UKIT Bersatu Tuai Respon Warga


Ratahan, MS

Upaya penyatuan Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) dari kalangan internal yayasan menuai respon positif dari berbagai kalangan masyarakat. Mereka menilai penyatuan UKIT yang menjadi salah satu kebanggaan warga Sulawesi Utara (Sulut), sudah saatnya dilakukan sedari sekarang.

Alasannya, pendidikan sangatlah penting bagi setiap generasi yang ada agar dapat memberikan sumbangsih pembangunan yang besar bagi daerah dan bangsa. “Upaya ini perlu diberikan apresiasi. Dan kita warga GMIM tentu sangat mengharapkan hal ini dapat segera terealisasi,” ujar Kiki Manengal salah satu tokoh pemuda GMIM di Mitra, kemarin.

Hal sama disampaikan tokoh pemuda GMIM lainnya, Jendry Kawulusan. Menurut dia upaya penyatuan UKIT yang turut mendapatkan andil dari pihak pemerintah maupun para alumnus UKIT sendiri akan sangat berpengaruh terhadap proses penyatuannya. “Ini sangat baik. Dan kita perlu terus menggumuli hal ini agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Artinya diterima oleh pihak-pihak terkait didalamnya,” ujar Kawulusan.

Disatu sisi, keberadaan status mahasiswa yang memilih melanjutkan studi di universitas tersebut pun diharapkan akan mendapatkan kejelasan mengenai status kependetaannya. “Ini penting karena menjadi tongkat estafet kepelayanan secara menyeluruh di lingkup GMIM. Sebab akan sangat berdampak ketika statusnya dipertanyakan. Kami rasa, upaya pihak-pihak terkait maupun pihak pemerintah patut diberikan apresiasi, disamping doa dari warga Sulut khususnya GMIM dalam penyelesaian masalah UKIT,” ujar Neil Gara tokoh pemuda GMIM lainnya di Mitra.

Mereka pun berharap apa yang telah diupayakan sekarang akan dapat memberikan hasil positif bagi kemajuan pendidikan GMIM, sekaligus menjadi refleksi ulang tahun pekabaran injil dan pendidikan kristen yang baru saja lewat. “Viva GMIM,” tukas ketiganya secara terpisah.

Dilain pihak kalangan masyarakat pun seakan disinari harapan besar terkait upaya rekonsiliasi melalui proses penyatuan UKIT tersebut. “Tentu saja kami sangat berharap masalah UKIT tak lagi muncul ke permukaan. Masalah siapa yang akan memanajemen maupun menjadi pimpinan struktur di UKIT sebentar, dapat diatur sedemikian rupa dan dapat menghindari celah yang dapat dimanfaatkan oknum-oknum tertentu yang ingin memecah belah UKIT,” tukas Priska Pandaleke salah satu dosen pengajar akademi di Sulut asal Mitra. (recky korompis)


Komentar