Sizzy Lukis Keanekaragaman Sulut di Atas Kain Batik

Dari Sulut Hingga Mancanegara


Laporan : Devy KUMAAT

Era modernisasi dengan berbagai kecanggihan teknologi yang tersaji tak menyurutkan tekad dan semangat para seniman di Tanah Nyiur Melambai untuk berkreasi. Sebaliknya, karya-karya terbaik yang lahir dari tangan-tangan terampil putra putri Sulawesi Utara (Sulut) terus bermunculan. Salah satunya ada sosok Sizzy Matindas, seniman kain batik yang melukiskan keanekaragaman Sulut melalui karya seni bertajuk Batik ‘Bacarita’.

Karya seni ini pada umumnya melukiskan berbagai kekayaan yang dimiliki Sulut dalam motif batik, mulai dari budaya hingga keanekaragaman hayati yang ada. Dalam proses pembuatannya, Sizzy tak buru-buru. Sebelum karyanya dicetak di atas kain batik, dia terlebih dahulu melakukan riset yang mendalam.

"Ide ini dimulai sejak 2014 lalu, saat itu saya mulai mengangkat tema ini. Tapi saya melakukan penelitian terlebih dahulu dengan pendekatan langsung ke lokasi. Termasuk, bertemu dengan orang-orang yang lebih paham budaya lokal yang akan diangkat," tutur Sizzy dalam wawancara belum lama ini.

"Pertama kali terjun itu, saya langsung diajak ke Las Vegas, Amerika, tepatnya di KBRI. Di sana saya mulai membuat motif di atas kain," kenang ibu satu anak itu.

Tema yang dibuat pun beragam. Dia mengaku pernah membuat motif Maengket, rumah panggung khas Minahasa, Selat Lembe Bitung, Tarian Amunse pun Kabela Bolmong, juga kebudayaan di Siau dan Sangihe. "Saya datang langsung ke lokasi kemudian mewujudkan lebih dalam melalui riset baru menggambarkan aslinya," katanya lagi.

Tak hanya budaya, ada pula motif flora dan fauna khas Sulut yang dibuat. Diantaranya rica atau cabe, cengkih, hewan Yaki, dan pemandangan alam yang berlokasi di Sulut. "Karya ini bukan sekedar ruas-ruas garis tapi ada gambar sesuai keadaan sebenarnya sebagai objek utama sehingga memang bercerita," imbuhnya.

Kemampuan Sizzy dalam mengolah batik menjadi karya seni bernuansa lokal sudah cukup dikenal luas hingga di luar Sulut bahkan internasional. Dia pernah diminta menggambarkan lokasi wisata Wakatobi, Lampung, Gorontalo dan lainnya. Sedangkan untuk tur ke luar negeri, dia pernah memamerkan karyanya di Amerika Serikat, negara-negara ASEAN, Yunani dan terakhir di Serbia bersama tim Kementerian Pariwisata Indonesia dan sejumlah pejabat penting di Sulut.

Kesempatan di Serbia itu jadi kegiatan show yang hebat. Sebab usai melakukan peragaan busana, dirinya bersama tim diundang untuk diwawancarai televisi lokal, yakni Prva TV dan Happy TV.

"Dua televisi itu terbanyak penontonnya di Serbia karena tersambung di beberapa negara sekitarnya," ucapnya bangga.

Mengenai proses pembuatannya, isteri tercinta Richard Rotty ini, mengerjakan semua semua hasil karyanya di rumah sendiri. Dia juga mengajak generasi muda di Sulut untuk terus berkreasi dan berinovasi.

"Memunculkan ide kreatif itu sangat mahal, tapi harus diseriusi, tabah juga tekun. Jika sukses tentu akan menambah oenghasilan," katanya. (***)


Komentar