Bersenandung Kalelon-Makaaruyen Sambil Donasi Untuk Lombok

AMAN-KAMA Gandeng Sederet Komunitas


Manado, MS

Gempa bumi yang merenggut korban di Lombok, memantik rasa empatik warga Sulawesi Utara (Sulut). Lewat lantunan nada Makaaruyen dan Kalolen, sejumlah masyarakat Manado membuka ruang donasi bagi saudara-sudara yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Kegiatan aksi simpatik ini dipelopori Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan komunitas Kalelon Makaaruyen (KAMA). Bersama sejumlah komunitas di Manado, mereka melakukan penggalangan dana dengan mengangkat tema, ‘Senandung Kalelon Makaaruyen For Lombok’, di Cafe Esspecto Manado, Selasa (7/8).

Para seniman Makaaruyen dan Kalelon dari bebebera kampung datang menyukseskan kegiatan ini. Umumnya berusia muda. Mereka diberi kesempatan menyalurkan pengetahuan dan kebolehan bermain Makaaruyen dan Kalelon. Selain itu, ada pula pementasan muskalisasi puisi dan pameran buku.

Penggagas kegaitan ini, Kalfein Wuisan, menyampaikan alasannya sehingga kegiatan tersebut bisa dikemas dengan senandung Kalelon dan Makaaruyen.  Menurutnya, banyak syair di dalam seni tradisi Kalelon Makaaruyen Minahasa adalah doa. "Kita akan ber-kalelon Makaaruyen dan menggalang donasi untuk saudara-saudara kita di Lombok yang tertimpa bencana alam, ” kata Kalfein Wuisan.

Selain menggalang dana, kumpulan komunitas itu juga ikut mengumpulkan pakaian. Pada kesempatan itu pula, para para pemerhati waruga mengeluarkan isi hati mereka, atas penghancuran yang terjadi belakangan.

Turut hadir dalam serangkaian kegiatan adalah Esspecto Coffee Manado, Fase Media, PERS Minahasa, Mapatik, Terakota, Congregational Cinematography, Akar Kanonang, Mandat Minahasa, dan Kumatau. (tim ms)

 


Komentar