Graduation SMK Familia Tampil Elegan Sederhana

Bukan Akhir Tapi Awal


Tomohon, MS

Menyelesaikan rentang waktu selama 3 tahun masa belajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik Sta Familia Tomohon, tidaklah mudah. Banyak hal yang dilalui bersama. Ini juga bukanlah akhir, tapi awal permulaan para lulusan untuk berjuang demi masa depan.

Demikian diungkap Kepala Sekolah, Sr Tetty Sabaria Sitorus JMJ SSi MPd usai kegiatan Graduation Day SMK Familia, Jumat (17/5). Hal penting kata Kepsek, apa yang sudah ditanamkan kepada siswa selama belajar di sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Josep Yeemye ini, hendaklah dipegang teguh. Utamanya ke-9 nilai karakter dasar Yeemye sebagai kunci pembuka untuk memasuki kehidupan bermasyarakat yang lebih luas.

"Ini merupakan modal dasar bagi mereka (lulusan-red) ketika terjun ke dunia usaha dan industri. Apalagi kalau anak-anak melanjutkan le perguruan tinggi. Jadi, yang paling utama adalah karakter para lulusan," ujar Sitorus kepada Media Sulut.

Menariknya, dari sisi berpakaian di graduation ini tidak semeriah dengan sekolah lain. SMK Familia justru tampil biasa-biasa saja. Terpantau, para lulusan hanya mengenakan setelan jas biasa. Sepintas terlihat seperti jas almamater para siswa. Menurut Sitorus, hal ini untuk menunjukan ciri khas dari sekolah kejuruan. Dimana di setiap jurusan, anak-anak diajarkan untuk senantiasa berpakaian yang rapih. Bahkan ketika mereka memasuki dunia pekerjaan.

"Penampilan anal-anak lulusan SMK Familia selayaknya ketika mereka sudah bekerja. Semisal sebagai sekretaris atau pun pegawai di hotel. Intinya, yang mau kami tanamkan, yaitu nilai-nilai kesederhanaan kepada anak-anak," tuturnya.

Sitorus berpesan, alumni memiliki tugas berat di dunia luar sekolah. Anak-anak dituntut harus memiliki kecerdasan, keuletan serta ilmu pengetahuan yang memadai. Hidup di era globalisasi, kecanggihan teknologi dan informasi bisa diketahui dari dalam kamar. Bahkan, arus budaya barat sudah membobol tanggul peradaban lokal yang elok.

"Di situasi ini, anak-anak harus jeli memilah, mana yang baik untuk diterima. Sehingga hal-hal negatif bisa tercampakan. Pegang teguh etika dan ahlak yang luhur. Jangan sampai kalian terseret oleh arus budaya perusak nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi agama dan negara," pungkas Sitorus. (hendra Mokorowu)

 


Komentar

Populer Hari ini






Sponsors

Daerah

Sponsors