JOKOWI: SULUT BINTANG BARU PARIWISATA INDONESIA

Apresiasi dan Suport Terobosan OD-SK


Manado, MS

Gebrakan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw (OD-SK) dalam mengembangkan sektor pariwisata, berbuah manis. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di bumi Nyiur Melambai terus membludak.

Terbukti, sejak era kepemerintahan OD-SK, angka turis asing yang berkunjung ke Sulut telah menembus jutaan orang. Alhasil, Sulut kini menjadi provinsi kedua setelah Bali, yang paling diminati wisman.

Tak heran, capaian itu mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Malah, orang nomor 1 di nusantara itu tak sungkan-sungkan menyebut Sulut, sebagai The Rising Star Pariwisata di Indonesia. Maklum kondisi itu telah ikut memacu gairah perekonomian daerah.

Penyematan julukan Sulut sebagai bintang baru yang bersinar terang dalam pariwisata nusantara itu, didendangkan Jokowi lewat akun media sosial (medsos) facebook resminya, sebelum lepas landas menuju Bandara Sam Ratulangi Manado, Kamis (4/7) kemarin.

"Lepas landas menuju Manado. Pagi ini untuk kunjungan kerja di Provinsi Sulawesi Utara, provinsi ‘the Rising Star’ dalam sektor pariwisata Indonesia," tulis Jokowi.

"Empat tahun terakhir Provinsi Sulawesi Utara ini mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisata hingga 600 persen. Saya kesana  hendak meninjau infrastruktur pendukung pariwisata itu," sambungnya pada postingan tersebut.

Postingan Presiden Jokowi itu pun mendapat respon positif dari puluhan ribu netizen, utamanya masyarakat Sulut. Presiden Jokowi sendiri tiba di bandara Sam Ratulangi sekitar pukul 11:40 Wita. Kedatangan Jokowi didampingi Ibu Negera Iriana Joko Widodo, disambut Gubernur Olly bersama istri Rita Maya Dondokambey dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Saat di bandara, Jokowi langsung mengecek kondisi bandara Sam Ratulangi. Menurutnya, fasilitas bandara merupakan salah satu penunjang sektor pariwisata yang vital. Dalam kunjungannya di Bumi Nyiur Melambai, Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan sejumlah pejabat pemerintah pusat lainnya.

 

BANDARA SAM RATULANGI AKAN DIPERLUAS

Tekad pemerintah Provinsi Sulut untuk mengembangkan sektor pariwisata dipastikan akan semakin bergairah. Itu menyusul kebijakan Presiden Joko Widodo untuk memperluas Bandara Sam Ratulangi Manado.

Angin segar bagi masyarakat Sulut itu disampaikan Presiden Jokowi, kala meninjau Bandara Sam Ratulangi Manado, Kamis (4/7) kemarin. Itu setelah Presiden memantau lokasi yang sebagai tempat perluasan bandara sekaligus mendengar pemaparan data mengenai proyek perluasan bandara oleh Direktur Operasi Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose.

“Pertama, terminal di sini kita lihat memang sudah tidak mencukupi lagi apabila yang ingin datang (wisman, red) kita terima semua. Kedua, runway-nya juga masih kurang panjang apabila pesawat berbadan lebar ingin turun di Manado,” papar Presiden menjelaskan kondisi bandara Sam Ratulangi selepas melakukan peninjauan.

Kunjungan wisatawan asing ke Kota Manado selama beberapa tahun belakangan dinilai terus meningkat dan telah mendongkrak tingkat penerbangan internasional. Permintaan akan perluasan bandara juga telah disampaikan para agen perjalanan wisata dan konsumen.

“Oleh sebab itu sudah kita perintahkan agar segera dibangun terminal yang baru. Itu akan dimulai nanti bulan September ini dan akan diselesaikan Agustus 2020,” kata Presiden.

Program perluasan Bandara Sam Ratulangi sebagai pendukung industri pariwisata Sulawesi Utara direncanakan akan menjadikan terminal bandara yang semula seluas 26.000 meter persegi menjadi 56.000 meter persegi.

“Perluasan itu diperkirakan akan dapat melayani hingga 6 juta penumpang per tahun dari yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 juta orang per tahun,” ungkapnya.

Bersamaan dengan perluasan bandara tersebut, pemerintah juga akan membangun sekaligus membenahi kawasan-kawasan wisata yang ada di sekitarnya.

“Kita juga akan masuk ke produknya. Pembangunan-pembangunan yang berada pada kawasan-kawasan wisata yang ada di sini ini juga paralel harus segera selesai. Oleh sebab itu saya ke sini untuk mengecek satu-satu biar terintegrasi,” ujar Presiden.

Disinggung wartawan soal wisman yang masuk ke Sulut, mayoritas dari Tiongkok, Jokowi menyebut itu lebih karena jarak yang lebih dekat. “Tidak ada pemilihan segmentasi wisman. Itu karena disini paling utara, jadi hanya 4 jam saja dari sana (Tiongkok, red),” katanya. “Itu tergantung target pasar (Menarik wisatawan, red). Setiap provinsi beda-beda,” sambungnya.

Ia pun sempat menyentil soal keterbatasan hotel di Sulut yang masih dikeluhkan wisatawan. “Banyak yang minta hotel di tambah. Cuma tata ruangnya belum memungkinkan. Kalau investor ada.  Itu akan segera dicarikan solusinya,” ungkap Jokowi.

Infratruktur pendukungnya juga akan dibangun. “Seperti terminal oleh Angkasa Pura, Runway dari PU, jalan lingkar PU,  dan infastruktur pendukung pariwisatanya juga dari PU,” ulasnya.

Tak hanya dari kementerian, pemerintah daerah juga harus berpatisipasi aktif. “Semua kementerian ikut, Angkasa Pura ikut, Gubernur ikut, nanti Bupati dan Wali Kota juga ikut bersama-sama. Ini kalau enggak diintegrasikan enggak akan selesai-selesai padahal turisnya sudah ingin berbondong-bondong ke sini,” lugasnya.

Ketika terlaksana, Presiden berharap agar perluasan Bandara Sam Ratulangi tersebut dapat semakin meningkatkan industri pariwisata Sulawesi Utara. “Sekjaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan transportasi udara yang lebih baik,” tandasnya.

Pembangunan Bandara Samratulangi dengan total Rp700 Miliar dengan total luas 56.000 Meter persegi itu juga akan melayani 7 penerbangan internasional seperti Singapura, Guangzou, Changsa, Tianjin, Shanghai, Naning,  dan Xi’an.

 

DUKUNG PENGEMBANGAN WISATA KEK TANJUNG PULISAN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey juga meninjau rencana pengembangan kawasan pariwisata yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (4/7) kemarin.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengatakan bahwa pengembangan KEK untuk memajukan pariwisata dan perekonomian daerah memerlukan kesinambungan dan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta.

“Kita ini turisnya yang mau ke sini itu banyak dan akan semakin banyak kalau kita siap. Oleh sebab itu, perlu kerja yang terintegrasi antara pemerintah daerah baik kota, provinsi, kabupaten, dan pusat. Harus sambung semua,” ujar Jokowi.

Dalam hal pengajuan wilayah untuk KEK Tanjung Pulisan masih ada persoalan dan pengambilan kebijakan yang membutuhkan koordinasi antara berbagai pihak untuk dapat segera diselesaikan.

Untuk itu dalam kunjungannya kali ini, Presiden hendak memastikan bahwa semua kendala yang ada dapat segera teratasi. “Ini mau kita selesaikan biar investasi itu langsung datang. Kalau enggak rampung-rampung, payung hukumnya enggak selesai-selesai, ya enggak akan mulai-mulai,” tuturnya.

Ia pun memastikan pemerintah akan memberikan dukungan penuh dan investasi berupa pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata di Sulawesi Utara. “Contohnya, perluasan terminal bandara Sam Ratulangi di Manado, pelebaran jalan menuju lokasi wisata, dan pembangunan jalan tol yang akan memudahkan wisatawan menuju lokasi,” katanya.

Pun begitu, Presiden mengingatkan, seiring dengan peningkatan wisatawan yang datang ke Sulawesi Utara dan KEK Tanjung Pulisan, maka diperlukan ketersediaan sarana akomodasi yang mampu menampung arus wisatawan yang bertambah.

“Di Sulawesi Utara butuh tambahan hotel banyak sekali. Yang menyampaikan itu maskapai dan biro perjalanan. Banyak sekali yang ingin datang ke sini. Tapi di sini ada yang sudah siap, ada yang belum siap. Ini pemerintah pusat ingin membackup hal-hal yang belum siap tadi,” ucap Jokowi.

Di sisi lain, untuk mendukung upaya pemerintah tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan bahwa pihaknya memerlukan partisipasi dari masyarakat. Masyarakat disebutnya memainkan peranan penting dalam penciptaan budaya dan kebiasaan yang ramah terhadap wisatawan sehingga para pendatang merasa nyaman untuk berwisata di tempat itu.

“Yang berkaitan dengan budaya. Budaya bersih, budaya senyum, budaya melayani, dan tentu saja yang berkaitan dengan misalnya hal-hal yang kecil seperti urusan restoran dan kebersihan toiletnya. Ini tidak mudah. Ini pekerjaan besar,” ujar Presiden.

Ia juga meminta kepada pemerintah daerah, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, untuk merencanakan atraksi wisata yang rutin sehingga Sulawesi Utara memiliki agenda wisata yang terjadwal dan layak untuk dikunjungi wisatawan mancanegara.

“Pemerintah daerah dan Kementerian Pariwisata membuat annual event yang pasti. Jadi orang ke sini itu ada terus yang ditonton. Minimal setiap minggu itu harus ada. Sabtu-Minggu ada tontonan. Di sini kan banyak tontonan budaya entah di Manado atau KEK-nya,” pungkasnya.

Diketahui, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey telah menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 219a Tahun 2018 tentang Penetapan Pelaksanaan Peninjauan Kembali Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Nomor 1 tahun 2014 tentang RTRW Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2014-2034.

Tersedianya 15 materi teknis rencana Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi (RTR KSP) yaitu, RDTR dan PZ KEK Tanjung Merah Bitung, RDTR dan PZ Kawasan Pengembangan Bandar Udara Sam Ratulangi.

Kemudian, RTR KSP Kawasan Koridor Pantai Pesisir Utara (PANTURA), RTR KSP Kawasan Koridor Bitung–Kema–Airmadidi dan RTR KSP Kawasan Global Hub Port/Pelabuhan Internasional Bitung (IHP) dan di Pulau Lembeh.

Lalu RTR KSP Kawasan Koridor Pantai Pesisir Selatan (PANSELA), RTR KSP Kawasan di Sekitar Taman Nasional Bunaken, RTR KSP Kawasan Area Panas Bumi di Lahendong, dan RTR KSP Kawasan Kampung Jawa di Tondano.

Selanjutnya RTR KSP Kawasan di Sekitar Cagar Alam Tangkoko Batu Angus, RTR KSP Kawasan Pecinan di Manado, RTR KSP Kawasan Kampung Arab di Manado,  RTR KSP Kompleks Lodji Tondano di Minahasa, RTR Kawasan Aerotropolis Pulau Lembeh dan RTR Kawasan Sekitar KEK Bitung. (sonny dinar)

 

 

 


Komentar