Infrastruktur Penunjang Air Bersih Segera ‘Diremajakan’


Tondano, MS

Guna mengoptimalkan distribusi air minum bagi para pelanggan, manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Minahasa akan segera melakukan pembenahan infrastruktur. Sejumlah mesin pompa dan instalasi penunjang suplai air bersih yang tak layak pakai akan diremajakan. Kepastian itu disampaikan Direktur Utama PDAM Minahasa, Drs Arnold Winowatan, Selasa (11/6).

 

"Untuk tahun 2019 ini, PDAM Minahasa akan mengganti atau bahkan menambah mesin pompa baru di setiap instalasi. Anggarannya sebesar 2 Miliar dan telah ditata melalui APBD Minahasa tahun ini. Jadi pembenahan ini pastinya akan menambah waktu pelayanan suplai air bersih," ujarnya.

Hal itu disampaikan Winowatan untuk menjawab berbagai keluhan masyarakat pelanggan yang sering mengeluhkan kurang optimalnya distribusi air bersih di beberapa wilayah. Sebab diakuinya jika saat ini banyak mesin pompa air yang digunakan usianya sudah tua dan tak layak beroperasi.

"Bahkan jaringan pipa PDAM yang mendistribusikan air bersih di wilayah Minahasa pertama kali dibangun pada tahun 1979 atau sudah berusia 38 tahun. Karena sudah dimakan usia, tak jarang ada pipa yang karatan bahkan sampai bocor hingga air terbuang," katanya.

"Jadi yang akan diganti yaitu alat-alat penunjang yang kondisinya tak layak lagi, misalnya mesin pompa yang sudah berusia 15 sampai 25 tahun dan sering rusak dan tentunya tidak bisa dipaksakan beroperasi lebih," sebut Winowatan lagi.

Selain mesin pompa air, pembenahan juga akan dilakukan untuk semua katup pengatur. "Intinya kita akan perbaiki semua jaringan pipa distribusi. Karena jika tetap bertahan dengan alat lama yang rata-rata kondisinya tua dan sering rusak maka resikonya ada wilayah yang tidak terlayani saat terjadi kerusakan," kata Winowatan.

Memang diakuinya akhir-akhir ini pihaknya sering mendengar banyak keluhan dari pelanggan soal distribusi air yang sering tak lancar. Selain infrastruktur yang tak lagi memadai, Winowatan menyebut jika persoalan itu juga dipicu banyaknya sambungan  langsung melalui pipa transmisi yang mengurangi tekanan distribusi ke pelanggan. Akibatnya ada tempat-tempat tertentu yang distribusinya bahkan tak sampai.

"Dari yang saya sampaikan ini, kompleksitas persoalannya cukup tergambar. Tapi kita bersyukur tahun ini  Bupati dan Wakil Bupati sudah mengalokasikan 2 Miliar yang akan digunakan untuk pengadaan mesin pompa, katup pengatur dan perbaikan mesin pompa yang rusak. Jadi ini akan sangat membantu kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat pelanggan," ujarnya lagi.

Selain itu, di tahun 2019 ini ada program peningkatan kapasitas instalasi di Desa Paleloan, Tondano Selatan oleh Balai Cipta Karya Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Rencananya akan ada peningkatan kapasitas instalasi dari 40 l/detik ke 100 l/detik.

"Pihak Balai Cipta Karya juga akan melakukan penggantian pipa transmisi keliling Tondano pada tahun 2020 nanti. Selain itu dua mesin pompa yang rusak di instalasi Paleloan sedang dalam perbaikan di Jakarta. Intinya ini akan sangat membantu kelancaran distribusi air kedepan," sebutnya lagi.

Winowatan mengatakan, pihaknya juga sudah berkordinasi dengan Dinas PUPR Minahasa untuk mensinergikan kebutuhan infrastruktur jalan. Disamping itu akan ada pemasangan fasilitas listrik di setiap instalasi yang masih mengandalkan penggunaan genset dengan biaya relatif lebih mahal.

"Intinya akan ada banyak upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan suplai air bersih, dan tentu kami berharap kedepan nanti persoalan-persoalan distribusi air akan teratasi," tandasnya.

Winowatan juga memberi apresiasi kepada petugas PDAM yang terus bersemangat bekerja, baik dalam menagih retribusi maupun memperbaiki tanpa kenal waktu. "Kepada masyarakat khususnya pelanggan PDAM Minahasa, kami mohon bersabar dan bantu doakan kami dalam melakukan perbaikan-perbaikan infrastruktur sehingga kedepan tak ada persoalan lagi," ungkapnya. (jackson kewas)


Komentar