Bacaleg Satu Dapil Hilang, Parpol Ramai Menggugat


Bakal calon legislatif (Bacaleg) satu daerah pemilihan (dapil) dari sejumlah partai politik (parpol) hilang. Fenomena itu tersaji di pertarungan Bacaleg tingkat provinsi. Proses sengketa pun jadi pilihan parpol.

Teranyar, hampir seluruh partai yang bermasalah telah melakukan registrasi gugatan di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut).
Polemik ini karena kuota 30 persen keterwakilan perempuan tak terpenuhi. Itu terjadi ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut memberikan status Tidak Memenuhi Syarat (TMS) kepada bakal calon perempuan.

"Di tingkat provinsi hampir semua partai mencari keadilan," tegas Komisioner KPU Sulut, Yessy Momongan, baru-baru ini, di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, ketika KPU memutuskan Daftar Calon Sementara (DCS), tentu harus jadi panduan. Kalau ada TMS dan partai  inginkan keadilan maka prosedurnya berada di Bawaslu. Apapun keputusan Bawaslu, akan ditindaklanjuti KPU.

"Itu prinsip kami. Kecuali ada petunjuk langsung dari KPU-RI. Ketika partai tidak menggugat berarti tunduk pada putusan KPU," pungkasnya.

Sesuai tahapan diakuinya, ada batas untuk melayangkan gugatan. Hanya saja menurutnya, barangkali ada ketentuan lain dari Bawaslu yang harus ditunduk. Dengan demikian prosedur menyampaikan gugatan itu tidak lagi diikuti.

"Jadi kita sekarang ini mengikuti agenda Bawaslu.  Untuk yang satu dapil hilang masih dalam proses tapi baru selesai PDIP dan Golkar karena mereka yang lebih dulu," ujarnya.

Sesuai informasi yang diterima KPU Sulut, partai lainnya, baru-baru ini, sudah melakukan registrasi di Bawaslu untuk melayangkan gugatan.

"Persoalan ke depan kita tunggu proses sidang. Mekanisme diatur apakah masih bisa atau tidak, ada di Bawaslu. Pastinya kalau Bawaslu memanggil, KPU siap," kuncinya.

Fenomena satu dapil hilang tersebut diketahui akibat adanya bacaleg perempuan yang dinyatakan TMS. Kondisi itu membuat kuota 30 persen perempuan sesuai tuntutan aturan tak bisa terpenuhi. Dampaknya, seluruh Bacaleg di dapil  tertentu  yang diajukan sejumlah parpol ikut terseret TMS. (arfin tompodung)


Komentar