Kejari Minahasa ‘Ditantang’

Berkas Dugaan Korupsi Embung Diseriusi


Tondano, MS

 

Nyali Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa diuji. Perkara dugaan korupsi pembangunan embung atau waduk di Desa Wasian, Kecamatan Kakas Barat, jadi ‘ujian’. Kasus yang menyeret tiga tersangka, salah satunya oknum pejabat teras di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa itu, kembali masuk penanganan serius Korps Adhyaksa Tanah Malesung.

Informasi yang dirangkum Media Sulut, pelimpahan berkas perkara dari penyidik tindak pidana korupsi Kepolisian Resor (Polres) Minahasa ke aparat kejaksaan, berlangsung pekan lalu.

Hal itu turut dibenarkan Kepala Kejari Minahasa, Rakhmat Budiman saat dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Intelejen Noprianto Sihombing, Senin (3/9) kemarin.

Kata dia, berkas perkara dari penyidik Polres sudah diterima pihaknya pekan lalu. "Berkasnya sudah kami terima dan saat ini masih sedang dalam penelitian oleh jaksa," tandas Sihombing.

Berkas perkara yang diajukan penyidik Polres meliputi tiga berkas yang di split dengan tiga oknum tersangka. "Artinya memang ada tiga berkas perkara namun dalam konteks kasus yang sama yaitu dugaan korupsi Embung Wasian," imbuhnya.

"Tapi intinya kita akan periksa dulu apakah unsur materil dan formil sudah terpenuhi atau tidak. Kalau sudah rampung maka proses selanjutnya adalah penyerahan tersangka dan barang bukti dari polisi ke jaksa. Tapi kalau belum lengkap maka kita kembalikan lagi. Prosedurnya memang seperti itu," sambung Sihombing menambahkan.

Menurut dia, proses penelitian tak lama lagi tuntas. Hasilnya akan langsung disampaikan ke pihak Polres Minahasa. “Soal ada kekurangan atau tidak belum bisa diekspos sebelum ada hasil akhirnya. Nanti kita informasikan ke wartawan apabila proses penelitian berkas sudah rampung,” tuturnya.

Diketahui, dugaan perkara korupsi pembangunan embung ini berjalan dinamis. Pasalnya, berkas perkara tersebut sudah berulang-ulang kali dilimpahkan penyidik Polres ke pihak Kejari Minahasa bahkan sejak 2017 silam namun dikembalikan karena dianggap belum memenuhi unsur materil dan formil untuk diproses lebih jauh.

Embung sendiri adalah semacam waduk buatan untuk penampungan air hujan. Fasilitas yang pengerjaannya digarap Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa itu dibuat untuk kebutuhan irigasi pertanian khususnya saat musim kemarau panjang.

Polisi telah menetapkan tiga oknum sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi Embung Wasian. Dua diantaranya merupakan oknum pejabat di Minahasa, yakni RM selaku mantan Kepala Dinas Pertanian Minahasa merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan JT sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Sementara tersangka lainnya berinisial TM, oknum pimpinan sebuah perusahaan kontraktor yang ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan proyek.

“Sebaiknya segera dituntaskan supaya masyarakat bisa tahu persoalan secara jelas. Kan sudah lama  berproses. Ini tantangan buat pihak Kejari Minahasa. Namun, kami sangat optimisi pihak Kejari akan menuntaskannya,” aku tokoh masyarakat Minahasa, Dannie Sumual, Senin kemarin.(jackson kewas)

 


Komentar