SBY Turun Gunung Tantang Jokowi


Jakarta, MS

Mendekati masa pendaftaran capres-cawapres, SBY mulai memainkan strategi. Setelah gagal membangun koalisi dengan Jokowi, SBY turun gunung membangun koalisi tandingan Jokowi.


SBY sebenarnya sudah membangun komunikasi untuk menjajaki kemungkinan Partai Demokrat (PD) masuk koalisi pengusung Jokowi di Pilpres 2019. Tak main-main, sejumlah pertemuan intens dilakukan SBY-Jokowi selama setahun, namun ada ganjalan yang membuat niat itu kandas.

Usai pertemuan dengan Prabowo pada Selasa 24 Juli lalu, SBY mengungkap banyak rintangan yang membuat koalisi dengan Jokowi belum terwujud. Pernyataan SBY ini kemudian jadi perbincangan politik yang panas, banyak pihak mulai menerka sulit buat SBY mendukung Jokowi di Pilpres 2019, meskipun kala itu SBY tak blak-blakan bakal koalisi dengan Prabowo. Namun arah koalisi SBY sangat jelas, setelah ia menemui Ketum PAN Zulkifli Hasan membahas bangunan koalisi.

Pertanyaan publik itu terjawab di pertemuan babak kedua antara SBY dan Prabowo yang dilangsungkan di kediaman Ketum Gerindra itu di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018). Pertemuan kedua ini berlangsung lebih lama dari pertemuan pertama, sangat hangat untuk ukuran pertemuan politik berlangsung lebih dari 3,5 jam.

Hasilnya pun langsung diumumkan usai pertemuan, langsung oleh Prabowo sebagai tuan rumah dan SBY yang kali ini jadi tamu kehormatan. Ya, clear sudah Prabowo dan SBY deal koalisi ke Pilpres 2019. SBY pun langsung memposisikan PD sebagai parpol pendukung Prabowo ke Pilpres 2019, menjadi bagian dari penantang Jokowi.

"Kami datang dengan keyakinan Pak Prabowo calon presiden kita," kata SBY di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018).

Yang cukup mengejutkan, SBY memberikan cek kosong ke Prabowo. SBY siap berkoalisi tanpa meminta embel-embel kursi cawapres. Banyak pihak bertanya-tanya soal deal tersembunyi dalam pertemuan itu, namun sampai kini masih misterius.

Sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai, sekali turun gunung SBY langsung gerilya total memantapkan koalisi. Malam harinya SBY langsung bertemu Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri yang masuk kandidat cawapres Prabowo versi Ijtimak Ulama.

SBY yang datang bersama jajaran pengurus inti PD juga bertemu jajaran pimpinan DPP PKS di Hotel Gran Melia, kuningan. Sore harinya Prabowo Subianto terlebih dahulu ke DPP PKS. Pertemuan dengan PKS pun tak kalah lama, penjajakan koalisi yang sudah tinggal ketok palu ini berlangsung 2,5 jam.

Usai pertemuan yang hangat itu, SBY menuturkan pertemuan-pertemuan krusial berikutnya akan digelar menuju pendaftaran capres. PD dan PKS memang pernah punya sejarah lama berkoalisi mengusung SBY.

"Saya kira tambahan dari saya seperti itu, Ustaz Salim dan semoga pertemuan malam hari ini membuka lembaran baru untuk kita lanjutkan dalam pertemuan-pertemuan berikutnya lagi dengan niat dan tujuan yang baik," ucap SBY.

Masih akan banyak pertemuan-pertemuan dilakukan SBY dan Prabowo yang turun gunung menantang Jokowi di Pilpres 2019. Apakah SBY yang dikenal sebagai king maker mampu mengatasi Jokowi di Pilpres 2019?

Pertanyaan publik lain yang tak kalah menggelitik adalah tentang nasib Agus Harimurti Yudhoyono yang konon sedang dikader jadi penerus SBY di jalur politik dan sudah digadang-gadang jadi cawapres yang diusung PD. Jika SBY tak menawarkan AHY ke Prabowo, lalu akan ke mana langkah putra pertama SBY ini dalam kancah politik lima tahun ke depan? (dtk)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors