Kasus DBD Membeludak, Boltim ‘Rawan’


Kondusifitas Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terusik. Lonjakan kasus Deman Berdarah Dangue (DBD) di wilayah paling timur Bumi Totabuan, jadi pemicu. Upaya pencegahan yang digedor Dinas Kesehatan (Dinkes), dinilai kurang efektif.

Merujuk data Dinkes Kabupaten Boltim, warga penderita DBD terus bertambah selang bulan Januari hingga Maret. Tercatat, sekira 58 kasus dari sebelumnya 45.

Itu dibenarkan Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Wabah Dinkes Boltim, Sammy Rarung. Dia mengakui, penderita DBD terus bertambah. “Memang ada peningkatan pasien DBD, sudah 58 kasus,” ungkapnya.

Menurut dia, pihaknya sudah menindaklanjuti persoalan ini dengan melakukan fogging atau pengasapan di sekitar 43 titik. “Selain itu, ada kader Jumatik (Juru Pemantau Jentik) yang ditugaskan memantau keberadaan jentik nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan penyebab DBD,” aku Sammy, belum lama.

Ditambahkan Kepala Dinkes Boltim Eko Marsidi, serangan DBD bisa dicegah dengan melakukan bersih-bersih lingkungan lewat Pemberantas Sarang Nyamuk (PSN). “Maka perlu kesadaran mulai dari lingkungan keluarga. Program memberantas nyamuk Aedes Aegypti dengan cara 3M (menutup, menguras dan mengubur) plus,” tambahnya.

Terpisah, Camat Modayag Uyun K Pangalima mengaku, telah menginstruksikan seluruh Sangadi untuk menghimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan. “Setiap pertemuan kami menyampaikan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan. Bila perlu setiap jumat melakukan kerja bakti membersihkan titik-titik yang dinilai menjadi sarang nyamuk,” lugasnya.

Dikutip dari id.wikipedia.org, DBD merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau beberapa jenis nyamuk menularkan atau menyebarkan virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai ‘breakbone fever’ atau ‘bonebreak fever’ (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah. Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam, sakit kepala, kulit kemerahan yang tampak seperti campak dan nyeri otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Pertama adalah demam berdarah yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah) dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Kedua adalah sindrom renjat dengue yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.(pasra mamonto)

 

KASUS DBD DITANGANI PUSKESMAS  JANUARI-MARET

Puskesmas Tutuyan : 20 kasus

Puskesmas Kotabunan : 12 kasus

Puskesmas Mooat : 2 kasus

Puskesmas Modayag : 7 kasus

Puskesmas Modayag Barat : 4 kasus

Puskesmas Buyat : 2 kasus

Puskesmas Motongkad : 5 kasus

Puskesmas Nuangan : 6 kasus

Total : 58 kasus

(Sumber: Dinkes Boltim)

 

 


Komentar