Bawaslu Minsel Kans Dilaporkan

Kasus Dugaan Coblos Dua Kali ‘Kandas’


Amurang, MS

Kabar miring mendera Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Lembaga penyelenggara pemilu ini terancam dilaporkan. Indikasi pemberhentian penanganan kasus tindak pidana pemilu coblos dua kali, jadi penyulut.

Nada ‘warning’ bagi Bawaslu di kabupaten berjulukan Teguh Bersinar dibunyikan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Jaringan Solidaritas Rakyat (JSR) Minsel. JSR gerah karena perkara yang menyeret oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga di Suluun, disinyalir dihentikan tanpa alasan yang jelas. Padahal, sepengetahuan mereka, kasus ini sudah ditangani Bawaslu dan Tim Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Minsel.

Untuk itu, LSM JSR menyatakan siap melaporkan pihak Bawaslu dan Gakumdu Minsel hingga ke Bawaslu dan Gakumdu tingkat pusat. “Pihak kami menduga ada permainan antara Bawaslu dan pihak terlapor, sehingga kasus tersebut sudah dihentikan tanpa alasan jelas. Bahkan, Bawaslu dinilai tutup mulut dan tak bisa mengklarifikasi masalah tersebut kepada publik. Kasus ini dilaporkan tanggal 17 April, dengan bukti-bukti yang sudah lebih dari cukup. Sekarang, kami dengar sudah dihentikan tanpa alasan dari Bawaslu dan Gakumdu Minsel," ucap Ketua LSM JSR Barnas Tuwo kepada koran ini, Kamis (23/5) kemarin.

Pihaknya, kata dia, juga akan menyurat kepada pihak Kepolisian Resor (Polres) Minsel dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Amurang. Itu untuk mempertanyakan perkembangan kasus ini. "Kami akan menyurat ke Kapolres dan Kajari Amurang terkait kasus dugaan tindak pidana pemilu ASN dan warga yang mencoblos dua kali. Kalau tidak ditanggapi, tentu saja kami akan naik sampai di tingkat provinsi maupun pusat," beber Tuwo.

Di sisi lain, Tuwo memastikan akan melakukan aksi demonstrasi damai di Bawaslu dan Polres serta Kejari Amurang. Tujuannya, mempertanyakan kasus ini. "Kasus tersebut benar-benar pidana dan bukti lengkap, jadi kalau benar telah dihentikan, kami akan turun demo di Bawaslu, Polres dan Kejari Amurang," kuncinya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada pihak Bawaslu belum berhasil. Ketua Bawaslu Eva Keintjem, belum memberikan tanggapan terkait kejelasan perkara ini.(serma)

 


Komentar