. "Juga bagaimana cara mengevakuasi pasien yang berada di ruang rawat inap serta menenangkan pasien agar tidak panik," jelasnya.

Simulasi ini, kata Suronoto, juga untuk melatih keterampilan baik pegawai medis maupun non medis agar tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana kebakaran atau gempa bumiesuai dengan prosedur yang ditetapkan. "Intinya mereka bisa memiliki pengetahuan dasar dalam mengatasi bencana kebakaran atau gempa bumi, khususnya untuk melindungi pasien, petugas dan pengunjung. Meski memang kita sama sekali tak menginginkan hal itu (bencana)," ujar Suronoto.

Selain itu, simulasi tersebut juga berkaitan dengan program penilaian Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS). "Pada tanggal 11 Maret ini kita ada survei simulasi untuk akreditasi, karena akreditasi kita yang lalu akan habis masa berlakunya tanggal 26 Mei. Kemudian salah satu syarat untuk akreditasi yaitu tim K3RS harus melakukan simulasi seperti ini," tandas Suronoto.

Wakil Bupati Minahasa, Robby Dondokambey yang turut hadir menyaksikan simulasi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang pada intinya bertujuan mempersiapkan dan melatih semua pihak yang beraktifitas di rumah sakit tersebut untuk menanggulangi potensi bencana.

"Disamping itu pelatihan ini juga telah menunjukkan bahwa kualitas pelayanan di rumah sakit ini memiliki standar untuk menjaga keselamatan pasien maupun pegawai yang ada. Apalagi dalam rangka akreditasi, tentunya ini akan berdampak baik pada penilaian komisi akreditasi rumah sakit," ujarnya.

Namun, Wabup mengingatkan semua pihak agar teliti dan mewaspadai potensi-potensi yang bisa memicu terjadinya bencana. "Upaya penanggulangan memang penting, tapi yang lebih penting lagi yaitu bagaimana kita semua mencegah bencana seperti kebakaran itu terjadi. Makanya harus berhati-hati dan waspada dalam bekerja," tandas RD.

Simulasi ini turut disaksikan Wakapolres Kompol Alkad Karow, Danramil Tondano Pelda Jhony Bura, sejumlah pimpinan SKPD terkait diantaranya Kadis Damkar Alexander Mamesah, Kepala BPBD Johanis Pesik, Kadis Kesehatan dr. Yuliana Kaunang, Kepala DPPA Debby Bukara, Kadis Sosial Royke Kaloh, dan Camat Tondano Timur, Ivone Wilar. (jackson kewas)


Komentar