Kelulusan, Siswa Diminta Tidak Konvoi


Manado, MS

Pimpinan Dewan Kota (Pimdekot) Manado Richard Sualang mewanti agar Dinas Pendidikan dan Budaya (Dikbud) Manado mau memperingatkan siswa di setiap Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Manado untuk tak ada iring-iringan usai dinyatakan lulus.

 

Menurutnya, euforia kelulusan itu harus dimanfaatkan untuk lebih mawas diri guna menyiapkan ke jenjang berikutnya.

"Kami menekankan disini, guru-guru SMP di Manado agar memberi tahu siswanya untuk tidak konvoi. Karena kejadian kecelakaan siswa SMK hingga merenggut nyawa belum lama jadi suatu peringatan," kata Sualang, Selasa (14/5) kemarin.

 

Lanjutnya, kepada orang tua murid pun sebaiknya dimintakan melindungi anaknya jika niatan berkendaraan, apa lagi dengan roda dua.

Kelulusan di tingkat SMA/SMK belum lama ini, dimana aksi konvoi terjadi, sampai terjadi kecelakaan di Jalan AA Maramis dengan merenggut nyawa seorang siswi berusia 17 tahun, satu lagi mendapat perawatan serius di rumah sakit. Kecelakaan itu terjadi, sekitar Pukul 24.00 Wita, Senin (13/5).

 

Wakil Ketua DPRD Manado ini, meminta agar pihak sekolah membuat  kegiatan kelulusan yang lebih positif sifatnya.

Menurutnya, berkendaraan roda dua atau motor rata-rata sudah turut dikendarai siswa usia SMP.

 

Dia menyebutkan, di sekolah itu masih merupakan tanggungjawab guru, jadi sudah keharusan mereka diberi peringatan pula.

Tambahnya, adalah wajar jika setiap siswa mengetahui kelulusannya dengan suka cita.

"Selain para guru, peran orang tua sangat penting. Diharapkan ini tidak diabaikan kedua belah pihak," pungkasnya. (devy kumaat)


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Sponsors