Bepelitbangda Kaji Budaya Tionghoa Manado


Manado, MS

Pemerintah Kota Manado melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Manado (Bapelitbangda) melakukan kajian tentang budaya Tionghoa Manado. Mengawali proses tersebut, akhir pekan lalu digelar Focus Group Discussion (FGD) di ruang rapat Bapelitbangda.

 

“Sasaran kegiatan ini agar pemerintah kota mendapatkan referensi tentang budaya Tionghoa di Manado dalam bentuk laporan kajian. Laporan ini nantinya menjadi acuan untuk ditindaklanjuti dengan berbagai kebijakan atau laporan lainnya yang sejenis untuk etnik-etnik lainnya yang hidup rukun dan damai di Kota Manado,” terang Kepala Bapelitbangda Kota Manado, Dr Liny Anna Maria Tambajong MSi.

 

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Dr Ivan Kaunang M.Hum menjelaskan, tujuan kegiatan ini di antaranya untuk mendapatkan proses sejarah kehadiran orang-orang Tionghoa di Manado serta aspek-aspek tinggalan budaya Tionghoa yang hidup dan berkembang di Manado sebagai bagian dari identitas Kota Manado

 

“Dari penelitian kita juga bisa mendapatkan laporan yang representatif sebagai hasil kajian berkaitan dengan aspek-aspek kebudayan Tionghoa yang tumbuh, berkembang dan hidup dalam dinamika budaya di Manado. Selain itu, dari hasil kajian ini kita bisa mendapatkan data dan dasar kebijakan yang dapat diprogramkan dalam kegiatan yang bersinergi dengan instansi, dinas atau kelembagaan lainnya,” terang akademisi UNSRAT ini.

 

“Manfaat kegiatan, laporan kajian budaya Tionghoa ini dapat menjadi acuan dalam membuat kebijakan pemerintah kota, khususnya di bidang kebudayaan antar etnik selain pelestarian, pengembangan, perlindungan budaya-budaya lainnya dalam lokus Kota Manado. Outputnya, dapat  tersedianya laporan  atau naskah ketikan yang representatif tentang budaya Tionghoa di Manado,” paparnya.

 

Menurut sejarawan dan budayawan Sulut ini, proses penelitian dan penyesunan laporan penelitian akan dilakukan sampai Oktober 2018 nanti.

 

“Dari persiapan, pengumpulan data, kita akan kerjakan sekitar 90 hari. Nanti, selain saya ada juga Dr Veronica Kumurur MSi, Febry Loho SS, Drs Marthen Rombon MSi, Christo Pua, SS MHum, Rikson Karundeng MTeol, Eka Egeten STeol dan peneliti lain yang akan terlibat dalam tim,” kuncinya.

 

Dalam FGD ini, hadir sejumlah tokoh Tionghoa di Kota Manado, akademisi dan beberapa pejabat terkait, seperti Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya dan Pemerintahan Bapelitbangda, Leidy Sekeon, SPi MSi.(fiena kaaowan)


Komentar