‘GURITA’ MASALAH DERA PROYEK JALAN NASIONAL DI TOMOHON


  • Gubernur Diminta Turun Tangan
  • BPJN XV Manado Diduga Abaikan SOP

 

Tomohon, MS

Reaksi keluh terlontar dari masyarakat Kota Tomohon. Lambatnya perbaikan jalan dan talud di sekitar jembatan Kakaskasen yang ambruk imbas cuaca ekstrem beberapa waktu yang lalu, picu sederet persoalan. Selain kemacetan, dampak kerugian dialami Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tomohon, karena kerusakan jaringan pipa akibat longsoran material.

Kekhawatiran berbagai stake holder masyarakat Kota Bunga cukup beralasan. Itu karena ruas jalan ini (Manado-Tomohon) merupakan jalur kedua terpadat di Sulawesi Utara (Sulut) setelah Manado-Bitung. Artinya, sirkulasi barang maupun jasa setiap hari baik yang masuk atau ke luar dari Kota Tangguh, melintasi jalan poros ini. Fenomena penumpukan kendaraan yang sering terjadi mengakibatkan tersendatnya pergerakan barang dan jasa. Di sisi lain, Tomohon dalam waktu dekat ini akan menggelar iven bertaraf dunia yakni Tomohon International Flower Festival (TIFF). Jika perbaikan jalan dan talud tak kunjung selesai, tentu bakal berefek negatif bagi kegiatan akbar tersebut.

Pengamat pemerintahan dan kemasyarakatan Kota Tomohon Boaz Wilar menduga, terjadinya kelambatan pembangunan talud dan jalan oleh pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XV Manado itu, karena tidak mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP). Seharusnya, menurut dia, SOP berlaku berkaitan dengan besaran volume pekerjaan. Logikanya, jika volume pekerjaan kecil tentu percepatan pekerjaan pasti akan cepat selesai. “Ini sudah berbulan-bulan tak kunjung selesai dan terkesan terbengkalai. Di sini, perlu adanya evaluasi terhadap pelaksana proyek dari BPJN. Kami berharap pekerjaan yang panjangnya tidak sampai 50 meter segera dituntaskan,” tandas Wilar, Rabu (10/7) kemarin.

Ia pun meminta Gubernur Sulut Olly Dondokambey turun tangan, dalam menggenjot proyek tersebut. Karena, gubenur selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah bisa berkoordinasi dengan BPJN, agar proyek ini segera dirampungkan. “Sudah pasti jika sampai bulan Agustus tidak selesai, ditengarai akan menghambat para pendatang atau wisatawan yang akan menyaksikan TIFF 2019. Padahal, TIFF juga merupakan salah satu produk Pemkot Tomohon dalam mendukung program Pemprov Sulut menjadikan pariwisata sebagai leading sektor,” urainya.

Selanjutnya, Wilar menambahkan, sudah saatnya PDAM Tomohon melakukan komplain atas pembangunan talut dan jalan ini. Sebab, sesuai pemantauan, terjadi kerusakan pada jaringan pipa yang mendistribusikan air bersih ke wilayah Tomohon Utara. “Sering pipa pecah karena material jatuh. PDAM juga harus ikut mendorong percepatan pembangunan supaya tidak merugi,” saran Wilar.

Terkait hal itu, Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Tomohon Marthen Gosal, ikut membenarkan. Menurut Gosal, sudah sekira lima kali jaringan pipa di lokasi proyek ini putus. “Imbasnya, masyarakat mengeluh karena sirkulasi air tidak berjalan normal atau mengalami gangguan. Ada pipa yang model lama pecah karena dijatuhi material. Jadi waktu kena batu pecah. Beda dengan kualitas pipa yang digunakan sekarang,” aku Gosal saat dikonfirmasi kemarin.

Gosal juga berharap agar proyek tersebut segera diselesaikan. “Karena sudah terlalu lama. Mohon ini disikapi khususnya oleh pihak BPJN XV Manado,” lugasnya.

Sementara itu, pihak BPJN XV Manado belum berhasil dikonfirmasi terkait pembangunan jalan dan talud di sekitar jembatan Kakaskasen ini.(victor rempas)

 


Komentar