Proses PAW 5 Legislator Mitra Stagnan


Ratahan MS

Lima kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa Tenggara (Mitra) dipastikan bergeser. Rekomendasi Pergantian Antar Waktu (PAW) bagi lima legislator yang kena ‘kartu merah’ dari partai politik (parpol) sudah bergulir. Hanya saja, kelanjutan proses PAW terkesan berjalan stagnan. Hingga kini belum ada tanda-tanda proses pengurusan sesuai mekanisme yang berlaku. Padahal, ada yang bahkan secara terang-terangan telah mendaftar sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) untuk Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 melalui parpol lain. Sesuai ketentuan, anggota DPRD yang teridentifikasi pindah parpol secara otomatis harus mengundurkan diri sebagai legislator.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menjadi bagian dari proses PAW tersebut mengakui jika pihaknya belum menerima secara resmi permintaan pihak DPRD terkait hasil pilcaleg 5 tahun silam. Permintaan hasil pilcaleg 2014 tersebut dimaksudkan untuk menentukan calon pengganti terhadap legislator utusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Delly Makalew dan Royke Peleng, utusan Partai Amanat Nasional (PAN) Tommy Lumintang, ketiganya di daerah pemilihan (dapil) 1. Kemudian di dapil 3 ada utusan PDIP lainnya, Dekker Mamusung serta perutusan PAN di dapil 2, Vanda Rantung.

“Kami belum memberikan hasil raihan pilcaleg tahun 2014 kepada pihak DPRD. Sesuai prosesnya, mereka (DPRD) menyurat kepada KPU untuk hasil peraihan suara pilcaleg tersebut untuk dijadikan dasar PAW,” ungkap Ketua KPU Ascke Benu melalui Divisi Teknis Penyelenggara Jhonly Pangemanan, Kamis (9/8) kemarin.

Menurut dia, mekanisme PAW tersebut dilakukan setelah permintaan hasil pilcaleg, selanjutnya diajukan eksekutif dalam prosesnya. “Setelah kita memberikan hasil pilcaleg, pihak DPRD kemudian mengajukan kepada pihak bupati selanjutnya ke gubernur yang kemudian dilakukan PAW,” jelas Pangemanan.

Terpisah, Ketua DPRD Tavif Watuseke ketika dikonfirmasi menyatakan kalau proses PAW sedang berlangsung. “Sebenarnya tadi (kemarin, red), kami sudah akan mengajukan surat resmi ke KPU untuk hasil pilcaleg dalam proses PAW. Namun belum sempat karena ada hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu,” kilah Watuseke.

Namun begitu, Watuseke memastikan proses tersebut sudah akan dilakukan dalam waktu dekat. “Sebab kita tahu bersama ada beberapa rekan di DPRD yang mengikuti bacaleg melalui parpol lainnya. Jadi yah harus di proses PAW. Dalam waktu dekat kami sudah akan memintakan hasil Pileg kepada pihak KPU,” tukasnya.

Selain itu dijelaskannya, sebelumnya pihak DPRD menyurati pihak parpol yang mengakomodir anggota DPRD yang pindah parpol, sebagai pemberitahuan untuk pelaksanaan proses PAW berdasarkan aturan yang berlaku. “Sebelumnya kita menyurat ke parpol terkait hal ini. Dan itu sudah dibalas oleh parpol bersangkutan yakni PAN dan PDIP. Pokoknya, dalam waktu dekat sudah akan berjalan prosesnya,” pungkas Watuseke.

Sedangkan, jika menilik hasil Pilcaleg 2014 calon pengganti sudah dapat dilihat dari hasil peraihan suara terbanyak. Misalkan saja di PDIP dapil 1 kedua legislator akan digantikan Berty Rumochoy yang meraih 1.031 suara (suara terbanyak ke-4 setelah Delly Makalow, Royke Peleng dan Corry Kawulusan, selanjutnya Royke Somba 936 berada diurutan kelima dibawah Berty Rumochoy.

Di dapil 1, Dekker Mamusung kans digantikan Chris Rumansi yang menempati urutan ketiga peraih suara terbanyak setelah Tafiv Watuseke dan Dekker Mamusung, yakni sebanyak 1.208 suara. Sedangkan untuk PAN, nama Felmy Pelleng (mantan legislator periode 2009-2014) menjadi menjadi calon pengganti dengan raihan suara sebanyak 809 atau berada diurutan kedua terbanyak setelah Tommy Lumintang, di dapil 1.

Di dapil 2 peraih suara terbanyak PAN Vanda Rantung kans digantikan Mila Punusingon yang berada diurutan kedua peraih suara terbanyak, 950 suara. (recky korompis)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors