Deprov Sidak PT MSM


Manado, MS

 

 

Keluh masyarakat memicu langkah Komisi IV DPRD Sulut untuk melakukan penelusuran ke PT Meares Soputan Mining (MSM). Adanya dugaan pencemaran lingkungan dari perusahaan tambang ini jadi penyebab. Wakil rakyat pun tegas layangkan peringatan.

 

Kunjungan komisi terkait adanya aspirasi warga Desa Kalinaung dan Desa Pinenek. Mereka  mempersoalkan pembuangan limbah air panas di Daerah Aliran Sungai (DAS). Sebelum bertemu PT MSM, para legislator ini melakukan ‘check on the spot’ di desa yang sungainya terkena aliran air panas. Masyarakat pun mengeluhkan sulitnya memperoleh air bersih.

 

"Kami komisi sebelum datang ke sini sudah terlebih dahulu mendatangi warga. Mereka mengeluhkan air sungai yang suhunya telah menjadi panas," ucap Ketua Komisi IV DPRD Sulut, James Karinda, saat melakukan kunjungan, pekan lalu. 

 

Dijelaskannya, kunjungan ini merupakan hasil serapan dari aspirasi masyarakat yang berkembang di media. "Dan menjadi informasi karena masalah lingkungan hidup bersangkutan dengan lingkup Komisi 4,” ujar Karinda dalam kegiatan inspeksi mendadak (sidak) tersebut.

 

Sekertaris Komisi IV Fanny Legoh, pula menyampaikan, saat pertemuan meminta direksi untuk menjelaskan struktur managemen perusahaan. Dalam pertemuan terungkap dimana adanya aliran air panas di DAS. Ini ditengarai karena terdapat pengeboran yang tanpa terdeteksi berada di atas sumber air panas. Bahkan Komisi IV juga menyayangkan kesenjangan kehidupan perekonomian rakyat yang berada di daerah lingkar tambang.

 

"Kehidupan ekonomi masyarakat di seputaran daerah lingkar tambang diibaratkan langit dan bumi. Dimana program CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan, apakah ada jalan atau tidak," ucap anggota dewan provinsi (Deprov) daerah pemilihan Minahasa-Tomohon itu.

 

Menanggapi hal tersebut, Direksi PT MSM menjelaskan, saat melakukan pencarian titik aliran emas maka dilakukan pengeboran. "Tidak terditeksi sebelumnya kalau area tersebut berada di atas sumber air panas," papar salah satu direksi.

 

Pernyataan pihak PT MSM diperkuat pula Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Sulut Marlyn Gumalag. Berdasarkan kajian yang dilakukan bahwa memang tidak ada pencemaran yang dilakukan PT MSM.

 

“Air panas yang di buang melalui sungai oleh PT MSM masih sesuai dengan uji baku mutu dimana suhunya mencapai 24 derajat celcius suhunya sama seperti hangatnya air hujan,” papar Gumalag.

 

Ia mendorong pihak PT MSM membuat laporan penelitian. "Hal tersebut terkait suhu air yang keluar dari pengeboran," ujarnya. (arfin tompodung)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors