Penderita Kusta di Sitaro Tinggi


Wabah kusta meneror Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Dari tahun ke tahun, angka penyakit yang dipicu bakteri Mycobacterium leprae meninggi. Dinas Kesehatan Sitaro mencatat, pada tahun 2018 angka penderita kusta mencapai 44 pasien, dengan rincian jumlah pasien kusta basah (MB) 44 orang dan kusta kering (PB) 5 pasien. Dari jumlah tersebut, tiga pasien diantaranya adalah anak-anak.

Pengelola Program TBC dan Kusta, Bidang Penyakit Menular dan Tidak Menular, Dinkes Sitaro, Inelan Gandaria menjelaskan, tipe MB bisa disembuhkan dalam jangka waktu setahun, terpenting adalah pengobatan rutin.

Sementara tipe PB bisa disembuhkan dalam jangka waktu enam bulan saja. "Sekarang untuk obat ada untuk penderita anak dan dewasa," ujarnya, Kamis (14/3).

Ia mengatakan, untuk obat selalu tersedia di Puskesmas dan itu gratis. "Sebab saat ingin pengadaan obat menggunakan dana BOK Puskesmas," jelas dia.

Penyakit kulit yang satu ini bisa diketahui dengan melihat beberapa tanda di antaranya bercak mati rasa pada kulit, penebalan saraf tepi, dan skin smear. "Akan terjadi penarikan otot jika dibiarkan lama," jelas dia.

Ia menjelaskan, penyakit ini bisa menular melalui kontak langsung yang berlangsung lama, semisal tidur di tempat tidur yang sama, atau menggunakan pakaian dan handuk yang sama.

"Intinya harus hidup bersih dan sehat," jelas dia.

Saat ini Dinkes dan Puskesmas juga terus melakukan kegiatan penemuan pasif. Artinya, jika ditemukan satu penderita kusta, maka orang-orang di sekeliling mereka yang terdekat akan diperiksa," jelas dia.

Ia berharap, warga yang terkena kusta tidak perlu malu datang ke Puskesmas atau melapor, supaya mendapatkan penanganan, apalagi obatnya gratis.(haman)


Komentar