5 Bacaleg ‘Kalah Perang’


Ratahan, MS

Tabuh politik Pemilihan Umum Calon Legislatif (Pilcaleg) Minahasa Tenggara (Mitra) 2019 telah ditabuh. Adu strategi sudah dimulai, seiring para perwakilan partai politik (parpol) ‘kan bertarung di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Hanya saja, maklumat oleh pihak penyelenggara yang baru saja akan masuk tahapan Daftar Calon Sementara (DCS), diidentifikasi 5 bakal calon legislatif (bacaleg) ‘kalah perang’. Kelima bacaleg dari 3 parpol tersebut, harus angkat bendera putih ketika dokumen kelengkapan tak memenuhi syarat (TMS), bahkan salah satu diantaranya, ‘menyerah sebelum bertempur’.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengoleksi bacaleg terbanyak yang dinyatakan TMS. Ketiganya berasal dari dapil 3 meliputi Tombatu Raya, Silian Raya dan Touluaan Raya (10 kursi) yakni, Tyny Soemohusin, Rudolf Dopong dan Michael Sualang, sekaligus menyisakan 3 bacaleg saja dari 10 kuota bacaleg yang tersedia.

Selanjutnya, Partai Demokrat di dapil 2 meliputi Belang dan Ratatotok (7 kursi), kini menyisakan 5 bacalegnya dari 7 kuota yang disediakan setelah  nama Refly Antou dinyatakan TMS.

Tak hanya PSI dan Demokrat, parpol sekelas Golongan Karya (PG) pun tak luput dari TMS, setelah salah satu bacalegnya di dapil 3 atas nama Selvi Punuindoong yang memilih mengundurkan diri, sekaligus menyisakan sebanyak 9 bacaleg yang nantinya akan bejibaku meraih suara konstituen.

Berbeda dengan bacaleg PG yang mengundurkan diri 4 bacaleg dari dua parpol sebelumnya diinformasikan menolak melengkapi berkas dokumennya. “Kalau bacaleg dari Golkar (sebutan PG red), dirinya mengundurkan diri. Dan sisanya dari PSI dan Demokrat, berkasnya memang disengaja untuk tak dilengkapi. Jadinya mereka dinyatakan TMS,” ungkap sumber saat pleno penyerahan hasil verifikasi oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada parpol peserta pemilu kemarin.

Sementara, Ketua KPU Ascke Benu ketika dimintai keterangannya tak menepis adanya 5 bacaleg dari beberapa parpol yang dinyatakan TMS. “Memang mereka dinyatakan TMS, namun bukannya TMS dari hasil verifikasi melainkan mereka tidak ngotot terkait kelengkapanan berkasnya,” ungkap Ascke didampingi Divisi Data dan Perencanaan Fifi Massie serta Divisi Teknis Penyelenggara Jhonly Pangemanan, usai pleno tersebut.

Sedangkan, tahapan penyusunan DCS sudah akan dilakukan pihak penyelenggara tersebut sesuai tahapan yang diberlakukan. “Dengan diserahkannya hasil verifikasi ini, pihak parpol sudah akan menginput datanya ke sistim informasi calon (silon) berdasarkan hard copy. Dan jika sudah selesai, tentu kita sudah akan menyusun DCS yang akan diumumkan pada akhir bulan Agustus ini,” jelas ketiganya. (recky korompis)

 

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors