TIFF PILAR EKONOMI SULUT


Tomohon, MS

Mata dunia mengarah ke Kota Tomohon. Gelaran Tomohon International Flower Festival (TIFF) ke-8 tahun 2018, jadi pemikat. Sederet harapan digantungkan untuk hajatan berbalut bunga ini. Diantaranya, menjadi turbin penggerak ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) serta wilayah di dataran sejuk kaki Gunung Lokon.

Itu karena TIFF menjadi salah satu program perintis iven berkelas internasional di jazirah utara Pulau Selebes. Bahkan, agenda tahunan Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon ini, telah diadopsi dalam Calendar of Iven Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Mulai saat itu, pamor TIFF menjulang. Apalagi, hajatan yang serupa dengan Tournament of Roses (ToR) Pasadena Amerika Serikat (AS), dinyatakan sebagai Top 100 Calender of Event (CoE) Kemenpar-RI. Klaim sebagai ‘Pasadenanya’ Indonesia, diperoleh.

TIFF tahun 2018 ini adalah pelaksanaan ke delapan. Meski bertahap, ekses penyelengaraannya mulai dirasakan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Kota Tomohon berangsur-angsur naik. Selanjutnya, diikuti peningkatan kunjungan wisatawan asing serta pergerakan wisatawan domestik yang begitu pesat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengakui, akan ada dampak ganda yang bisa diperoleh dari kegiatan TIFF ini. Sebab, wisatawan lokal dan mancanegara dipastikan akan menggunakan jasa yang ditawarkan warga kota dalam berbagai bentuk. “Dampaknya bukan hanya untuk perekonomian di Tomohon, tapi juga untuk Sulut. Ada banyak tenaga kerja yang akan diserap saat mendekorasi kendaraan hias. Demikian juga dengan kelompok tani pemilik bunga, pemilik kendaraan, pemilik hotel dan lain-lain,” ungkap Yahya, baru-baru ini.

Dia pun tak segan-segan menyebutkan jika Tomohon  adalah Pasadenanya Indonesia. “Perkembangan pariwisata Kota Tomohon sangat potensial dan cepat. Ditunjang letak geografis yang berdekatan dengan ibukota Provinsi Sulut yakni Manado. Kita patut berbangga karena pembangunan pariwisata di Kota Tomohon terus meningkat. Harus diakui, salah satunya karena pelaksanaan TIFF. Makanya, orang Tomohon harus bersyukur,” tandas dia.

Masih Yahya, kerja keras pemerintah dan masyarakat di Kota Tomohon, telah mendongkrak pertumbuhan pariwisata Sulut, sehingga menempati peringkat pertama dengan persentase 66 persen. Capaian ini merujuk Componen Annual Grouth Rate (CAGR). Sulut menyisihkan Bali yang hanya 15 persen, Yogyakarta 17 persen, Mataram 20 persen. Laju pertumbuhan di Sulut ini tiga kali laju pertumbuhan pariwisata nasional sekira 22 persen. “Saat ini, pertumbuhan pariwisata di Sulut mencapat 66 persen. Tomohon dengan TIFF-nya turut memberikan andil. Sulut yang terbaik di Indonesia,” tandas Yahya.

Ditambahkan Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event Kemenpar, Esthy Reko Astuti, pihaknya mendukung penuh TIFF 2018. Bagi Esthy, iven ini menarik perhatian banyak wisatawan. Levelnya, kata dia, tidak kalah dengan parade bunga di Pasadena. “Penyelenggaraan festival ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk mempromosikan daya tarik destinasi pariwisata Sulut khususnya Tomohon," tutur Esthy.

Ia menambahkan, acara ini menjadi wadah masyarakat untuk dapat menampilkan kreativitas dan sebagai pendorong petani dan perajin bunga untuk meningkatkan kualitas produknya, sehingga dapat menarik minat kunjungan wisatawan.

Untuk diketahui, TIFF ke-8 tahun 2018 digelar 8-12 Agustus dengan 2018 mengusung tema ‘Beautiful Tomohon’ dan sub tema ‘Sing With Flowers’. Agenda utama yakni Tournament of Flowers (Flowers Parade), Tomohon Flower Carnival, 8 Agustus 2018, National Art an Culture Exhibition, 9-10 Agustus 2018, Tourism, Trade, Investment and Floriculture Expo, 7-12 Agustus 2018. Untuk side iven, The 3rd General Meeting of Council of Asian Flower Exhibition (CAFE), 6-9 Agustus 2018, MURI Record Breaking, 7 Agustus 2018, Entertainment Stage, 8 Agustus 2018, Jungle Flower Enduro Challenge, 9-11 Agustus 2018, Interdenomination Choir Competition, 10-11 Agustus 2018 dan Thanksgiving Day atau pengucapan syukur Kota Tomohon, 12 Agustus 2018.

DORONG PEMBANGUNAN HOTEL BERBINTANG

Kunjungan wisatawan di Kota Tomohon melonjak. Konsekwensinya, ketersediaan fasilitas akomodasi yang mumpuni.

Seperti dikatakan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurut dia, Kota Tomohon berada di titik strategis karena berada pada jalur perlintasan. Selanjutnya, memiliki segudang destinasi pariwisata unggulan. Oleh sebab itu, harus ditunjang dengan fasilitas akomodasi.

“Untuk lebih mencapai target peningkatan kunjungan wisatawan, tentu dibutuhkan dukungan untuk kenyaman wisatawan mulai dari okomodasi hingga akses transportasi,” ujarnya.

Tomohon memiliki akses hanya 45 menit dari Bandara Sam Ratulangi Manado. Sementara untuk penginapan, kini sudah mulai dibangun hotel berbintang lima dan homestay sebagai infrastruktur pendukung kenyamanan wisatawan. “Harus terus didorong untuk pembangunan hotel berbintang. Sehingga, turis bisa betah di Tomohon, apalagi ada iven-iven besar seperti TIFF,” lugasnya.

Pengamat pemerintahan Kota Tomohon Rolly Toreh SH beranggapan, salah satu pemicu investasi perhotelan di Kota Tomohon, yakni kemudahan perizinan. Kemudian, pembangunan fasilitas publik seperti jalan yang menuju objek-objek pariwisata. “Kami melihat sudah ada pembenahan soal itu. Harus lebih ditingkatkan sehingga investor perhotelan bisa masuk di Tomohon. Dengan hadirnya hotel-hotel berbintang, pendapatan daerah akan semakin besar,” usulnya.

Dari setiap pelaksanaan TIFF, kata dia, Kota Manado mendapatkan ‘jatah’ pemasukan lebih. Itu karena ketika iven ini dihelat, semua hotel dan penginapan di Kota Tomohon telah penuh. “Wisatawan akhirnya lebih memilih ke Manado. Karena jarak tempuh yang sangat dekat,” ujarnya.

Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak (JFE) menjamin hal itu. Bagi dia, kemudahan telah diberikan bagi investor dalam pembuatan izin. Bahkan, Tomohon sudah memiliki Mal Pelayanan Publik (MPP) Wale Kabasaran. Itu adalah MPP ke-6 di Indonesia. “Saat ini sudah ada beberapa hotel berbintang yang sementara dibangun. Kami berharap akan ada lagi investor yang bisa melirik Tomohon. Makanya, gaung pelaksanaan TIFF ini terus kita tingkatkan,” kunci JFE.

TOF, MENYAPA DUNIA DENGAN BUNGA

Tournament of Flower (ToF) menjadi agenda utama pada gelaran TIFF 2018. Kegiatan tersebut berlangsung spektakuler, Rabu (8/8) kemarin. Puluhan kendaraan hias beradu kreatifitas.

ToF dibuka Staf Ahli Menteri Pariwisata, Esthy Reko Astuti. Dia didampingi Prince dan Princes Georgia, Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Drs Steven Kandouw, Walikota Jimmy Feidie Eman SE Ak, Wawali Syerly Adelyn Sompotan, Ketua Panitia TIFF Coreta Louise Kapoyos dan sejumlah duta besar.

Dalam sambutannya, Esthy yang pernah menjabat Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara, menyatakan kekagumannya pada pelaksanaan TIFF kali ini. Dia pun mengapresiasi panitia serta Pemkot Tomohon khususnya Walikota yang begitu konsern menghelat agenda kelas dunia tersebut. “Ini sangat luar biasa. Teruslah menyapa dunia dengan bunga. Kami sangat berharap TIFF eksis dan terus memberikan nilai positif bagi masyarakat khususnya di Kota Tomohon dan Sulut,” ungkap Esthy.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE mengakui, TIFF adalah salah satu agenda pariwisata unggulan di Sulut. Oleh sebab itu, ia berharap support dari seluruh masyarakat Nyiur Melambai bagi kesuksesan hajatan ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Coreta Louise Kapoyos berterima kasih atas kehadiran seluruh undangan. Utamanya, Pangeran dan Ratu Georgia, para Duta Besar, Kapolri yang diwakili Irwasum Mabes Polri Komjen Putut Eko Bayuseno, Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito, Wagub Sulut serta undangan lainnya. “Terima kasih atas kehadirannya di Kota Tomohon untuk menyaksikan ToF,” singkat Kapoyos.

Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak menambahkan, iven TIFF sangat efisien dan efektif  untuk mengangkat potensi pariwisata Nyiur Melambai terlebih khusus Kota Tomohon. Selain itu, kata dia, mendorong usaha kreatif hhususnya yang bergerak di sektor pariwisata. “Di sisi lain, peningkatan sumber daya manusia masyarakat Tomohon. Dengan iven ini, Kota Tangguh menyapa dunia. Kami berharap, ke depan Tomohon menjadi tujuan wisata unggulan baik nasional maupun internasional,” jelasnya.

“TIFF menjadi dukungan Pemkot Tomohon bagi program ODSK di bidang pariwisata. Kami berterima kasih kepada pak Gubernur dan Wagub yang terus menghadirikan inovasi terbaik di sektor pariwisata yang berdampak bagi Kota Tomohon.”

Ia pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyuksekan pelaksanaan ToF tahun 2018. “Terima kasih kepada pemerintah pusat, Kemenpar, Pemprov Sulut, duta besar jajaran kepolisian, TNI, serta semua pihak yang berperan dalam kegiatan ini,” ungkapnya

Untuk diketahui, selain anggota CAFE, parade kendaraan hias diikuti sejumlah kementerian, BUMN, pemerintah daerah dan pihak swasta.

TOMOHON SEPERTI SINGAPURA

Nada apresiasi terlontar dari sejumlah Negara saat tiba di Kota Tomohon. Penataan taman kelurahan dalam rangka menyukseskan TIFF tahun 2018, banjir pujian. Tomohon disebut-sebut menyerupai Negara Singapura.

Pernyataan ini disampaikan sejumlah peserta The 3rd General Meeting of Council of Asian Flower Exhibition (CAFE). Saat tiba di Kota Tomohon, utusan dari 11 negara ini kagum dengan penataan taman kelurahan dalam rangka menyemarakkan TIFF 2018.

“Pujian disampaikan sejumlah perwakilan negara asing yang tergabung dalam CAFE. Mereka menilai penataan taman oleh kelurahan-kelurahan sangat baik. Ini seperti di Singapura,” ungkap Walikota JFE, Selasa (7/8).

Walikota mengatakan, pembangunan taman-taman kelurahan ini dihasilkan dari program Mapalus atau gotong royong yang diinisiasi masyarakat bersama pemerintah kelurahan. Itu merupakan budaya dan kearifan masyarakat Tomohon yang masih lestari hingga saat ini. “Saya menjelaskan kepada mereka bahwa ini karena Mapalus. Mapalus sendiri adalah kegiatan secara gotong royong yang dilakukan masyarakat. Itu membuat mereka memuji masyarakat Tomohon,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Tokoh Kerukunan di Indonesia ini memberikan apresiasi kepada masyarakat dan komponen pemerintah kelurahan yang proaktif menyukseskan pelaksanaan TIFF ke-8 tahun 2018. “Penghargaan bagi masyarakat dan pemerintah kelurahan se-Kota Tomohon. Kerja keras yang ditunjukkan selama ini, pasti akan membuahkan hasil maksimal,” aku Walikota dua periode itu.(*)

 

NEGARA-NEGARA ANGGOTA CAFE YANG HADIR MENYUKSESKAN TIFF 2018

1. Nepal, Nepal Floriculture Association (FAN)

2. Pakistan, Horticulture Society of Pakistan (HSP)

3. Singapore, Singapore’s Floriculture Association (FAS)

4. Korea, Goyang International Flower Foundation (GIFF)

5. Taiwan, Taipei City Government

6. Thailand, Royal Park Rajapruek

7. Bhutan, the Royal Bhutan Flower Exhibition

8. Japan, Japan Grandprix International Orchid Festival

9. Kazakhstan, Astana Flora Expo

10. Malaysia, Royal Putra Jaya Floria

11. Indonesia, Tomohon International Flower Festival

PESERTA TOF

KOREA SELATAN 

INDONESIA

JEPANG

LOUNY CITY-CHEKO 

GEORGIA

KEMENTERIAN PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA

MINISTRY OF TOURISM OF THE REPUBLIC OF INDONESIA

BANK SULUTGO

PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY

KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA

KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

BANK INDONESIA 

BNI 46 

BANK RAKYAT INDONESIA 

KEMENTRIAN KEUANGAN RI

KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP R.I 

APEKSI

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

DINAS PARIWISATA PROVINSI SULAWESI UTARA 

KOPERASI PAKASA’AN MATUARI TOMBULU

KOTA MANADO

KOTA BITUNG 

BANK SULUTGO TOMOHON

HOTEL MAROON

GO-JEK

MULTI MART

 

 

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors