Pesawat Jatuh, Bocah 12 Tahun Selamat


Keajaiban jadi milik Jumaidil. Bocah berusia 12 tahun itu selamat dari jatuhnya pesawat Demonim Air PK-HVQ di Oksibil Pegunungan Bintang, Papua. Sementara, delapan penumpang lainnya tewas seketika.

Minggu (12/8) siang kemarin, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua untuk penanganan medis lebih lanjut. Menurut Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Penmas Bidang Humas Polda Papua, AKBP Suryadi Diaz, Tim Medis dan Unit Identifikasi Polres Pegunungan Bintang, juga telah mengidentifikasi delapan korban meninggal dunia. Setelah selesai dilakukan identifikasi, jenazah korban jatuhnya pesawat Demonim Air disimpan di kamar Jenasah RSUD Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. "Rencananya pada hari Senin (hari ini, red), jenazah pilot Lessie dan co pilot Wayan Sugiarta akan diterbangkan ke Jayapura dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua," kata Suryadi.

Sedangkan dua jenazah penumpang lainya, yakni Hendrikus Kamiew dan Lidia Kamiew akan diterbangkan menuju Tanah Merah Boven Digoel. Sementara empat jenazah lainnya masih menunggu keputusan dari pihak keluarga korban.

"Pada hari Senin juga direncanakan Manager Dimonim Air akan tiba di Oksibil untuk melihat serta menemui keluarga korban dan menjelaskan tentang mekanisme asuransi kepada pihak keluarga korban," pungkasnya.

Dijelaskannya pula, pesawat pertama kali ditemukan oleh warga. Laporan tersebut pun langsung ditindaklanjuti oleh tim gabungan yang berjumlah 80 orang langsung menuju ke TKP.

"Jadi kita temukan pagi tadi pukul 08.15 WIT, telah diketemukan lokasi jatuhnya pesawat Demonim Air yang lost contact tepatnya di pegunungan Menuk, distrik aerambakon Kabupaten Pegunungan Bintang," kata Suryadi.

Saat tiba di lokasi, tim gabungan dan warga langsung menemukan 8 korban sudah tidak bernyawa. Tidak jauh dari 8 korban tewas, tim gabungan dan warga menemukan seorang anak berusia 12 tahun atas nama Jumaidi yang masih dalam keadaan sadar, namun dalam kondisi luka, tangannya patah.

"Jadi anak itu masih sadar, tapi memang luka-luka ya," ungkap Suryadi.

Seperti diketahui, Sabtu (11/8) siang pekan lalu, pesawat Dimonim Air PK-HVQ terbang dari Bandara Tanah Merah Kabupaten Boven Diguel menuju Bandara Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang. Sekira satu jam kemudian, Pesawat Dimonim Air melakukan kontak komunikasi dengan pihak Tower Bandara Oksibil.

Keterangan dari pihak Tower Bandara Oksibil bahwa Pesawat Dimonim Air PK-HVQ seharusnya sudah mendarat di Bandara Oksibil pada Pukul 14.30 WIT. Namun hingga malam, pesawat hilang kotak dan belum diketahui keberadaannya.

Pesawat pertama kali ditemukan jatuh oleh warga. Laporan tersebut pun langsung ditindaklanjuti oleh tim gabungan yang berjumlah 80 orang dan langsung menuju ke lokasi.

Nama korban tewas itu teridentifikasi masing-masing, Lessie Pilot pesawat, Wayan Sugiarta, Co pilot). Sedangkan para penumpang yang ditemukan tewas itu yakni, Sudir Zakana, Martina Uropmabin, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, Jamaludin dan Naimus.(mdk)


Komentar