Faperta Unsrat Didorong Lahirkan Lulusan Profesional

Dies Natalis ke-59 Dihadiri Gubernur


Manado, MS

Komitmen Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado bagi dunia pendidikan dikorek. Institusi ini diharap bisa terus menelurkan lulusan yang profesional.

Tak hanya itu, para sarjana lembaga ini harapannya nanti dapat unggul dan memiliki berkarakter. "Lulusan Fakultas Pertanian Unsrat bisa bersaing di dunia pekerjaan baik dalam negeri maupun luar negeri," kata Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey didampingi istri tercinta Ketua Alumni Faperta Unsrat Manado, Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, saat menghadiri dies natalis ke-59, di Auditorium Unsrat, Jumat (17/5).

Dies Natalis harapannya bisa memperkuat komitmen tersebut. Ditambahkannya, Faperta Unsrat memiliki peran penting terhadap sektor-sektor yang sedang diupayakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. Seperti meningkatkan nilai tambah petani kelapa melalui kerjasama dengan Balit Palma.

"Saya harapkan Balit Palma di Sulut dapat bekerja bersama-sama dalam rangka meningkatkan produk kelapa khususnya yang ada di Sulut. Kemarin saya sudah bicara dengan Kepala, bahwa setiap kabupaten yang memproduksi kelapa misalnya Minut ada eks HGU maka kami akan serahkan kepada Balit Palma sekitar 200 hektar," ungkap Olly.

Menurut Olly, cara tersebut bakal diterapkan di daerah lainnya. "Di Minsel juga ada eks HGU yang kita serahkan juga, Mitra juga ada tanah eks HGU yang sudah habis waktunya dan Pemprov akan mengambil alih untuk diserahkan kepada Balit Palma dan Unsrat untuk pengembangan kelapa ini," sambung Olly.

Lebih jauh, Olly menerangkan, pesatnya sektor pariwisata melalui pertambahan jumlah Wisman yang berkunjung ke Sulut juga dimanfaatkan Pemprov Sulut untuk meningkatkan nilai tambah kelapa dengan memproduksi minyak kepala murni untuk dijadikan oleh-oleh para turis ketika kembali ke negaranya masing-masing.

"Saat ini juga Pemprov sudah memproduksi minyak kelapa murni di rumah produksi yang ada di kabupaten/kota. Pasarnya sudah tersedia yaitu turis yang datang ke Sulut membeli 600 ml minyak kelapa murni sebagai oleh-oleh. Setiap hari ada sekitar 1.000 turis sampai hari ini pulang. Semakin hari semakin dikenal minyak kelapa murni produk dari Sulut. Ini solusi awal yang kita bisa laksanakan untuk peningkatan nilai kelapa yang ada bagi masyarakat kita," imbuh Olly.

Dies natalis ke-59 Faperta Unsrat turut dihadiri Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian RI Fadjry Djufry, Rektor Unsrat Ellen Joan Kumaat dan civitas akademika Fakultas Pertanian Unsrat.

Djufry mengajak, harus bergandengan tangan untuk mendorong kaum milenial untuk memajukan pertanian. Perlu selalu juga berinteraksi dengan perkembangan ekonomi, masyarakat dan politik, karena pertanian tidak berdiri sendiri dan teknologi tidak terjadi secara mandiri.

Sementara Rektor memaparkan tantangan ke depan diperhadapkan pada suatu perjalanan panjang. Bukan hanya perjalanan pendidikan tinggi pertanian tetapi juga perjalanan panjang sektor pertanian di Indonesia.

"Pertanian ditantang untuk melakukan modernisasi, karena dapat mendorong minat masyarakat khususnya generasi muda terhadap dunia pertanian. Namun dengan modernisasi pertanian, profesi petani modern menjadi pekerjaan yang menjanjikan dan dapat di tekuni secara profesional karena tidak melulu mengandalkan otot," pungkasnya.

Rektor berharap Fakultas Pertanian menghasilkan lulusan yang siap pakai, memilikii jiwa technopreneurship yang tinggi, tetapi juga softskill yang mumpuni serta peningkatan kualitas sumber daya manusia," kuncinya. (sonny dinar)


Komentar