7 Calon Legislator Minahasa Terancam

Hari Ini Batas Akhir Pemasukan LHKPN


Tondano, MS

Deadline pemasukan tanda bukti penyerahan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) bagi calon legislator di Minahasa masuk ambang batas. Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberi waktu hingga hari ini, pukul 24.00 Wita. Langkah wakil rakyat terpilih menuju panggung pelantikan kans terjegal jika tak memenuhi syarat tersebut.

Informasi yang dirangkum, hingga Minggu (28/7) kemarin masih ada 7 calon anggota DPRD terpilih di Kabupaten Minahasa yang belum memasukkan tanda bukti penyerahan LHKPN. "Yang diterima petugas kami di sekretariat baru 28 calon anggota DPRD, berarti masih ada 7 yang belum memasukkan," kata pimpinan KPU Minahasa, Kristoforus Ngantung, kemarin.

Ditanya siapa saja calon legislator tersebut, Ngantung masih enggan membeber. "Soal nama dan dari parpol apa belum bisa kami sebutkan soalnya masih ada waktu hingga besok (hari ini, red) sampai jam 12 malam. Jadi kita masih menunggu, kecuali hingga batas waktu habis dan tidak juga dimasukkan maka akan kita umumkan nama-nama yang dimaksud," jelasnya.

Ngantung menjelaskan, tenggat waktu pemasukan tanda bukti penyerahan LHKPN adalah paling lambat 7 hari setelah tahap penetapan anggota DPRD terpilih. "Kita melakukan pleno penetapan itu pada Senin 22 Juli, jadi dihitung 7 hari maka batas akhir besok (hari ini, red),"  tandasnya.

Tanda bukti penyerahan LHKPN akan jadi ‘tiket’ terakhir bagi 35 anggota DPRD terpilih menuju tahap pelantikan. Aturannya, bagi calon yang tidak memasukkan maka tidak akan direkomendasikan ke pihak pemerintah, dalam hal ini Gubernur Sulawesi Utara, untuk dilantik.

"Tak ada LHKPN maka sama saja dengan bunuh diri, meski sudah ditetapkan tapi tak bisa dilantik. Aturannya memang seperti itu," ujarnya.

Pihak KPU, kata dia, telah memberikan pemberitahuan secara resmi kepada 7 calon yang dimaksud. "Kita sudah mengingatkan sekaligus menyarankan agar dokumen tersebut secepatnya dimasukkan sebelum tahapannya berakhir, supaya tidak menimbulkan masalah," pungkas Ngantung. (jackson kewas)


Komentar