Jalan Tomohon-Manado ‘Dihadang’ Pembebasan Lahan


Pelebaran jalan Tomohon-Manado terkatung-katung. Teranyar, masalah pembebasan lahan lagi-lagi jadi ‘bottleneck’. Sorotan masyarakat pun kian kencang mengalir.

 

Problem ini untuk kesekian kalinya mencuat dalam reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Kali ini menyembul, saat Wakil Ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut, melakukan reses di Kelurahan Tumatantang  1, Kecamatan Tomohon Selatan, Selasa (21/8).

Masyarakat meminta kepastian tentang kapan pelaksanaan pelebaran jalan ini tuntas. Kondisi jalan Manado-Tomohon dinilai semakin hari sudah sangat padat bahkan berbahaya jika musim penghujan tiba.

 

Merespon hal tersebut, Lumentut menyatakan, belum terlaksanannya proses pelebaran jalan, akibat terkendala pembebasan lahan. Baik yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Tomohon maupun Minahasa. Makanya Lumentut berjanji, bakal melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi, DPRD Provinsi, Kota Tomohon maupun Minahasa dalam menyikapi hal ini.

 

“Kami memahami apa yang dikeluhkan masyarakat. Harus diakui, saya sendiri pun sering mengalami kondisi macet yang panjang, jalan longsor, pohon tumbang dan beragam masalah lain ketika melewati jalan itu,” tegas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulut ini.

 

Lumentut berharap, adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antara Pemkot Tomohon dan Pemkab Minahasa terkait dengan pembebasan lahan. Dirinya berjanji akan mengawal bahkan mendesak agar pelebaran jalan ini menjadi perhatian serius intansi terkait. Baik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulut maupun Balai Jalan Nasional.  (arfin tompodung)


Komentar


Sponsors

Sponsors