Sulut Seruhkan Perdamaian


GEJOLAK politik yang terjadi di ibukota pasca penetapan hasil rekapitulasi suara pemilihan umum (pemilu) presiden dan wakil presiden, Selasa (21/5), diharapkan tidak memicu pertikaian. Tekad menjaga persatuan, kesatuan dan perdamaian, harus tetap lestari.

Itu merupakan harapan segenap elemen masyarakat Nyiur Melambai. Diharapkan, semua pihak bisa menerima dengan lapang dada hasil rekapitulasi suara pilpres yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini.

“Ini merupakan keputusan yang harus kita terima bersama, siapapun yang menjadi pemimpin di republik ini harus kita terima dan mendukung program kerja mereka,” terang Wakil Ketua Dewan Kabupaten (Dekab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Abdul Eba Nani, Selasa kemarin.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini tetap optimis jika masyarakat telah dewasa dalam setiap perhelatan Pemilu seperti ini. “Masyarakat kita sudah dewasa dan melek hukum serta pengalaman. Kita harus sadari pemilu itu bukan tujuan, tapi sarana untuk memilih pemimpin maupun legislatif,” ucapnya.

Demikian juga disampaikan Bupati Bolmut, Depri Pontoh. Dia menghimbau agar masyarakat untuk terus menjaga dan memelihara hubungan silaturahmi, terlebih pasca pelaksanaan pesta demokrasi yang belum lama ini digelar. “Tanggalkan dan kuburkan semua perbedaan, pertentangan yang sempat terjadi, karena yang paling penting adalah persatuan, kesatuan dan persaudaraan di daerah untuk mewujudkan Bolaang Mongondow Utara yang berkelanjutan, mandiri, berbudaya dan berdaya saing,” tukas Depri.

Spirit perdamaian dari Bumi Nyiur Melambai juga disampaikan Ketua Generasi Penerus Pejuang Merah Putih (GPPMP) 46 Kabupaten Kepulaun Talaud, Moktar Arunde Parapaga. " GPPMP menghormati hasil pemilu dari berbagai tingkatan. Semua itu sudah berjalan sesuai dengan amanat undang-undang," ucap Parapaga.

Pihak penyelenggara pemilu, menurut dia, sudah melaksanakan tugas dengan tanggung jawab penuh dan tidak ada keberpihakan kepada caleg ataupun partai tertentu. "Kalaupun terjadi intrik-intrik politik, itu hanya berasal dari perseorangan atau tim sukses," tambahnya.

Karena itu, Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Talaud terpilih ini meminta untuk tidak ada lagi bahasa yang manghasut masyarakat. "Tak perlulah ada demo, karena akibat tidak lagi dapat mengontrol diri sendiri, sudah ada yang di tahan karena mengancam mau membunuh presiden, itu kan yang rugi diri sendiri. Presiden Jokowi sudah banyak membangun negeri ini dengan berbagai prestasinya, berikan kesempatan sekali lagi untuk kembali melaksanakan programnya," tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mendorong Indonesia bangkit dan Indonesia bersatu. Kata dia, semangat itu harus terus digelorakan agar upaya-upaya memecahkan bangsa ini tidak terjadi.

"Mari kita menjaga persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa," ajak Olly.

"Masyarakat sudah saya komunikasikan, begitupun dengan semua pimpinan partai telah menerima hasil pemilu di Sulut," sambung politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Dia juga memastikan di Sulut tidak ada ‘people power’ bahkan partai pendukung 02 tidak mengerahkan massa ke Jakarta. "Saya mengajak masyarakat Sulut tetap menjaga persatuan dan kesatuan, fokus kepada pembangunan, kembali bersama mendorong pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tukas Gubernur.(tim ms/ant)


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors