Indisipliner, 58 PNS Mitra Dilapor ke BKN


Ratahan, MS

‘Taring’ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) menajam. Aksi tak pandang bulu dalam penegakkan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), terbukti. Sekira 58 ASN resmi dilaporkan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Indispliner jadi penyebab.

Informasi yang diperoleh, puluhan abdi negara itu dilaporkan karena ketidakhadiran dalam apel perdana usai liburan panjang, pekan lalu. Walhasil, usai dilaporkan pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mitra kepada pihak BKN, para ASN ini harus rela Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), dipotong sebanyak 20 persen.

“Yah mau dibilang apa. Aturan harus ditegakkan,” tegas Kepala BKPSDM Sartje Taogan, kemarin.

Menurut dia, 58 ASN tersebut merupakan staf disejumlah satuan kerja yang tersebar di Mitra. “Tak ada pejabat eselon. Semuanya staf pegawai pada beberapa satuan kerja,” beber Taogan.

Sedangkan, pelaporan ketidakhadiran para PNS tersebut sudah dilaporkan pihaknya kepada terkait di pemerintah pusat, BKN. “Sudah-sudah. Itu sudah dilaporkan kepada pemerintah pusat sesuai instruksi. Dan kami sudah menyampai-nyampaikan kepada segenap ASN untuk dapat menaati perintah apel perdana tersebut,” jelas Taogan.

Mengenai pemotongan TKD, dikatakan Taogan, merupakan anjuran dari pemerintah pusat dalam pemberlakuannya. “Jadi, punishment pemotongan TKD juga dilakukan berdasarkan anjuran dari pemerintah pusat. Dan itu diserahkan kepada pihak pemerintah daerah. Jadinya kita memotong TKD PNS bersangkutan sebanyak 20 persen. Uang pemotongan tentu dikembalikan ke kas daerah,” tukasnya.

Dia pun kembali mewarning para ASN di Mitra agar dapat mematuhi aturan-aturan terkait kepegawaian, agar tidak menemui kendala dikemudian hari. “Salah satunya itu, disiplin pegawai. Sebab kita bekerja pada koridor yang telah diatur dan ditetapkan melalui aturan-aturan yang diberlakukan. Mudah-mudahan saja kedepan tak ada lagi tindakan-tindakan indispliner yang ditimbulkan,” pungkas Taogan.(recky korompis)


Komentar