OKTOBER, PEMERINTAH TERIMA CPNS

Setop Rekrutmen Guru Honorer


Jakarta, MS

Publik Tanah Air kembali sumringah. Hasrat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali terbuka lebar. Bulan Oktober mendatang, pemerintah pusat akan membuka lowongan sekira 100 ribu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Teranyar, rekrutmen abdi negara di penghujung tahun 2019 ini, diprioritaskan pada profesi guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis profesional lainnya. Sementara, profesi tenaga admnistrasi tidak akan direkrut tahun ini.

Hal itu dibenarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin. "Kami akan merekrut 100 ribu CPNS dan 75 ribu P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) untuk seluruh Indonesia. Itu pada bulan Oktober mendatang," terang Syafruddin di Hotel Bidakara, Selasa (30/7) kemarin

Menurut dia, rekrutmen CPNS dan P3K kali ini tetap memprioritaskan profesi guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis profesional lainnya. “Tenaga kesehatan tetap menjadi prioritas karena 75 persen puskesmas di Indonesia kekurangan dokter. Adapun profesi guru juga dibutuhkan lantaran sebanyak 52 ribu guru PNS pensiun tahun ini,” terang mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) itu.

Sebelum resmi membuka pendaftaran, kata dia, Kemenpan RB sedang rapat koordinasi untuk menyusun formasi yang dibutuhkan pemerintah pusat dan daerah. Pasalnya, rekrutmen pegawai akan berpengaruh terhadap anggaran.

Sebelumnya, Syafruddin mengakui, pemerintah pusat dan daerah masih membutuhkan sekira 254.173 ASN. Kebutuhan ASN di tingkat pusat mencapai sekitar 46 ribu yang terbagi atas 23 ribu PNS dan 23 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sementara di tingkat daerah, masih dibutuhkan 207.748 ASN.

"Pemda masih membutuhkan 62.326 PNS dan 145.424 PPPK untuk guru dan tenaga kesehatan," kata Syafruddin. Sesuai arahan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), rekrutmen PPPK sudah bisa dimulai setelah 17 Agustus.

PEMERINTAH HENTIKAN REKRUTMEN GURU HONORER

Penerimaan CPNS akan dilaksanakan pada bulan Oktober. Untuk itu, pemerintah pusat telah menyetop rekrutmen guru honorer.

Demikian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. "Tadi Pak Menpan (Syafruddin) juga menyampaikan untuk menghentikan pengangkatan guru honorer," ungkap Muhadjir di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/7).

Guru honorer yang ingin menjadi PNS, kata Muhadjir, bisa mengikuti rekrutmen CPNS tahun ini. Rekrutmen tersebut terbuka bagi tenaga honorer maupun yang baru lulus. Guru honorer juga bisa mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Ditambahkan Muhadjir, ASN guru akan diprioritaskan dalam seleksi CPNS maupun PPPK. Pasalnya, selain untuk menghentikan seleksi guru honorer, keberadaan ASN guru juga untuk mengisi kekosongan guru-guru yang pensiun. "Dan mengangkat guru karena disebabkan penambahan jumlah sekolah," kunci dia.

PEMDA DI SULUT SAMBUT POSITIF

Rencana rekrutmen CPNS bulan Oktober mendatang, langsung disikapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Untuk mencukupi kebutuhan ASN di wilayah kepulauan ini, Pemkab telah mengusulkan sekira 821 formasi CPNS.

"Yang kita butuhkan saat ini memang 821 CPNS, sebab berapa tahun moratorium membuat kita masih kekurangan PNS, apalagi banyak yang pensiun, jadi itulah yang kita usulkan ke Kemenpan-RB," terang Wakil Bupati Drs John Palandung MSi, Selasa kemarin.

Lebih lanjut, Palandung menjelaskan, prioritas ASN yang akan direkrut adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kompetensi sebagai guru, tenaga medis dan teknis profesional. “CPNS tetap akan direkrut yang memiliki tenaga teknis profesional, guru, dan dokter kesehatan, karena 75 persen puskesmas di seluruh Indonesia kekurangan dokter. Lalu ada 52 ribu guru yang akan pensiun sehingga prioritas itu juga. Dan untuk disabilitas akan tetap mendapatkan jatah 2 persen dari total yang direkrut,” terang Palandung.

‘CPNS JANGAN PROTES KALAU DITEMPATKAN JAUH’

Rekrutmen CPNS tahun 2019 telah mendapat titik terang. Oktober mendatang, pemerintah berencana merekrut sekitar 100 ribu CPNS. Peringatan pun dilayangkan bagi CPNS yang nantinya lulus seleksi.

Seperti disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK). Ia mengingatkan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tidak protes jika ditugaskan di lokasi yang jauh.

"Jangan Anda ditempatkan jauh lalu protes. Anda harus rela, Anda harus siap bekerja untuk bangsa ini. Anda harus siap kerja keras karena tanpa kerja keras bangsa ini tidak akan maju," tandas JK, belum lama.

Wapres mengingatkan agar CPNS tak hanya disiplin di awal penerimaan kerja. Menurutnya, CPNS harus tetap disiplin dan bekerja dengan serius hingga nanti diangkat sebagai PNS. "Jangan karena baru jadi CPNS Anda hadir, disiplin, tapi begitu diangkat jadi PNS Anda kemudian telat datang, tak disiplin, tak bekerja serius. Harus pertahankan sifat hari ini," tegasnya.

JK berpesan kepada para CPNS agar tidak terlalu bergantung pada pemerintah pusat bila ditugaskan di daerah. Berbeda dengan sistem di masa lalu, menurut JK, saat ini kebijakan di daerah ditentukan oleh aparat di daerah itu sendiri. Ia juga mengingatkan tentang sifat melayani. Hal ini, kata dia, dapat dilakukan dengan memberi pelayanan yang tak berbelit-belit, misalnya percepatan izin administrasi hingga berbagai proses birokrasi di kantor masing-masing.  "Jangan berprinsip kalau bisa diperlambat kenapa dipercepat. Pokoknya kalau bisa dipercepat. Melayani masyarakat untuk maju, tertib, melayani para pengusaha yang beri pekerjaan ke orang banyak," kunci JK.(tmp/cnn/tim ms)

 


Komentar