Kasus Curas di Tondano Bergulir ke Kejaksaan


Tondano, MS

Satuan Reskrim Polres Minahasa meelimpahkan kasus pemerasan dengan kekerasan atau pencurian (Curas) ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari), Selasa (11/6).

"Tersangka dan barang buktinya telah dilimpahkan," kata Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK melalui Paur Humas Aipda Reynol Wowor.

 

Kasus ini menyeret keterlibatan CW alias Chris, EM alias Erlangga, NW alias Novel dan AU alias Arsel dengan dugaan melanggar Pasal 365 ayat (2) Ke-2 KUH Pidana atau Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUH Pidana Jo Pasal 55 KUH Pidana .

Kronologis kejadian itu Jumat 6 April lalu sekitar pukul 16.30 Wita di di Café Teras Tondano Kelurahan Roong, Kecamatan Tondano Barat.

Ketika itu para pelaku melihat sebuah mobil dengan nomor polisi DB 1057 CL sedang parkir di depan Café Teras Tondano. Kemudian para tersangka mengunakan aplikasi Mataelang untuk  mengecek apakah kendaraan tersebut menunggak angsurannya.

Setelah dicek ternyata menunggak, pelaku Erlangga pun menghubungi Arsel untuk mengecek status kendaraan itu ke  PT First Finance dan benar ada tunggakan 2 bulan. Mendapat dokumen dari Finance, para pelaku masuk ke Café Teras menemui korban Migel Tuwaidan.

Selanjutnya mengajak Migel keluar cafe dan menyuruh untuk membuka kap mobil mengecek nomor seri kendaraan. Usai itu para pelaku mengatakan kepada korban bahwa akan menarik mobil tersebut. Namun korban tidak setuju dan tak mau memberikan mobil tersebut serta langsung menelpon orang tuanya guna menyelesaikannya di Tomohon.

Ketika akan beranjak ke Tomohon, pelaku Angga menyuruh korban dan temannya naik di mobil lain yang dikemudikan Chris. Dalam perjalanan, tiba-tiba lelaki Erlangga membelokkan mobil kearah yang lain. Dan mobil yang dikendarai oleh Chris didalamnya ada korban dan temannya tetap mengarah Tomohon.

Tapi tiba-tiba mobil beralih arah ke Tonsea dengan alasan menjemput anggota polisi untuk sama-sama menyelesaikan masalah di Tomohon.

Tetapi mobil terus melaju ke Airmadidi, bahkan disana korban diturunkan dan diminta mengambil barangnya secara paksa.(jackson kewas)


Komentar