RAJAI PILEG, PDIP ‘PEDE’ TETAP USUNG OD-SK


Manado, MS

 

Optimisme Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Utara (Sulut)  tengah melambung tinggi. Kemenangan mutlak di pemilihan legislatif (pileg) jadi pemicu. Pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Sulut tahun 2020, jadi target  selanjutnya.

Banteng Moncong Putih tetap percaya diri (pede) mengusung kader partai. Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK), disebut-sebut akan kembali di-duet-kan. Dua penggawa PDIP yang mengusung slogan Sulut Hebat itu bakal seperjuangan lagi untuk memperebutkan kursi top eksekutif di Nyiur Melambai yang kedua kali. 

Sinyal itu didendangkan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Frangky Wongkar kepada wartawan, disela-sela rekapitulasi penghitungan suara KPU Sulut, di Hotel Peninsula Manado,  Selasa (7/5) kemarin.

Wongkar kembali menyentil kampanye OD di Lapangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sario Manado belum lama ini. “Kalau kalian sempat dengar kampanye di KONI (Lapangan KONI, red), Pak Gubernur (Olly Dondokambey, red) telah menyatakan bahwa OD-SK akan lanjut,” singkat Wongkar kala disinggung soal pasangan yang akan diusung PDIP di Pilgub Sulut.

Kesuksesan PDIP merajai pileg, baik di tingkat DPR, DPRD Provinsi maupun DPRD kabupaten kota, jadi salah satu acuan Moncong Putih kembali akan mengusung kader partai di pilgub Sulut. “Karena kita meraih suara signifikan di pileg,” imbuhnya.

Pun begitu, Wongkar enggan mengomentari lebih jauh soal pilgub, dengan alasan masih fokus mengawal hasil Pemilu presiden dan pileg yang tengah diplenokan oleh KPU Sulut. “Kita tunggu dulu hasil resmi dari KPU,” tandasnya.

Dari informasi yang diperoleh harian ini, dalam pileg tingkat DPR, PDIP sudah  dipastikan meraih 3 kursi dari 6 kursi yang diperebutkan. Malah, PDIP masih berpeluang merebut 4 kursi. Sementara di tingkat DPRD Provinsi, PDIP berhasil merebut 18 kursi dari 45 kursi. Dan masih pula berpeluang meraih 19 kursi.

Sedangkan di pileg DPRD kabupaten kota, PDIP disebut-sebut berhasil menang di 11 kabupaten kota dari 15 kabupaten kota di Sulut. “Perhitungan sementara kita bisa dapat 4 kursi di DPR RI,” ungkap Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey belum lama ini. “Kalau di provinsi, bisa dapat 19 kursi. Tapi datanya masih direkap,” sambungnya.

Itu diperkuat dengan pernyataan Wakil Ketua DPD PDIP Sulut, Steven Kandouw. “Kita  menang di 11 kabupaten kota. Jadi PDIP itu akan dapat 11 Ketua DPRD Kabupaten/kota,” timpal Mantan Ketua DPRD Sulut itu.

VIRAL DI MEDSOS, NAMA CAWAGUB LAIN MUNCUL

Tensi politik jelang Pilgub Sulut, kian meninggi. Utamanya di tubuh PDIP. Paket cagub dan cawagub mulai ditebar di media sosial (medsos). Baik dari kader, simpatisan PDIP termasuk pejabat di Pemprov Sulut.

Sosok Olly Dondokambey (OD) tetap menjadi cagub tunggal. Sedangkan di posisi cawagub muncul sejumlah nama. Mulai dari, Steven Kandouw (SK), Christiany Eugenia Paruntu (CEP), dan Hangky Arther Gerungan (HAG). 

Yang menonjol yakni duet OD-SK. Via facebook (FB) dan whatsapp (WA), bertebaran dukungan OD-SK dua periode. Namun ada pula yang mengadang-gadang pasangan OD-CEP koalisi PDIP-Golkar dan OD-HAG, kolaborasi politikus dengan pengusaha.

Dimata pemerhati politik, fenomena itu dianggap lumrah. Mengingat, elektabilitas PDIP di Sulut tengah menanjak. Itu menyusul kemenangan Banteng Moncong Putih di pileg. Sehingga kandidat cawagub menjadi seksi.

“Wajar PDIP sekarang jadi magnet di Sulut. Itu karena kesuksesannya di pileg,” tanggap Direktur Eksekutif Tumbelaka Academic Centre (TAC), Taufik Tumbelaka, kepada harian ini, Selasa (7/5) kemarin.

“Memang kalau kursi 01, belum ada yang mampu saingi OD di internal PDIP. Kecuali untuk kursi 02,” sambung jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.

Baginya, wacana-wacana paket PDIP di pilgub yang mulai bertebaran di medsos itu dinilai sebagai bentuk aspirasi publik, terutama dari kader dan simpatisan partai. “Kan memang saat ini lagi jaman medsos. FB dan WA itu sudah jadi salah satu sarana komunikasi dan informasi publik yang efektif untuk menyampaikan aspirasi. Apalagi memang sudah momen politik menjelang Pilgub. Jadi wajar-wajar saja,”    timpalnya.

WASPADAI NASDEM DAN GOLKAR

PDIP masih berpeluang besar untuk memenangkan Pilgub Sulut. Meski partai besutan Megawati Soekarnoputri mengusung cagub dan cawagub dari kader partai sendiri.  Pun begitu, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu dinilai harus mewaspadai sepak terjang Partai Golkar dan Nasdem.

“Kalau memang PDIP tetap mengusung OD-SK di Pilgub nanti, berarti mereka (PDIP, red) sudah punya kalkulasi politik yang kuat dan matang. Mungkin salah satu variabelnya menang di Pileg,” tanggap Taufik Tumbelaka.

Meski demikian, PDIP meski berkaca dari fenomena pemimpin terdahulu. Seperti Gubernur A J Sondakh, yang gagal menang dua periode dan Gubernur Sinyo Harry Sarundajang (SHS) yang tak menang mudah di periode keduanya. “Perlu diingat SHS waktu maju untuk kedua kalinya, meski menang tapi pertarungannya lebih berat,” bebernya.

Selain itu, posisi Golkar dengan Nasdem saat ini berbeda dengan tahun 2015 lalu. Kedua partai itu dinilai sudah lebih solid dan memiliki keterpengaruhan yang cukup besar di beberapa kabupaten kota di Sulut. “Jadi ancaman bila keduanya berkoalisi. Kecuali Nasdem dan Golkar sama-sama usung paslon sendiri di pilgub.   Peluang PDIP pasti akan lebih besar. Walau mengusung kader partai sendiri,” terang putra Gubernur pertama Sulut itu.

Tak hanya itu, pileg dianggap tak berbanding lurus dengan pilkada. “Perilaku pemilih di pileg dan pilkada berbeda. Di pileg banyak pilihan, sementara di pilkada itu hanya beberapa kandidat saja,” ujarnya.

Ia mencontohkan fenomena yang terjadi di Bolsel. “Di pileg PDIP kabarnya mendapat 11 kursi dari 20 kursi yang diperebutkan. Tapi di pilpres, pasangan yang diusung PDIP kalah,” ungkap Taufik.

“Contoh lain, Benny Mamoto yang di Pilgub Sulut lalu meraih sekitar 36 ribu suara, tapi di Pileg DPR RI, suaranya tidak signifikan. Jadi sekali lagi, pileg itu kerap tak berbanding lurus dengan pilkada ,” timpalnya.

PDIP USUNG CAWAGUB ALTERNATIF, SK CALON MENTERI

PDIP dinilai berpotensi mengusung cawagub alternatif untuk mendampingi OD di pilgub. Itu bila Golkar dan Nasdem berkoalisi dan hanya dua pasangan calon yang bertarung di hajatan pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Kalau di pilgub hanya head to head dan Golkar-Nasdem berkoalisi, PDIP berpotensi menyiapkan calon alternatif, selain SK. Tentu akan ada kalkulasi politiknya,” ungkap Taufik Tumbelaka.

“Apalagi kalau paslon yang diusung rival PDIP adalah figur-figur yang populer, handal dan merepresentasi berbagai unsur keterwakilan. Pasti PDIP akan berhitung,” tambahnya.

Tak menutup kemungkinan pula akan ada kolaborasi atau kontrak politik parpol di pilkada serentak 2020 nanti. “Selain Pilgub, ada pilkada serentak di 7 kabupaten kota. Bisa saja ada kolaborasi besar di sana,” katanya lagi. 

Meski begitu, SK dinilai tidak bisa diabaikan. Mengingat kekuatan politik mantan Ketua DPRD Sulut itu. Peraih suara terbanyak di Pileg provinsi dapil Minahasa Tomohon 2015 lalu dengan 35 ribu suara dinilai memiliki  basis massa yang cukup besar.

“Bila SK tidak mendapat posisi, itu bisa menurunkan kekuatan PDIP di Pilgub,” beber Bung Taufik sapaan akrabnya.

Ia memprediksi SK akan didorong masuk kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin, jika tak diakomodir sebagai cawagub pendamping OD. “Feeling saya, SK akan akan masuk kabinet bila Jokowi-Ma’ruf, telah terpilih dan dilantik menjadi presiden dan wakil presiden,” ujarnya.

Hal itu dianggap cukup realistis dengan melihat capaian suara Jokowi-Amin di Sulut yang mencapai sekitar 80 persen atau ketiga tertinggi di seluruh provinsi di Indonesia. Dibawah Bali dan NTT. “Jadi saya kira wajar kalau ada putra Sulut yang duduk di kabinet Jokowi-Ma’ruf. Dan SK salah satu yang paling berpeluang jika tidak diusung sebagai Cawagubnya Olly,”  imbuhnya.

“Dalam politik semua bisa terjadi. Tapi tentu ada hitung-hitungan dan kalkulasi yang matang,” tandasnya.

Santer beredar kabar, Nasdem bakal mengusung sejumlah cagub, diantaranya Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL), Elly Engelbert Lasut (E2L), dan Benny Mamoto. Sedangkan cawagub yang digadang-gadang antara lain, Yasti Soepredjo Mokoagow, Tatong Bara dan Siswa Rahmat Mokodongan. Sementara di Golkar, nama cagub yang paling mengkristal yakni, Christiany Eugenia Paruntu. (arfin tompodung)

 


Komentar