PDIP-NASDEM KANS DUEL, GOLKAR CS KUDA HITAM

Pilkada Minut 2020


Airmadidi, MS

Tensi politik di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali menanjak. Gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) di depan mata. Sederet partai politik (parpol) mulai pasang kuda-kuda. Kaki Klabat bakal jadi palagan sengit.

Hal itu dinilai wajar. Selain potensi ketidakikutsertaan kembali incumbent di Pilkada tahun 2020, misi merebut top eksekutif di daerah lumbung air telah menjadi ‘fatwa’ sejumlah parpol. Contohnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sejak Pilkada langsung digelar tahun 2005, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini belum pernah menjadi pemenang.

Hasrat yang sama juga dinilai membungkus Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Posisi petahana yang kini merupakan kader tulen Partai Nasdem, jadi pemicu. Keseriusan pengurus dan kader partai untuk merebut suara terbanyak di pentas pileg jadi pembuktian. Hasilnya, Nasdem mendapat 5 kursi.

Ancaman lainnya datang dari Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrat (PD). Hasil pleno rekapitulasi suara di tingkat kabupaten menyatakan Golkar dan PD meraup suara yang tak kalah signifikan. Masing-masing partai mengklaim 4 kursi di Gedung Tumatenden.

Pertempuran sengit yang bakal tersaji di Pilkada Minut, diakui pengamat politik Taufik Tumbelaka. Menurut dia, Minut memiliki magis tersendiri di setiap momen pesta demokrasi. Dia pun memprediksi, bisa terjadi empat pasang calon (paslon). Itu jika partai besar mengusung sendiri-sendiri. Artinya, kata Tumbelaka, Partai Nasdem mengusung sendiri dengan menggandeng 1 partai yang ada kursi di legislatif. Begitu juga Golkar dan Demokrat menarik 2 kursi di dewan atau Gerindra diajak gabung untuk mengusung. Sementara PDIP mengusung sendiri tanpa koalisi. “Fenomena ini bisa saja terjadi jika masing-masing parpol besar tersebut memiliki figur yang siap. Pastinya kalau itu terjadi, calon atau partai yang memiliki basis massa lebih diuntungkan,” jelasnya, Kamis (9/5).

Dia memastikan Pilkada Minut bakal ramai. Hal itu mempertimbangkan calon yang mulai muncul saat ini. Misalnya dari kalangan pengusaha, politisi dan birokrat. Mereka pasti akan menawarkan diri untuk diakomodir oleh partai. “Legitimasi parpol masih kuat dan kecil kemungkinan akan ada dari jalur independen. Biasanya di Minut figur baru akan mencuri perhatian dengan kapasitas memiliki modal untuk maju bertarung. Ini yang menarik disimak karena biasanya Minut menjadi lumbung para kandidat menunjukan kemampuan masing-masing dalam pesta pilkada,” tandas dia.

Ditambahkan tokoh pemuda Minut Reindy Palar, duel panas bisa tersaji antara PDIP dan Nasdem. “Dua partai ini yang paling kuat. Bisa jadi, Golkar dan Demokrat akan jadi kuda hitam. Perolehan suara di pemilu baru-baru ini, memang bisa jadi referensi untuk pilkada,” kuncinya.

MISI JAWARA PDIP-NASDEM

Sikap partai untuk ‘perang’ di Pilkada Minut 2020, mulai dikumandangkan. Target menguasai tahta kaki Klabat, jadi incaran. Paling nyaring dibunyikan PDIP dan Partai Nasdem.

Adalah Wakil Sekretaris PDIP Minut Jemmy Karongkong. Menurut dia, Pilkada saat ini bukan berbicara lagi mitos tapi menyusun strategi untuk menang. “Buktinya saat pemilu, PDIP menjadi pemenang dan kemenangan itu akan diulangi lagi dalam Pilkada 2020, dengan begitu mitos itu bisa dipatahkan,” tegas Jeka sapaan akrabnya.

Sekarang, menurut dia, partai akan mengusung kader partai. Berbicara kader, ada Joppi Lengkong di Kecamatan Kauditan, di kecamatan Kalawat ada sejumlah pengurus partai Denny Lolong, Berty Kapojos dan Kevin Lotulung (anak dari Adriana Dondokambey). “Kalau birokrat belum masuk bidikan, karena yang kami utamakan kader partai,” beber Karongkong, Kamis (9/5).

Terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem Minut, Winovel Lotulung mengaku, hasil pemilu menyatakan kursi Nasdem naik sampai 500 persen sehingga menjadi lima kursi. Itu sebagai pembuktian. Sebab, dulunya hanya satu kursi. Tentu saja, kata dia, hal tersebut menimbulkan kepercayaan diri bagi Nasdem. “Menatap pilkada, Nasdem siap bertarung siapapun lawannya. Kami siap unjuk kekuatan karena kami target meraih kemenangan,” tandas Lotulung dengan nada optimis.

PDIP ‘AMAN’, NASDEM CS CARI KOALISI

PDIP menjadi partai pertama yang mulus mengusung cakada di Pilkada Minut 2020. Sementara Partai Nasdem, Golkar dan PD, masih butuh ‘suntikan’ energi dari partai lain.

Posisi PDIP aman untuk mengusung cakada. Itu karena hasil pemilu yang baru saja dilewati, PDIP mendapat 9 kursi. Hal ini yang menjadi pemicu partai banteng moncong putih tersebut akan memecahkan mitos dalam Pilkada, sebab sejak awal Pilkada langsung yang digelar tahun 2005 lalu, PDIP belum pernah menjadi pemenang.

Bagi PDIP, siapapun figur yang akan diusung, akan ditentukan partai. Ketua DPC PDIP Minut Denny Lolong mengatakan, masih akan membuat mekanisme survey dan penjaringan calon. “Kita sudah ketahui bersama PDIP dalam melakukan pengusungan calon kepala daerah melalui mekanisme penjaringan, artinya nama-nama yang dianggap memiliki kualitas akan diajak masuk melalui mekanisme survey partai, kemudian setelah mengikuti proses seleksi, siapa calon yang diusung akan ditentukan DPP,” tutur Delon.

Sementara itu, sejumlah partai lain seperti Nasdem, Golkar dan Demokrat masih akan mencari koalisi untuk bisa mengusung. Nasdem 5 kursi yang hanya mencari 1 parpol lagi baru dapat mengusung, tetapi Golkar dan Nasdem yang masing-masing 4 kursi harus mencari 2 parpol lagi.

“Kami Nasdem tinggal mencari 1 partai untuk mengusung calon dalam Pilkada, dan itu sementara dibahas di internal partai,” ungkap anggota dewan Nasdem Fredrik Runtuwene.

“Untuk mengusung calon dalam Pilkada masih akan dibicarakan ditingkat intenal partai, sebab bagi Golkar peta koalisi harus ada untuk bisa mengusung,” tutur Edwin Nelwan, anggota dewan Minut dari Fraksi Golkar.

Begitu juga, Partai Demokrat (PD). “Kami tetap menjalani arahan DPP partai soal pengusungam calon Pilkada 2020 ini. Sebab Demokrat Minut masih mencari formula yang tepat,” ungkap Ketua Demokrat Minut Stendy Rondonuwu.

Di sisi lain, perang antar parpol mulai terendus. Contohnya, Nasdem dan Gerindra. Mereka sudah pasti sulit untuk berkoalisi. Nasdem Minut yang notabene dikendalikan Bupati Vonnie Anneke Panambunan, yang dulunya kader Gerindra, kecil kemungkinanan akan melirik Gerindra untuk koalisi.

Wakil Sekretaris DPC Partai Gerindra Minut Henny Tombeng menyebutkan, Gerindra yang memiliki 2 kursi di dewan, dalam pengusungan calon kepala daerah mustahil akan berkoalisi bersama Nasdem. “Justru siapapun calon dari Nasdem, kami siap kalahkan. Kami juga sedang berupaya mencari koalisi pastinya bukan Nasdem. Sudah ada beberapa partai yang kami target akan mencoba menjalin koalisi dengan menawarkan sejumlah paket calon, intinya kita lihat saja nanti,” tegas Tombeng.

BURSA CAKADA BERTEBARAN FIGUR TOP

Tak sedikit figur-figur yang mumpuni akan bertarung dalam Pilkada Minut 2020 nanti. Dari kalangan pengusaha sejumlah nama akan ikut meramaikan pilkada yakni, Joune Ganda yang dikenal memiliki jaringan luas dan dikabarkan sedang mendekati PDIP untuk menggunakan partai pemenang pemilu itu. Ada juga nama juga Paul Nelwan pengusaha nasional yang sempat digadang-gadang akan kembali maju dalam bursa Pilkada Minut 2020. Iren Golda Pinontoan, istri dari Andrei Angouw ini merupakan srikandi yang disebut-sebut mendapat dukungan dari keluarga besar di Desa Tatelu Minut, dirinya juga merupakan berasal dari Tatelu. Ada juga pengusaha sukses dari Jakarta yang berdarah Tonsea yaitu Erol Dungus, siap bertarung dalam Pilkada. Ada juga keluarga besar Baramuli, yang kemungkinan akan mengusung Merry Baramuli Polii, yang dikenal sebagai pengusaha resor.

Kemudian dari kalangan birokrat, ada nama Joppi Lengkong yang merupakan Wakil Bupati Minut saat ini. Ada juga mantan Bupati Sompie Singal yang dikabarkan akan ikut bertarung dalam pilkada tahun depan. Ada juga Rivino Dondokambey, Asisten I Pemkab Minut yang santer disebut akan maju. Nama lain dari kalangan birokrat yakni Sammy Dondokambey yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pertanahan Minut.

Begitu juga dari kalangan politisi beberapa nama dipastikan bakal meramaikan bursa calon kepala daerah, sebut saja Denny Lolong Ketua PDIP Minut yang dipastikan akan menjadi Ketua Dewan menjadi kans kuat akan dicalonkan. Begitu juga Ketua PKPI Minut Denny Sompie yang merupakan representasi masyarakat Likupang digadang-gadang bakal meramaikan bursa Pilkada. Nama lain yakni Stendy Rondonuwu Ketua Demokrat Minut ini siap maju bila dipercayakan. Dan anak Bupati Minut yang baru saja terpilih menjadi anggota dewan Minut ini, Daniel Mathew Rumumpe dipersiapkan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Vonnie Panambunan.

BUTUH KEMAJUAN YANG NAMPAK

Masyarakat menilai siapapun calon kepala daerah yang diusung Parpol maupun koalisi partai dapat memberikan kemajuan yang berarti bagi daerah. Tokoh Pemuda Minut Welly Mantiri mengatakan, Minut perlu ada kemajuan yang nampak, artinya masyarakat bisa melihat dan merasakan langsung kemajuan itu. “Semoga calon kepala daerah bisa merealisasikan keinginan masyarakat dalam bukti yang nyata bukan janji,” ungkap Mantiri, yang juga pengurus KNPI Minut ini.

Ada juga sejumlah masyarakat menilai calon kepala daerah itu, lebih baik perpaduan pengusaha dan birokrat. “Kalau pasangan bupati dan wakil bupati birokrat dan pengusaha lebih baik. Artinya kalau pengusaha mencari investor yang bisa memberikan pembangunan yang nampak di Minut, yang birokrat mengurus segala bentuk ijin daerah yang tidak ruwet, sehingga perpaduan ini menghasilkan kemajuan bagi daerah,” tutur James L, warga Kecamatan Kauditan.(risky adrian)


Komentar