Artis Komudo Ditendang Oknum ASN Pemkot Manado


Manado, MS

Penyanyi papan atas Kota Tinutuan Jane Maringka ketiban sial. Pasalnya, pukulan dan tendangan ke perutnya melayang dari oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado bernama JAS alias Jusuf, sekira Pukul 23:30 Wita, Minggu (19/5) akhir pekan lalu. Penyebabnya, berawal di hal sepele dengan tak mau menghadapi oknum yang dalam keadaan mabuk. Dicurigai sedang mabuk minuman, bahkan diduga mengkonsumsi obat.

 

Ketua Komunitas Musik Manado (Komudo) Sulut Syerly Adelyn Sompotan (SAS) mengatakan, kalau kekerasan ini sudah dilaporkan ke Polresta Manado, Selasa (23/5) lalu dan sedang menunggu selesai prosesnya.

 

"Siapa pun pelakunya, tindakan tak terpuji tersebut harus dipertanggungjawabkan. Dan, proses hukum tetap dijalankan. Saya prihatin dan sekaligus sangat menyayangkan akan kelakuan oknum tersebut," kata SAS sapaan akrabnya, Rabu (23/5) kemarin.

 

Lanjut dia, penyampaian sudah diberikan dan dirasakan bakal jadi pertimbangan sekaligus menggerakan hati Pemkot Manado menindak pelaku yang bermasalah dengan hukum itu.

 

Tendangan fisik yang dilakukan oleh pelaku tersebut, diawali dengan kedatangan oknum di tempat makan yang terdapat korban.

Perlakuan tersebut sampai dilaporkan ke polisi, ketika Maringka menerima perlakuan oknum bernama Jusuf yang diketahui warga Kelurahan Bahu.

 

Pasca kejadian tersebut, sejumlah rekan sejawat Maringka turut mengecamnya dan meminta pelaku penganiayaan tersebut mendapat hukuman setimpal.

Mengenai laporan ke Pemkot dan Dinkes Manado, Wakil Ketua Komudo Dijana Pakasi menyebutkan, kalau hal tersebut sudah dilakukan.

 

Bahkan, balasan balik telah diterima, sembari menyebutkan tembusannya sudah disampaikan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Sudah juga diberitahukan ke Wakil Walikota (Wawali) Manado," ujar Pakasi juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Manado ini.

 

Sementara itu, Bendahara Komudo yang juga legislator Manado Anita de Blouwe mendesak agar pembuatan surat ke Pemkot Manado berupa keberatan atas pelaku kekerasan tersebut.

 

Diharapkan juga agar kedepannya kejadian tak terulang kembali tak datang ke anggota Komudo yang kebanyakan bekerja di malam hari.

"Dengan surat itu, dapat dilihat sikap kita pada sebuah fakta. Meski persetujuan ketua harus diikuti," ujarnya.

 

Namun, perkembangan terakhir, sikap Komudo disepakati, kalau proses yang telah dimasukkan berupa laporan pelaku ke pemerintah, tinggal ditunggu hasilnya.

"Kita menunggu saja seperti apa progress  dan tindakan apa berdasarkan yang telah dilaporkan," ungkap Sekretaris Komudo Oscar P.

Diketahui, sampai kini, desakkan untuk proses hukum dan pemeriksaan dari Pemkot Manado didesak seluruh Anggota Komudo. (devy kumaat)


Komentar

Populer Hari ini




Sponsors

Sponsors