Selamatkan Danau Tondano, ROR Minta Dukungan Presiden


Laporan : JACKSON KEWAS

Persoalan serius yang membelit Danau Tondano mendorong Pemerintah Kabupaten Minahasa terus menempuh berbagai upaya. Demi menyelamatkan danau terbesar di Tanah Nyiur Melambai ini, Bupati Ir Royke Oktavian Roring MSi (ROR) bahkan meminta dukungan secara langsung kepada Presiden Ir Joko Widodo.

 

Permohonan itu disampaikan saat Bupati bersama Gubernur Olly Dondokambey dan sejumlah kepala daerah lainnya mengunjungi Istana Negara, 22 April lalu. Tak hanya meminta dukungan program revitalisasi Danau Tondano, ada beberapa hal yang ikut disampaikan ROR ke presiden terkait pembangunan di Minahasa.

"Pelestarian Danau Tondano memang jadi salah satu prioritas , tapi saya juga minta bantuan Pak Presiden untuk pengembangan beberapa rumah sakit dan pembangunan jalan umum di Minahasa," ujar Bupati.

"Bahkan saya sampaikan juga ke Pak Presiden soal pemekaran Kota Langowan bila nanti kebijakan moratorium pemekaran dicabut," tambahnya.

Bupati menuturkan, semua yang disampaikan diketik langsung oleh Presiden Jokowi kemudian diteruskan kepada para Menteri terkait yang juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut. "Itulah hebatnya presiden kita, aspirasi yang disampaikan langsung diserap kemudian langsung ditindaklanjuti kepada para menteri. Memang dalam pertemuan itu banyak menteri yang ikut hadir," tutur Bupati ROR.

Pertemuan dengan Presiden itu diakui Bupati sebagai momentum yang sangat spesial. "Saya sudah banyak kali ke istana negara, tapi baru kali itu melakuka  pertemuan langsung dengan Pak Presiden di sebuah ruangan khusus. Jadi ini juga merupakan kebanggan bagi rakyat Minahasa, karena aspirasi kita bisa langsung tersampaikan ke Presiden," ujarnya.

Sementera terkait revitalisasi Danau Tondano, Bupati menyebut bahwa itu adalah program prioritas Pemkab Minahas bahkan pemerintah pusat. Dimana Danau Tondano masuk salah satu dari 15 danau prioritas nasional berdasarkan amanat RPJMN 2014-2019 yang diupayakan penyelematannya.

Bupati membeber fakta memiriskan terkait kondisi Danau Tondano saat ini. Dimana dari hasil penelitian yang dilakukan telah terjadi pendangkalan dan penyempitan yang luar biasa pada lingkungan Danau Tondano dalam kurun waktu yang terbilang cepat.

"Sesuai data, di tahun 1939 kedalaman Danau Tondano masih berkisar 43 meter. Tapi di tahun 2015 lalu setelah diukur kedalamannya tinggal 14 meter. Begitu pun luas danau, tahun 1939 sebesar 5.600 hektar, namun sekarang luasnya tinggal 3.925 hektar. Artinya penciutan danau sangat luar biasa dan begitu cepat terjadi," paparnya.

Padahal, Danau Tondano adalah berkat bagi rakyat Minahasa. Sebab danau ini merupakan sumber kehidupan, khususnya masyarakat yang bermukim di pesisir danau. "Manfaatnya banyak, sebagai penunjang sektor perikanan, pertanian, pariwisata hingga sumber daya energi. Kita bisa jual ikan di pasar dari hasil tangkapan danau, listrik itu bisa dihasilkan karena aliran air danau mendorong putaran turbin yang bisa menghidupkan generator. Petani juga dimudahkan karena danau Tondano membantu irigasi pertanian. Jadi banyak lagi manfaat lainnya, dan itu adalah berkat bagi kita semua," ujarnya. (***)


Komentar