Hadapi Tantangan Kompleks, Polri Diminta Benahi SDM

Olly Bacakan Amanat Presiden di HUT Bhayangkara ke-73


Laporan: Sonny Dinar

Derap langkah kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memantik asa. Di momen Hari Bhayangkara ke-73, harapan itu membuncah. Mulai dari masalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM) hingga strategi pendekatan ke masyarakat.

Harapan itu tertuang dalam Amanat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang dibacakan Gubernur Olly Dondokambey, saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-73, di halaman Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (10/7) kemarin.

Pembacaan amanat itu di hadapan peserta upacara yang terdiri dari pasukan Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).  Jokowi meminta Polri, pertama tentang meningkatkan SDM di tubuh Korps Bhayangkara. Ini dalam rangka menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin beragam.

Kepala Negara itu juga meminta, Polri mengedepankan strategi proaktif dan preventif dengan pendekatan dan tindakan humanis kepada masyarakat. “Ketiga, terus tingkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah dan cepat,” ucap gubernur membacakan amanat presiden.

Presiden Jokowi juga berharap, Polri mengangkat profesionalisme dan transparansi dalam penegakan hukum. Sekaligus memberikan rasa adil kepada masyarakat.

“Terakhir, perkuat koordinasi dengan TNI, kementerian lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat, dalam memelihara keamanan dan ketertiban sosial,” tegasnya.

Presiden tak lupa mengapresiasi  kerja keras, pengabdian, pengorbanan, dan perjuangan tanpa pernah mengenal lelah, yang ditunjukkan personel Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Situasi keamanan dalam negeri sepanjang tahun 2018 dan 2019 terpelihara dengan baik. Polri dan TNI telah mengamankan seluruh perhelatan internasional yang diselenggarakan Pemerintah, yaitu Asian Games, Asian Para Games, serta IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Polri dan TNI juga telah mengamankan penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018 dan Pemilu Tahun 2019, sehingga terselenggara dengan aman, damai, dan demokratis,” ucapnya.

Seluruh agenda kemasyarakatan juga dapat terselenggara dengan aman, mulai dari perayaan Natal 2018, Tahun Baru 2019, sampai dengan Ramadhan dan Idul Fitri 2019. “Polri juga turut terlibat aktif dalam penanggulangan bencana yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air,” imbuhnya.

Tak hanya itu Polri juga telah mengungkap berbagai kejahatan, mulai dari kejahatan konvensional, kejahatan lintas negara seperti terorisme, perdagangan narkotika, perdagangan orang, dan kejahatan siber. “Juga kejahatan berimplikasi kontinjensi seperti konflik sosial, kerusuhan massa, dan unjuk rasa anarkis, sampai dengan kejahatan terhadap kekayaan negara seperti illegal logging, illegal fishing, dan tindak pidana korupsi,” paparnya.

Begitu juga dalam pengelolaan organisasi, Polri telah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan selama 6 tahun berturut-turut.

Dengan berbagai capaian tersebut, kinerja Polri dalam memelihara keamanan dalam negeri terus mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat. Tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat.

Pun demikian capaian  itu diminta tidak membuat institusi Polri cepat berpuas diri. “Itu harus dijadikan menjadi motivasi dan inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandas Presiden Jokowi seperti dibacakan Gubernur.

Upacara peringatan HUT Bhayangkara dihadiri, Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto, Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang, segenap Forkopimda Sulut bersama isteri, Pejabat Pemerintahan dan Swasta, Pensiunan Polri, tamu undangan serta peserta upacara yang terdiri dari pasukan Polri, TNI serta PNS Polda Sulut.(*)

 


Komentar