Cacar Monyet Merebak, Deprov Desak Sterilisasi Pintu Masuk


TANAH air kembali gempar. Merebaknya virus cacar monyet atau monkeypox, jadi pemicu. Nyiur Melambai pun terkena efek khawatir. ‘Sirene’ pencegahan riuh dibunyikan.

Langkah antisipasi tersebut dinilai tepat. Itu karena Sulawesi Utara (Sulut) merupakan wilayah perbatasan. Di sisi lain, Sulut mengoleksi sejumlah pelabuhan dan bandar udara. Oleh pemerintah pusat, bandara dan pelabuhan saat ini mendapat perhatian ekstra  pasca monkeypox merebak.

Sikap kritis didendangkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut. Desakan untuk melakukan sterilisasi di pintu masuk daerah mengencang. Langkah proteksi untuk antisipasi penyebaran cacar monyet di Sulut dipandang tak boleh ditawar. Utamanya memeriksa para pendatang yang masuk dari luar negeri.

"Penyakit ini sudah harus diwaspadai di Sulut. Dinas kesehatan harus membentuk tim terpadu bersama dengan instansi lainnya," ungkap Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut, Fanny Legoh, ketika dihubungi, Senin (20/5).

Dalam pengawasan ini, diharapkan bukan hanya lokasi-lokasi yang secara umum banyak dilalui seperti bandar udara atau pelabuhan. Baginya, perlu juga memproteksi pintu masuk sub lokal yang ada di Sulut. "Itu seperti Belang, Tumpaan,  Kemah, Talaud di Nusa Utara dan Tumpaan harus dijaga. Begitu juga dengan Kema, Talaud harus dijaga. Bukan hanya dinkes (dinas kesehatan) melainkan juga patroli polisi, imigrasi,  angkutan laut dan lainnya," tandas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Dia berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui instansi terkait Dinkes bersama imigrasi juga turut terlibat melakukan sterilisasi di bandara. Rekam kesehatan setiap mereka yang datang dari luar daerah Sulut. "Kalau bisa buat semacam siaga satu mengantisipasi masuknya virus ini di Sulut karena membahayakan. Perbatasan darat Gorontalo Boroko Molibagu mesti ada alat kesehatan di sana untuk memeriksa," tutur Anggota Dewan Provinsi (Deprov) di Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa dan Tomohon ini.

Pastinya, menurut dia, upaya sterilisasi harus dilakukan, baik melalui jalur darat, udara dan laut. "Kita bermohon kepada Yang Maha Kuasa agar kita ini di Sulut terhindar dari bahaya penyakit ini," kunci Legoh.(arfin tompodung)

 


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Sponsors