PULANG KAMPUNG, PRABOWO MINTA RESTU


Manado, MS

Safari politik Prabowo Subianto, Calon Presiden (Capres) Republik Indonesia (RI) nomor urut 02, sampai ke Tanah Nyiur Melambai. Pentolan Partai Gerindra itu datang menyampaikan orasi politik dalam agenda kampanye terbuka Pemilihan Presiden (Pilpres) di Lapangan Ketang Baru, Manado, Minggu (24/3) kemarin. Sebut keturunan Minahasa, Prabowo minta restu.

Kampanye terbuka Prabowo di Sulawesi Utara (Sulut) diketahui adalah yang pertama kali digelar. Alasannya, Sulut adalah tanah kelahiran sang ibunda Dora Marie Sigar. Tak heran, yel-yel ‘Prabowo Pulang Kampung’ yang diserukan para pendukung menggema di arena kampanye.

Terpantau, rombongan Prabowo membutuhkan 15 menit untuk bisa sampai ke panggung. Dari atas kendaraan, Prabowo yang mengenakan kemeja krem berpadu dengan topi koboi, menyalami warga yang berjubel di jalan masuk lapangan. Sesampainya di panggung, Prabowo langsung melakukan orasi politik.

"Kampanye terbuka perdana ini sengaja saya pilih Minahasa, tanah kelahiran ibu saya. Di dalam badan saya mengalir darah kawanua, darah Minahasa," seru Prabowo dalam orasinya yang disambut pekikan massa pendukungnya.

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu secara spesifik menyebut dirinya putra Langowan. “Kita Orla, Orang Langowan. Karena itu jangan ragu pilih saya,” ajaknya.

Prabowo berjanji akan kembali ke Sulut. Ia ingin mengunjungi makam opanya. “Saya akan kembali,” tuturnya.

Selain memperkenalkan identitas, Prabowo dalam orasinya ikut memuji kiprah putra Kawanua di kancah politik nasional maupun internasional. Tak hanya tokoh politik, menurutnya banyak pahlawan asal Manado. “Orang Manado itu pintar, cerdas, dan berani,” ucapnya.

Prabowo mencontohkan salah satunya Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Utara, E.E Mangindaan. Dia bahkan menganggap Mangindaan sebagai senior yang sangat dihormatinya.

“Ia adalah senior saya, saya banyak belajar dari dia, ia menjemput saya di bandara,” tuturnya.

Mangindaan, lanjut dia, adalah tokoh Sulut yang mencetuskan slogan ‘Torang Samua Basudara’. Slogan itu menurutnya adalah pengikat persaudaraan antar warga Indonesia, bukan hanya warga Sulut.

Di samping itu, Prabowo ikut membakar semangat para pendukungnya. Dia pun menyatakan komitmen mengenai kesetiaannya pada Pancasila dan NKRI. Dia turut mengecam kalau terdapat pihak yang ingin merusak dan mengganti ideologi bangsa, maka akan berurusan dengannya.

"Siapa yang mau mengubah negara ini, siapa yg mau mengganti Pancasila akan berhadapan dengan saya," tandasnya.

Pidatonya juga, menyasar pada pengakuan soal pengabdian yang sudah dijalani sejak usia 18 tahun, penanganan kembali korupsi juga mempertahankan Pancasila untuk mempertahankan toleransi.

Terpantau, ada sekitar 10 ribu lebih warga yang datang menghadiri kampanye terbuka ini, baik yang berasal dari Manado, Bitung, Minahasa, Bolaang Mongondow hingga Gorontalo.

Kadatangan Prabowo membawa semangat baru bagi partai politik (parpol) pengusung dan para pendukungnya. Utamanya Partai Gerindra Sulut, selaku parpol pengusung utama. 

“Kehadiran Pak Prabowo, putra berdarah Minahasa adalah kebanggaan kita semua. Apalagi Pak Prabowo memilih Sulut sebagai lokasi pertama kampanye terbuka karena ibu kandungnya adalah orang Minahasa asli,” ujar Ketua DPD Gerindra Sulut Wenny Lumentut, dalam wawancara Minggu kemarin.

Diapun berterima kasih kepada aparat kepolisian, dalam hal ini Polda Sulut yang turut menjaga keamanan dan ketertiban sehingga kampanye berlangsung aman, tertib dan damai.

Sementara kepada seluruh pendukung calon presiden nomor urut 02, WL berterima kasih atas atensi dan kerelaan hati sudah bergabung dalam kampanye terbuka di lapangan Ternate Baru Kecamatan Singkil tersebut.

"Kami mohon maaf atas kemacetan yang terjadi, karena massa pendukung pak Prabowo dari seluruh penjuru Sulut datang ke Manado. Tapi kami berterima kasih kepada para pendukung yang hadir, dan tertib sehingga kampanye bisa sukses terlaksana,” tutur Lumentut.

Elit Partai Gerindra Sulut, Syenie Kalangi mengatakan, kedatangan Prabowo ke Manado adalah sesuatu yang luar biasa. Anggota DPRD Sulut ini menyampaikan, massa pendukungnya saat antusias ketika berada di lapangan. "Ini menandakan ada kekuatan baru yang disalurkan kepada para pendukungnya di Sulut untuk pilpres 2019. Terlebih bagi para caleg yang akan bertarung nanti," ungkap Kalangi.

Baginya, hal ini akan menjadi momen untuk menambah kiprah dukungan Sulut terhadap pilpres. Sekaligus menambah motivasi dan semangat untuk pemenangan Gerindra di pileg 2019 daerah Sulut. "Kedatangan Prabowo ini tentunya akan memperteguh pilihan dari pendukungnya di pilpres supaya tidak lagi terombang-ambing melainkan memastikan pilihan. Sekaligus spirit bagi caleg dan kader Gerindra untuk 2019," tutup legislator yang duduk di Komisi 1 itu.

Tak hanya itu, dukungan bagi Prabowo juga dilayangkan sejumlah mantan prajurit yang menamai Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Kota Tomohon. "Prabowo merupakan satu-satunya Capres yang berdarah Minahasa. Seperti dia sampaikan di atas panggung kampanye. Sebagai orang Minahasa, kami mendukung dia,” kata Purn TNI AD Yhony Kowaas, yang hadir di lokasi kampanye untuk memberi dukungan kepada Prabowo.

Rekan lainnya, Purn TNI AD Lexi Manopo senada menuturkan, PPIR memberi harapan kepada Prabowo untuk memimpin bangsa Republik Indonesia.

“Lewat kepemimpinan beliau (Prabowo, red), keyakinan maju bangsa ini baik Provinsi Sulut, khususnya warga Kota Tomohon akan sejahtera dan itu terpampang berdasarkan keyakinan kami," ujarnya.

 

 

DPD PAN MANADO KECEWA

 

Eforia kampanye terbuka Prabowo di Manado, Minggu kemarin, sempat diwarnai insiden antar sesama parpol pengusung. Nada kekecewaan dilayangkan pentolan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Manado. Perlakuan tak menyenangkan yang dialami sejumlah pengurus partai besutan Amien Rais jadi pemicu.

Ketua Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) DPD PAN Kota Manado, Ismet Muhammad, menyesalkan insiden yang terjadi saat kampanye terbuka berlangsung. "Kami Pengurus DPD PAN Kota Manado sangat kecewa dan menyesalkan insiden kejadian yang terjadi pada kampanye rapat umum terbuka pasangan Capres 02 Prabowo di lapangan Ketang Ternate Baru Kecamatan Singkil Manado. Kader PAN adalah Wakil Sekjend DPP PAN, saudaraku Deddy Dolot, tidak diperkenankan naik diatas pangggung," tulis Ismet dalam pers rilis yang memuat pernyataan sikap DPD PAN Manado.

Pihaknya juga kecewa dengan perlakuan kader-kader Partai Gerindra Manado dan Sulut kepada Ketua DPD PAN Kota Manado Boby Daud dengan memaksanya turun dari atas panggung dan merampas mike yang sedang dipegangnya.

"Ada yang menyuarakan Boby Daud adalah pengacau. Jelas kami DPD PAN Kota Manado tidak menerima atas perlakuan kasar kepada Ketua DPD kami. Ketua DPD, saudaraku Boby Daud adalah ikon partai PAN. Beliau adalah wibawa partai PAN, siapa yang menyakiti saudaraku Boby Daud itu artinya menyakiti pengurus dan kader-kader PAN Kota Manado," cetusnya.

Tak hanya itu, Ismet menyebut DPD PAN Kota Manado sangat kecewa terhadap kader-kader Partai Gerindra yang tidak mengijinkan atribut PAN yakni bendera dan Baliho Caleg PAN untuk dipasang di sekitar panggung utama. "Perlu kami sampaikan bahwa kampanye Prabowo 02 di Lapangan Ketang Ternate Baru, adalah DPD PAN Kota Manado mengerahkan kekuatan massa all out sekuat tenaga menghadirkan masa PAN dalam kampanye tersebut. Kami mempertanyakan komitmen kerja sama antara Koalisi Partai

Pengusung (Gerindra, PKS, PAN)," kata Ismet,

"Dengan adanya insiden ini, kami DPD PAN Kota Manado akan mengevaluasi kembali kehadiran kader-kader PAN dalam kampanye-kampanye rapat umum terbuka Capres dan Cawapres 02 Prabowo Sandi," lugasnya.

 

 

PRABOWO DI MANADO, WARGA KAWANUA DI JAKARTA DEKLARASI DUKUNG JOKOWI

 

Efek kampanye Prabowo di Manado dan klaim putra Minahasa ternyata tak berpengaruh bagi sebagian warga Sulut di Jakarta. Ketika Capres nomor urut 02 itu berorasi di tanah Nyiur Melambai, ribuan warga Kawanua di Jakarta pada saat yang sama justru mendeklarasikan dukungan untuk Capres nomor urut 01, Jokowi.

Informasi itu diperoleh dari postingan akun media sosial Facebook Benny Rhamdani. "Sebagai Direktur Kampanye TKN, hari ini saya menghadiri acara deklarasi Torang Kawanua Jokowi-Amin di Live SCBD. Ribuan Warga Kawanua tumpah ruah hingga keluar gudung tempat acara. Gegap gempita teriakan Menangkan Jokowi-KH.Ma’ruf Amin bergemuruh didalam gedung hingga kepelataran Live SCBD," demikian tulisan yang diposting akun Benny Rhamdani.

Postingan itu juga menulis bahwa dalam sambutan mewakili TKN, setelah menerima dokumen deklarasi/pernyataan sikap warga Kawanua, saya tegaskan kembali bahwa musuh dan ancaman terbesar warga Kawanua, masyarakat Sulawesi Utara dan Rakyat Indonesia, adalah gerombolan politik terorganisir yang menjadi penumpang tanpa karcis tapi diberikan tempat duduk oleh pemilik kendaraan karena dibutuhkan untuk memenuhi kursi yang tersedia.

"Gerombolan politik terorganisir yang menjadi mesin produksi hoax, berita bohong, virus kebencian, racun fitnah dan adu domba memecah  elah dengan menggunakan sentimen suku dan agama. Dan warga Kawanua pun berikrar, setia menjaga Pancasila dan menyelamatkan Indonesia, bersama Jokowi-KH.Ma’ruf Amin di tanggal 17 April 2019," tulis Brani, sapaan akrabnya.

 

 

POLDA SULUT KAWAL KAMPANYE PRABOWO

 

Kampanye terbuka Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, mendapatkan pengamanan aparat kepolisian. Terpantau, ratusan personil Polda Sulut dan jajaran yang tergabung dalam Satgas Operasi Mantap Brata (OMB) siaga di lokasi kampanye.

Pengamanan dilakukan sejak kedatangan capres dan rombongan di Bandara Sam Ratulangi, jalur yang dilalui hingga ke lokasi kampanye, di lapangan Ketang Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado.

Ribuan massa terpantau menghadiri kampanye tersebut. Usai berorasi, capres nomor urut 02 menunaikan ibadah sholat Dzuhur di Masjid Nurul Huda, yang berada tak jauh dari lokasi kampanye.

Pengamanan tersebut melibatkan sekitar 455 personel Polda Sulut dan Polresta Manado. Personel Satbrimob Polda Sulut juga melakukan sterilisasi, baik di panggung utama maupun di dalam dan luar lapangan.

Beberapa jam sebelum dimulai kampanye, dilakukan apel kesiapan sekaligus pengecekan personel yang dipimpin oleh Kapolresta Manado, Kombes Pol Benny Bawensel, dan dipantau langsung oleh Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Karyoto.

Personel kemudian diploting diberbagai titik di sekitar lokasi kampanye, antara lain jalur kedatangan dan kembalinya rombongan, jalur evakuasi serta area parkir kendaraan. Kampanye ini berlangsung dan berakhir dalam situasi aman, tertib dan lancar. (Tim MS)


Komentar