Dugaan Penyeludupan BBM Dari Sangihe ke Sitaro, Pemprov Didesak Bertindak


Tahuna, MS

 

Wilayah kepulauan di ujung Nyiur Melambai kembali gempar. Dugaan penyeludupan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium terendus. Perbedaan harga dinilai jadi penyulut.

 

 

 

Aroma persoalan ini tercium di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Disinyalir, penyelundupan premium dari Sangihe ke Sitaro marak terjadi. Itu karena harga premium di Sitaro berkisar Rp15 ribu bahkan jika langka bisa mencapai Rp 25 ribu per liternya.

 

Realita itu ditengarai membuat oknum-oknum tergiur untuk menyelundupkan BBM. Teranyar, oknum pelaku menggunakan berbagai modus. Misalnya, menyalahgunakan rekomendasi dari Bagian Ekonomi serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) atau mengubah tempat penyimpanan minyak di mobil yang mereka pakai agar banyak menampung BBM atau dengan cara-cara lainnya.

 

 

 

Hal itu tak ditampik Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemkab Kepulauan Sangihe, Johanis Pilat. Kepada harian ini, dia membenarkan indikasi penjualan BBM jenis premium di Kabupaten Sitaro yang berasal dari Tahuna.

 

“Kuat besar dugaan kami bahwa BBM jenis premium dibawa ke Sitaro. Tapi untuk membuktikannya ini yang kami belum bisa,” tandasnya.

 

Setelah berkoordinasi dengan Kabag Ekonomi Sitaro, kata Pilat, dijelaskan tentang realita di sana (Sitaro). “Ada beberapa kecamatan dengan terang-terangan mereka menjawab bahwa BBM mereka itu berasal dari Tahuna,” aku Pilat.

 

Dia pun mengakui telah melakukan rapat bersama dan sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut untuk menyelesaikan masalah ini.

 

“Untuk itu kami telah melakukan rapat bersama dengan pemprov terkait masalah ini. Bersama dengan Kabag Ekonomi Sitaro, akan memonitor bahkan mengidentifikasi titik penurunan BBM itu telah kami sepakati. Ada dua titik yang akan terus dipantau,” kunci Pilat.(rindu makikui)


Komentar