Kinerja Kepala Desa dan Perangkat Dievaluasi


Boltim,MS

 

Temuan administrasi dan pekerjaan  Inspektorat Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam pengelolaan keuangan Dana Desa (Dandes) dan Alokasi Dana Desa (ADD) 2018 lalu, menjadi catatan penting bagi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Boltim.

 

Kepala Dinas PMD Boltim Slamet Umbola mengatakan, mulai melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala desa dan perangkat. "Dari hasil evaluasi, penyebab utamanya adalah minimnya sumber daya manusia dari aparat desa," kata Slamet.

 

Menurutnya, atas dasar itu ada kemungkinan besaran gaji atau penghasilan tetap (Siltap) Sangadi dan perangkat desa akan di kurangi, karena kinerja tidak sesuai harapan. "Sesuai perintah Bupati, evaluasi kinerja Sangadi dan aparat desa akan diseriusi," ujarnya.

 

Tahun ini lanjutnya, Dinas PMD melalui bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Boltim, berencana akan membuka kembali perekrutan perangkat Desa baru. "Aturan seleksi aparat desa pun sudah dibuat oleh pihak Tapem. Harus diakui minimnya SDM aparat desa di Boltim, karena masih banyak latar belakang pendidikan mereka hanya lulusan paket B dan paket C. Makanya perlu ada perubahan," ungkapnya.

 

Kata dia, menjadi aparat desa minimal harus menguasai perangkat komputer. Karena Saat ini sistem keuangan desa harus melalui komputerisasi. "Di sisi lain, terjadinya temuan berulang ulang di Pemdes,  disebabkan Sangadi mengganti perangkat desa secara sepihak, tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah," jelasnya.

 

Diketahui, saat ini pemberian Siltap  di Kabupaten Boltim, Sangadi sebesar Rp 5 juta, Sekdes Rp 2,450,000 Kaur, Kasih, Kadus Rp 1,750,000 sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 62 tahun 2018. (pasra mamonto).


Komentar