Hadapi Pilkada, Dewan Takutkan Program Prioritas ‘Mandek’


Manado, MS

 

Kekhwatiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) membuncah. Realisasi 7 prioritas utama dari Aggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Provinsi ditakutkan tak maksimal. Bakal mulainya tahapan awal pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 di September mendatang jadi penyebab.

 

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut, Ayub Ali Albugis menyampaikan, harapannya karena APBD Perubahan tidak begitu banyak, sehingga ada 7 prioritas oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey untuk diselesaikan. Di antaranya seperti kemiskinan, pendidikan dan kesehatan. “Saya harap itu tercover di KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas dan Plafon Anggaran) khusus perubahan. Karena melihat dari plafon anggaran dari Rp4 triliun sekian, itu dipotong belanja tidak langsung Rp2,3 triliun. Sisa belanja langsungnya Rp1,8 sekian triliun sekian,” ungkapnya, baru-baru ini, di tempat kerjanya.

 

Artinya menurut dia, potongan belanja tidak langsung itu karena ke depannya akan dibebani juga dengan rencana kerja seperti pilkada 2020. Di dalamnya yakni penganggaran untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pegawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Dengan demikian dikhawatirkannya, 7 program prioritas akan terganggu perealisasiannya karena anggaran belanja langsung tinggal Rp1,8 triliun. “Jadi saya khawatirkan  7 program itu tak tercapai karena akan terbebani Rp300 sekian miliar akan terkuras (Dana KPU, red). Berarti sisa Rp1,8 triliun. Dana Rp1,8 triliun ini bagaimana kita akan mengcover seluruh program-program yang ada prioritas utama, apa yang dibutuhkan,” ujar Anggota DPRD Sulut di Komisi III ini.

 

Jadi baginya, kegiatan pilgub maupun 7 prioritas utama gubernur  Sulut, kedunya sangat penting. Semuanya perlu mendapatkan anggaran. “Pilgub adalah bagian yang harus kita laksanakan karena masanya sudah habis. Ini sudah ada anggaran yang diluncurkan ke sana. Karena pihak KPU mempunyai program di September ada perencanaan. Mudah-mudahan pilgub sukses, program OD-SK (Olly Dondokambey dan Steven Kandouw) sukses yang penting rakyat senang jangan sampai miskin terus,” kuncinya. (arfin tompodung)

 


Komentar