Sungai Buyat dan Paret Tercemar Fecal Coliform

Dampak dari Saluran Pencernaan Manusia dan Hewan


Foto: Pasra Mamonto

Tutuyan, MS

Kondisi alam Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kian menghawatirkan. Dua sungai di daerah ini dinyatakan tercemar. Keberadaan bakteri Fecal Coliform jadi penyebab.

Fakta itu dirilis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Hasil tersebut berdasarkan uji laboratorium oleh Water Laboratory Nusantara (WLN) Manado. Sungai Buyat dan Paret disebut positif tercemar bakteri Fecal Coliform. "Baru Sungai Buyat dan Paret yang ada hasilnya. Yang lain masih memunggu pemeriksaan pihak laboratorium," tutur Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boltim Reza Pahlevi, kemarin.

Ia menjelaskan, bakteri Fecal coliform merupakan kelompok bakteri yang berasal dari saluran pencernaan manusia dan hewan. "Dampak serangan bakteri ini, seperti diare, disentri, typhus dan cholera. Sehingga, air sungai yang tercemar tidak boleh dikonsumsi oleh warga," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan uji kualitas sumber air bersih yang digunakan masyarakat Desa Kotabunan dan Bulawan bersatu. "Kami masih menunggu hasil uji sampel air baku Kotabunan dan air PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kotabunan. Kemungkinan hasil sampel keluar pekan depan," katanya.

Sementara, Kepala DLH Boltim Sjukri Tawil menjelaskan, bakteri Fecal Coliform di Sungai Buyat jauh di atas baku mutu air yang ditetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. "Saya harapkan warga lebih waspada dan menghindari untuk mengonsumsi air di Sungai Buyat," ujar Tawil. (**)

 

 

 


Komentar