Diteror Gelombang Pasang, Perairan Sitaro Rawan


Kondisi perairan di wilayah Siau Tagulandang dan Biaro (Sitaro) kembali labil. Gelombang pasang kerap meneror aktifitas melaut. Keselamatan nelayan terancam. Tak heran, upaya preventif langsung ditempuh pemerintah. Seruan waspada dilontarkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro, Bob Wuaten ST menyebut faktor kondisi cuaca yang tak menentu jadi pemicu situasi ini. Untuk itu dirinya mengimbau seluruh masyarakat, utamanya yang berprofesi sebagai nelayan, agar menghindari potensi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Bukannya tidak boleh (melaut, red), tapi sebaiknya lebih mawas diri, karena cuaca akhir-akhir ini cenderung membuat gelombang pasang. Ini membahayakan keselamatan kita," ujarnya, Senin (1/7).

Memang, pintu pendapatan masyarakat kepulauan, lanjut dia, berasal dari kekayaan laut yang melimpah di Sitaro. Namun nelayan juga wajib mempertimbangkan keselamatan serta mengutamakan kelangsungan hidupnya.

"Berlayarlah atau mencari ikan di saat kondisi cuaca memungkinkan, kalau tidak jangan dipaksakan," ucapnya lagi.

Wuaten menyadari bahwa koordinasi bersama antar instansi penting untuk lebih ditingkatkan. “Supaya komunikasi dengan masyarakat berjalan lancar sehingga dalam kondisi terburuk sekalipun ada langkah-langkah strategis yang bisa dilakukan nantinya,” tandasnya.

Sementara itu, Handri Bogar, salah satu nelayan asal Desa Mini, Kecamatan Sibarut, mengaku jika dirinya memang sedikit khawatir untuk melaut apabila cuaca memburuk. "Namun mau bagaimana lagi, sebab ini merupakan pekerjaan utama saya, apalagi ini kebutuhan hidup sudah cukup tinggi," tuturnya.(haman palandung)


Komentar