Program LP2B Antisipasi Penyusutan Lahan Pertanian


Kotamobagu, MS

Kota Kotamobagu kini terus berkembang menjadi kota kecil dengan putaran perekonomian yang cepat. Tak hanya itu, ketersediaan lahan pun menjadi korban atas pesatnya pertumbuhan perekonomian. Dimana, lahan untuk pertanian semakin menyusut, dan lahan pemukiman semakin bertambah.

 

Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu. Pasalnya, keberadaan dunia pertanian di Kotamobagu harus dipertahankan di tengah berkembangnya wilayah perkotaan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan (Dispertanak) Kotamobagu, Muljadi Suratinoyo.

 

“Sebagai calon ibu kota provinsi BMR, perkembangan pertumbuhan pembangunan infrastuktur memang sangat pesat, namun kita tetap harus mempertahankan sumber produksi pangan, lewat lahan pertanian,” kata Muljadi.

 

Muljadi menambahkan, saat ini Dispertanak memiliki program khusus yakni Lahan Pertanian, Perkebunan Berkelanjutan atau LP2B. Program tersebut untuk mengantisipasi kian menyusutnya lahan pertanian.

 

“LP2B wajib dimiliki Kotamobagu, dan itu sekira 500 hektar. Tidak bisa, dialihfungsikan atau disentuh lagi,” tegas Muljadi.

 

Sebagai bantuk keseriusan, Pemkot dan DPRD akan duduk bersama untuk membahas antisipasi penyusutan lahan ini.

 

“Kita akan bahas ke dewan, agar akan diberi insentif, agar lahan tetap ada, dan bagi warga sebagai pemilik lahan, bisa mendapatkan pengurangan pajak, sehingga tidak cepat melakukan penjualan lahan,” kata Muljadi.

 

Muljadi pun mengimbau, agar petani tetap mempertahankan sumber produksi pertaniannya.

 

“Ini tentu bersinggungan erat dengan ketersedian pangan, sehingga saya imbau, agar petani tetap semangat, tetap “survive” dan tidak beralihprofesi, dan mempertahankan lahan pertaniannya, walau mengurangnya lahan pertanian juga berdampak pada mengurangnya jumlah Rumah Tangga Pertanian (RTP),” pungkas Muljadi.

 

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kotamobagu, Nurachim Mokoagow mengakui, jika menyusutnya lahan pertanian, akibat alihfungsi lahan pertanian menjadi permukiman, sangat berdampak pada ketahanan pangan.

 

"Tentu, ketersediaan pangan kita harus disuplai dari daerah lain. Itu salah satu dampaknya, makanya kami mengkampanyekan gerakan KRPL,” singkat Nurachim.(yadi mokoagow)


Komentar