Bimtek Disoal, Legislator Sulut Disorot


AGENDA Bimbingan Teknis (Bimtek) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) dicibir. Gelaran program di ujung masa periode dinilai tak lagi berdampak positif. Para wakil rakyat pun ditantang untuk buat laporan per semester.

Nada kritis itu mencuat mempertimbangkan masa jabatan DPRD Sulut periode 2014-2019 yang akan segera berakhir. Namun, lembaga legislatif di Bumi Nyiur Melambai ini, masih menggelar bimtek. Bahkan, kegiatan itu terbuka bagi semua anggota DPRD Sulut, baik yang masih terpilih maupun tidak lagi menjabat pada periode selanjutnya.

“Yah begitulah karakter anggota dewan. Semaunya mereka untuk membuat kegiatan yang sudah tidak ada lagi dampak yang positif bagi masyarakat,” nilai Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut, Jericho Pombengi, Selasa (18/6).

Oleh sebab itu, Akademisi Fisipol Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini merekomendasikan setiap anggota dewan untuk membuat laporan kinerja. Entah dilakukan di setiap semester atau per tahun. “Karena selama ini baik eksekutif maupun judikatif semuanya telah membuat laporan kinerja termasuk dosen setiap semester,” tegas Pombengi.

Upaya ini perlu dilakukan dalam rangka mengukur sejauh mana kinerja para anggota dewan. Utamanya dalam menjalankan fungsi legislasi, budgeting dan pengawasan. “Rekomendasi ini lahir dari kita sebagai akademisi. Ini sangat perlu dan penting,” jelas dia.

“Tinggal good will dari anggota dewan terhormat. DPRD harus berkualitas,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bimtek ini diketahui sempat menuai tanggapan kritis dari Anggota DPRD Sulut. Periode para legislator yang akan berakhir jadi pertimbangan. Penyelenggaraan Bimtek bagi anggota dewan yang tinggal 3 bulan berakhir masa jabatan dipandang tidak lagi relevan. Baiknya kegiatan itu diperuntukkan bagi mereka yang akan memulai masa jabatan untuk periode yang baru. Program ini pun diusul supaya dipindahkan ke bulan Oktober.

“Kalau tanya ke saya secara pribadi lain tapi kalau tanya ke saya mewakili DPRD itu beda lagi. Secara lembaga DPRD, kalau yang lain masih rasa perlu walau akan selesai bagaimana? Tapi kalau pendapat pribadi saya, memang ibu tidak hebat untuk menguasai semuanya namun ini Bimtek tidak tepat untuk dilakukan di waktu yang tinggal 3 bulan lagi,” tandas Anggota DPRD Sulut, Felly Runtuwene, baru-baru ini.

Tidak perlu lagi dilakukan Bimtek, sebab menurut dia,  sudah sangat menggantung dengan waktu yang tinggal 3 bulan. Ia mengusulkan supaya menunggu selesai masa tugas kemudian dilakukan. “Kan ini akan berakhir, kalau mau bimtek Oktober tanggal 10 saja. Kan tanggal 9 September kurang lebih itu pelantikan. Yang baru (anggota dewan periode baru, red) itu yang perlu. Tinggal 3 bulan kok. Kebanyakan duit mereka. DPRD ini kebanyakan duit, sudah tidak tahu buat apa jadi Bimtek,” kuncinya.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Sulut Bartolomeus Mononutu menyampaikan, pelaksanaan Bimtek di Jakarta mulai tanggal 17 sampai 20 Juni 2019. Ia berharap, mereka berangkat tanggal 17 kemudian melakukan ‘check in’. “Tanggal 20 balik. Saya tidak tahu apa mereka akan hadir terserah mereka, yang penting kita sudah undang sesuai dengan dana yang tertata,” terangnya.(arfin tompodung)


Komentar