Sitaro dan Sangihe Kans Buka Rekrutmen CPNS


Gerbang penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 kans terbuka di Nusa Utara. Sinyal itu menguat di dua daerah, masing-masing di Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Sangihe. Peluang itu kian melebar seiring pemenuhan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih jadi prioritas utama pemerintah di dua kabupaten tersebut.

 

Tak hanya CPNS, khusus di Kabupaten Sitaro, rekrutmen akan dibuka juga untuk jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Hal tersebut sesuai dengan keputusan MenPAN-RB Nomor 12 Tahun 2019, Tentang Kebutuhan Aparatur Sipil Negara Tahun Anggaran 2019. Keputusan tersebut, dalam rangka memenuhi kebutuhan ASN secara bertahap guna mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien.

Sekretaris Daerah Sitaro, Drs Herry Bogar MM, ketika dikonfirmasi mengatakan saat ini pemerintah daerah memang tengah melakukan kajian terkait usulan rekruitmen CPNS dan P3K. "Karena ini harus sesuai dengan kebutuhan. Apalagi dalam edaran tersebut tercantum jelas, khusus untuk pemerintah daerah, usulan kebutuhan ASN Tahun 2019, harus memperhatikan ketersediaan anggaran dalam APBD dengan prinsip Zero Growth," terang Bogar, Rabu (12/6).

Dalam edaran itu juga dijelaskan, dalam hal penyusunan formasi, alokasi di daerah ASN mendapat porsi 30 persen. "Sisanya akan diprioritaskan untuk P3K," imbuhnya.

Hal serupa disampaikan Bupati Sitaro Evangelian Sasingen SE. Kata dia, di tahun 2018, dari total 250 formasi yang diusulkan pemerintah daerah, hanya 199 yang disetujui, sedangkan dari hasil seleksi 181 yang lolos sebagai ASN.

"Tahun ini kita berpeluang kembali melakukan rekrutmen, sebab total kebutuhan pegawai di Sitaro mencapai 4.056, sedangkan jumlah ASN saat ini 2.451, termasuk 181 ASN baru. Itu berarti kita masih membutuhkan sekira 1.608 pegawai," kata Bupati menjelaskan.

Peluang rekrutmen CPNS dan P3K di Sitaro memang cukup besar jika mengingat belanja pegawai saat ini memang masih di bawah atau 32,95 persen. Dengan menelan anggaran sekira Rp. 210 Miliar dari total APBD tahun berjalan. "Pastinya, berapa nanti jatah penerimaan CPNS dan P3K yang disetujui. Kita tetap mengapresiasi sebab kebutuhan pegawai di Sitaro memang cukup tinggi," kuncinya.

Alasan yang sama disampaikan Pemerintah Kabupaten Sangihe. Rekrutmen CPNS dimaksudkan untuk menambah armada perangkat daerah dalam mengoptimalkan jalannya roda pemerintahan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Sangihe Steven Lawendatu menyebut bahwa pihaknya telah berkonsultasi dengan KemenPAN-RB terkait penerimaan CPNS ini. "Penjelasan dari Menpan sendiri khususnya Deputi SDM Aparatur, akan ada rapat evaluasi terkait bagaimana prosedur perekrutan CPNS 2018. Nah salah satu persyaratan apakah kita akan membuka rekruitmen CPNS 2019 adalah, CPNS 2018 harus diikut diklatkan terlebih dahulu, kalau istilah dulu prajabatan sekarang yaitu latihan dasar," kata Lawendatu.

Diakuinya juga bahwa sudah ada surat dari Menpan ke Kabupaten/Kota, untuk segera mengsusulakan formasi untuk perekrutan tahun 2019. "Untuk formasi yang diusulkan tersebut diantaranya guru, tenaga kesehatan, umum dan ditambah formasi P3K," ujar Lawendatu.

Sedangkan untuk persentasinya ada juga surat dari Menpan yang telah diedarkan. "Memang ada perubahan presentasi yaitu 70 persen untuk tenaga honorer sedangkan 30 persen itu untuk umum," sebut dia.

Dia berharap, penerimaan CPNS 2019 ini akan terealisasi dan segera dilaksanakan. "Mudah-mudahan bulan September sampai Oktober tahun ini. Karena dari MenPan menyebutkan setelah libur lebaran akan ada rapat koordinasi terkait penerimaan CPNS tahun 2019," tandasnya. (haman/erick)


Komentar