Dua Warga di Minahasa Meninggal Akibat DBD


Tondano, MS

Serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Minahasa masih jadi ancaman. Jumlah kasus terus bertambah. Sejak 1 Januari 2019 hingga 4 Maret 2019, jumlah warga yang terkena virus dengue dilaporkan mencapai 281 kasus. Dua diantaranya meninggal dunia.

Angka kasus DBD memang terus mengalami pelonjakan. Bahkan jumlah kasus DBD di Minahasa sejak Januari 2019 sampai saat ini hampir menyamai jumlah kasus DBD sepanjang tahun 2018 yaitu sebanyak 282 kasus.

Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring meminta masyarakat tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan. Sebab wabah DBD yang hingga kini masih berlangsung di wilayah Minahasa.

"Berdasarkan data update terbaru, kasus DBD di Minahasa telah tercatat 281 kasus dan ada 2 warga yang meninggal dunia. Untuk itu saya ingatkan semua masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan karena wabah demam berdarah masih berkembang,” kata Bupati, Senin (4/3).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa dr Yuliana Kaunang menyebut bahwa serangan DBD di awal tahun ini salah satunya dikarenakan siklus lima tahunan. "Pola penyakit DBD yang paling dikenal selama ini yaitu siklus lima tahunan. Dinamakan begitu karena dari hasil penelitian terlihat bahwa setiap lima tahun terjadi kenaikan signifikan jumlah kasus DBD di Indonesia," papar Kaunang.

Namun dia mengaku belum mengetahui pasti apa faktor penyebab terjadinya siklus lima tahunan. "Istilah itu muncul berdasarkan pengamatan jumlah kasus dari tahun ke tahun, dimana sesuai prevalence epidemiology selalu terjadi peningkatan setiap lima tahun," jelasnya.

Bersyukur dari jumlah 190 kasus DBD yang terjadi awal tahun ini belum ada korban jiwa. "Tentu kita berharap tahun ini tidak ada warga yang meninggal akibat DBD," harap Kaunang sembari menyebut jumlah kasus kematian akibat DBD pada 2018 lalu sebanyak 28 orang.

Di Minahasa, upaya pencegahan serangan DBD dilakukan dengan berbagai cara,

dari pengasapan atau fogging hingga kerja bakti serentak yang melibatkan semua pihak. Bupati Ir Royke Oktavian Roring M.Si dan Wakil Bupati Robby Dondokambey S.Si (RR-RD) bahkan menginstruksikan pembentukan posko penanganan DBD di tiap kecamatan.

"Selain itu pak bupati juga menginstruksikan untuk mengunjungi secara langsung pasien DBD yang sementara menjalani perawatan. Selain sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan dari pemerintah, kunjungan juga bertujuan untuk memberi dukungan moril bagi keluarga," tandas Kaunang.

Namun yang terpenting, penerapan pola hidup masyarakat adalah kunci utama untuk menghindari semua penyakit, termasuk DBD. "Makanya sosialisasi 3 M plus terus kita lakukan, dengan harapan masyarakat dapat secara rutin menjaga kebersihan lingkungan," pungkasnya. (jackson kewas)


Komentar