SPENSA Raih Sekolah Ramah Anak Terbaik di Indonesia


Nama Kota Bunga kian mekar di pentas nasional. Prestasi membanggakan di dunia anak dan pendidikan kembali ditorehkan, Selasa (23/7) malam. Penghargaan Sekolah Ramah Anak Terbaik di Indonesia Tahun 2019 yang diberikan kepada SPENSA (Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu) Tomohon, jadi pemantik.

 

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Daerah (Dikbudda) Kota Tomohon, Dr Juliana Dolvin Karwur MKes MSi mengatakan, ini hasil yang luar biasa. Prestasi ini patut disyukuri. Menurutnya, raihan penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia (RI) tersebut haruslah menjadi barometer. Utamanya, bagi seluruh sekolah di Kota Pendidikan. Tentunya dalam upaya memberikan keamanan dan perlindungan terhadap anak siswa.

 

"Selain menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, sekolah juga harus jadi tempat nyaman bagi peserta didik. Sehingga anak-anak sebagai masa depan bangsa dapat tumbuh menjadi manusia-manusia berkarakter baik. Sudah pasti prestasi di bidang akademik dan non akademik akan mengikuti," kata Karwur kepada Media Sulut, Rabu (24/7) malam.

 

Atas penghargaan tersebut pula, Kadis Dikbudda Tomohon mengapresiasi Menteri PPPA RI, Prof Dr Yohana Yambise. Apresiasi tinggi pula diberikan Karwur kepada Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman SE Ak Ca (JFE) yang senantiasa perhatian terhadap dunia pendidikan dan anak-anak didik. Ungkapan yang sama juga dialamatkannya buat Kepala Dinas PPPA Kota Tomohon, dr Olga M Karinda atas bimbingan selama ini.

 

"Secara spesial, saya ucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah (Kepsek) Drs Jantje Mangore MPd bersama bapak ibu guru SPENSA Tomohon," pungkas Karwur.

 

Saat dihubungi Media Sulut, Kadis PPPA Olga Karinda menyebut, intinya bukan penghargaanya. Akan tetapi, metode pengasuhan anak yang baik menjadi hal utama. Kuncinya, anak-anak layak sekolah, tempatnya aman, metode pengasuhan serta sistim pembelajaran ramah.

 

Diakuinya, sejak Tahun 2018, pihaknya intens melaksanakan kegiatan sosialisasi Kota Layak Anak (KLA). Tapi itu bukan karena untuk lomba. Menurutnya, kegiatan Dinas PPPA untuk memberi pemahaman soal KLA kepada semua pihak. Temasuk di dalamnya ada sekolah-sekolah, Puskesmas, bahkan perangkat-perangkat daerah dilatih soal konvensi anak.

 

"Kami mengapresiasi SPENSA Tomohon yang mendapat penghargaan dari Menteri PPPA RI. Sekolah ini punya cara tersendiri dalam mengolaborasi sistem kurikulum pendidikan dengan metode pengasuhan anak," ujar Karinda.

 

Kadis PPPA berharap, prestasi tersebut dapat dipertahankan. Kalau bisa, sekolah lain juga akan mendapat prestasi yang sama. Hal terpenting asa dia lagi, semua elemen masyarakat di Kota Sejuk semakin gencar menyosialisasikan tengang Kota Layak Anak. (hendra mokorowu)

 


Komentar