Harga BBM Miangas Tinggi, ‘SPBU Kompak’ Diproyeksikan


Polemik Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Miangas masih bergejolak. Penerapan satu harga dinilai cuma wacana. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) pun bereaksi. Program Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak’ jadi pilihan solusi.

 

Sejak lama, perbedaan harga BBM melanda wilayah kepulauan di Provinsi Sulut. Apalagi wilayah kepulauan di Bumi Nyiur Melambai ini, terletak di utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berbatasan dengan Filipina. Sulitnya distribusi seperti di Miangas, memicu harga BBM  naik. Itu kemudian menjadi tidak meratanya harga di Miangas dengan daerah lain di Sulut. Menyadari itu, Gubernur Olly Dondokambey akan berjuang agar masyarakat di wilayah kepulauan bisa menikmati BBM satu harga. SPBU Kompak bakal diterapkan kepemerintahan ini.

 

"Gubernur melalui Pemprov (Pemerintah Provinsi) akan berjuang untuk diadakan SPBU Kompak. Gubernur akan meloby agar SPBU Kompak hingga perbatasan," kata Kepala Biro (Karo) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sulut, Franky Manumpil, Selasa (28/8) kemarin.

 

Menurutnya, pengoperasian SPBU Kompak ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. Mobilitas masyarakat nanti akan semakin tinggi namun lebih efisien yang berdampak pada pergerakan ekonomi yang lebih cepat. "Dan itu akan membuat semua wilayah termasuk di kepulauan harga BBM jadi satu harga," pungkasnya.

 

Diketahui, BBM Kompak merupakan program pemerintah untuk wilayah yang masuk kategori Terluar, Terdepan dan Tertinggal atau disingkatnya (3T). Dengan harga BBM yang sama dengan kota besar, diharapkan akan mendorong perekonomian masyarakat setempat karena dapat memperoleh BBM satu harga.

 

Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud  menagih janji pemerintah untuk menerapkan BBM satu harga di wilayah kepulauan, khususnya di Pulau Miangas. Sejak tahun lalu, janji percepatan penerapan BBM Satu Harga di wilayah perbatasan seakan palsu, hanya sampai wacana. Alasannya, hingga kini masyarakat Pulau Miangas masih membeli BBM jenis premium dengan harga Rp20 ribu per liter. (sonny dinar)

 

 


Komentar