MISKINNYA MORAL INDONESIA


Oleh: Lydia Bolang (Fakultas Hukum Universitas De La Salle)

Akhir-akhir ini sering terlihat di lingkungan sekitar, sekolah, bahkan di media sosial terdapat banyak sekali anak-anak dan remaja yang moralitasnya rendah. Contohnya anak-anak kecil mengabaikan permainan-permainan tradisional dan lebih memilih menggunakan smartphone atau tablet dalam mengisi waktu luang, melakukan aktivitas yang dilarang agama seperti berpacaran. Mungkin dahulu lumrahnya orang berpacaran itu di waktu SMA, tetapi sekarang anak SD pun memiliki pacar melangkahi orang-orang dewasa, bahkan anak-anak SMP sudah banyak yang telah memiliki keturunan. Banyak pula anak-anak SMA yang berakhir tragis sebagai pecandu narkoba. Lantas apa kita hanya berdiam diri saja menyikapi hal tersebut?

Orang tua merupakan salah satu faktor menurunnya moral. Dahulu, orang tua banyak memilih jalur kekerasan terhadap anaknya. Bukan tanpa alasan, itu semua hanyalah salah satu metode orang tua dalam mendidik anaknya. Namun akhir-akhir ini muncul berbagai kebijakan baru bahwa kekerasan terhadap anak benar-benar dilarang. Hal ini menyebabkan banyaknya orang tua yang salah mendidik anaknya seperti memanjakan anaknya, memberi apapun yang anak minta, menghajar siapapun yang telah melukai anaknya tanpa mencari tahu apa kesalahan anaknya tersebut, serta membebaskan anak bermain sesuka hati. Itu semua berdampak pada karakter anak yang hanya memikirkan kesenangan saja, sehingga banyak anak dan remaja yang bahkan berani melawan gurunya, melawan orangtuanya, bahkan melawan kodratnya.

Lingkungan juga berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak, sering terjadi orang tua malah menghabiskan uangnya hanya untuk membelikan keinginan sang anak yang benar-benar tidak bermanfaat, hanya karena sang anak/orang tuanya sendiri merasa iri dengan yang diinginkan orang lain. Hal itu menyebabkan terbentuknya karakter anak yang selalu ingin mencoba apa yang mereka lihat. Inilah awal terbentuknya penurunan moral bangsa seperti menjalarnya pergaulan bebas dan narkoba.

Berikut adalah teknologi. Teknologi yang semakin canggih sebenarnya bertujuan untuk memudahkan kehidupan dan memajukan peradaban manusia. Tetapi, hal itu dapat juga memudahkan terjadinya penurunan moral manusia. Sering kali orang tua memberikan gadget kepada anaknya sejak umur yang sangat dini. Hal ini dapat menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat namun juga dapat menjadi sesuatu yang fatal bagi pembentukan karakter bangsa. Jika digunakan sebagai media pembelajaran anak, hal itu dapat menjadi sesuatu yang sangat dianjurkan. Tetapi, kesalahan orang tua adalah dengan memberikan video games yang tidak terpantau dan tidak diberikan batasan penggunaan permainan tersebut, apalagi memberikan akun media sosial pada anak. Oleh karena itulah banyak anak dan remaja yang tidak bisa lepas dari telepon genggam mereka dan memposting hal yang tidak baik serta berkomentar dengan cara yang tidak berpendidikan.

Maka dari itu, terdapat beberapa solusi yang dapat menyelesaikan masalah moral ini, yaitu: Perlu dilakukannya seminar  yang baik dan benar. Mengenai pembentukan karakter anak., perlu ditanamkannya sikap berfikir sebelum bertindak, dengan cara memberikan nasihat mengenai hal-hal yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat pada anak-anak sejak dini., memberikan pembatasan penggunaan gadget  kepada anak. Sedangkan untuk hukuman, hal ini yang telah dihapuskan di negara Indonesia. Sebenarnya masyarakat Indonesia salah mengartikan hukuman, karena kebanyakan mereka menganggap bahwa satu-satu jalan untuk menghukum adalah dengan cara kekerasan. Seharusnya kekerasanlah yang dilarang, bukan hukuman itu sendiri.

"Mengapa saya lebih sering menggunakan kata ‘anak’?" itu karena pembentukan karakter yang baik harus dilakukan sedini mungkin, karena kedewasaan seseorang bergantung bagaimana didikan orang tersebut di masa kanak-kanaknya. Sekian dari penulis, mohon maaf bila ada kesalahan kata. Jangan lupa untuk selalu berjuang menuju Indonesia yang lebih baik! (*)


Komentar