Biaya Penamatan di SMA 3 Tondano Dipertanyakan


Tondano, MS

Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 3 Tondano telah berjalan dengan baik. Namun, persoalan kini datang terkait rencana pelaksanaan acara penamatan.

Orang tua siswa yang baru saja dinyatakan lulus di sekolah tersebut mengeluhkan biaya kegiatan penamanatan dari pihak sekolah dimana setiap siswa dibebankan biaya sebesar Rp 350 ribu.

"Jumlah itu bagi kami sangat tidak masuk akal untuk acara penamatan. Ini patut dipertanyakan," kata salah satu orang tua siswa yang meminta identitasnya tak dipublis, Rabu (15/5) kemarin.

Karena menurutnya jika dalam hitungan secara biasa, biaya yang ditetapkan sekolah cukup drastis. Apalagi jumlah siswa yang akan mengikuti penamatan ada ratusan. "Lokasinya bukan di hotel atau tempat mewah, lantas untuk apalagi uang sebesar itu yang dimintakan kepada siswa," tambahnya.

Bahkan dikatakan orang tua yang namanya enggan dipublikasikan, hal itu pernah dikeluhkan ke pihak sekolah. Dan jawaban dari pihak sekolah jika jumlah itu bukan wajib.

Namun anehnya ketika siswa hanya memberikan uang Rp 150 ribu ditolak pihak sekolah. Begitu pula yang dibawah menjadi Rp 250 ribu tetap saja ditolak hingga akhirnya diharuskan membayar Rp 350 ribu baru diterima. "Katanya biaya itu tak wajib tapi kenapa menolak jumlah yang diberikan bukan Rp 350 ribu," kesalnya.

Padahal setiap orang tua harus mengeluarkan biaya lain seperti sewa pakaian yang akan digunakan pada kegiatan tersebut.

Kepala SMAN 3 Tondano Denny Pakasi ketika dikonfirmasi menegaskan jika biaya itu memang bukan kewajiban namun harus dibayar setiap siswa. Apalagi dikatakan Pakasi jika jumlah itu merupakan inisiatif siswa dan kesepakatan bersama sekolah.

"Uang itu untuk kebutuhan yang akan digunakan nanti pada acara penamatan, seperti halnya biaya sewa gedung Wale Ne Tou Tondano, Konsumsi, Foto, Ibadah serta lainnya," jelas Pakasi.(jackson kewas)


Komentar