Lawatan Sejarah Daerah Ditutup


 

Manado, MS
Lawatan Sejarah Daerah yang digagas Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sulawesi Utara (Sulut) secara resmi ditutup, Rabu (1/5) kemarin. Kegiatan yang digulir sejak 28 april 2019 itu, ditutup Kepala Balai Apollos Marisan S.Sos melalui Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha (TU) Magrita Tilaar SE.

Pada sesi penutupan, para peserta yang terdiri dari siswa dan guru jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sederejat melaporkan hasil pengamatan situs-situs yang dikunjungi, selama mengikuti Lawatan Sejarah Daerah di Nyiur Melambai ini.

Kepala Balai menerangkan bahwa Lawatan Sejarah Daerah adalah kegiatan rutin BPNB Sulut. Lawatan Sejarah dilaksanakan setiap tahunnya di wilayah kerja yaitu Sulut, Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Gorontalo serta Lawatan Sejarah mulai dilaksanakan pada tahun 2002 dan sampai sekarang masih tetap dilaksanakan.

"Lawatan Sejarah adalah suatu kegiatan perjalanan dengan mengunjungi situs-situs bersejarah yang merupakan simpul-simpul orientasi nilai-nilai perjuangan dan persatuan untuk memperkokoh integrasi bangsa,"terang Marisan.

"Dengan adanya kunjungan ke situs sejarah menjadikan proses pembelajaran sejarah menyenangkan sekaligus menambah pengetahuan atau informasi dan kaya akan pemahaman kesejarahan. Ketika proses belajar dalam kelas telah mengalami kebosanan, belajar di Iuar sekolah bisa digunakan untuk menyegarkan kembali semangat belajar,"beber Kepala Balai ini.

Diketahui, kegiatan yang berlangsung 28 april sampai 1 mei 2019, diikuti peserta yang adalah siswa-siswi dan guru pendamping berlatar sejarah berasal dari 3 provinsi yang ada di wilayah kerja BPNB Sulut. Utusan dari Sulut 32 siswa dan 8 guru, Gorontalo 9 siswa dan 1 guru, Sulteng 9 siswa dan 2 guru dengan jumlah seluruhnya 60 orang. Kegiatan berpusat di Kalasey, Minahasa.

Selama mengikuti kegiatan ini, peserta mengunjungi spot-spot seperti, Gereja tertua di Minahasa Desa Watumea, Benteng Moraya Desa Roong, Loji Tondano Desa Rinegetan, Goa Jepang Tonsea Lama, Makam Tuanku Imam Bonjol Desa Lotta, Waruga Wanua Ure Desa Lotta dan terakhir di Watu Siouw Kurur Desa Warembungan. (sonny dinar)


Komentar