MENPAR: TIFF KARNAVAL BUNGA TERBAIK DI INDONESIA

Pilar Pembangunan Pariwisata Nyiur Melambai


Tomohon, MS

Laju pertumbuhan dan tingkat kunjungan wisatawan di Sulawesi Utara (Sulut) naik signifikan. Kondisi menggembirakan itu dipicu gerak masif pemerintah daerah dalam menggenjot sektor pariwisata. Diakui, faktor urgen yang menjadi daya gedor kemajuan ‘leading sector’ ini, yakni komitmen pemerintah menyelenggarakan iven-iven pariwisata.

Misalnya pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) di Kota Tomohon. Agenda tahunan kelas dunia itu, sudah sembilan kali digelar. Untuk Sulawesi Utara (Sulut), TIFF bahkan menjadi karnaval pertama yang sukses mengklaim label internasional oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI). Terbukti pada tahun 2018 dan 2019, TIFF masuk dalam 100 Calendar of Events (CoE) Kemenpar.

Fakta itu membuat popularitas TIFF serta Kota Tomohon, kian menjulang. Beragam pengakuan mengalir deras bagi agenda berbalut bunga yang dihelat di dataran sejuk kaki Gunung Lokon.

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event 2019 Kemenpar RI, Esthy Reko Astuty menyatakan, TIFF merupakan karnaval bunga terbesar di Indonesia. Bahkan, menurut dia, gaungnya bersaing dengan iven serupa di Pasadena, Amerika.  "Ini iven luar biasa yang ditunggu banyak orang. Saya yakin dampaknya besar sekali bagi masyarakat sekitar. Bukan hanya pengusaha hotel dan restoran yang diuntungkan, tetapi juga penyewa kendaraan hingga para petani bunga," aku Astuty, belum lama.

Hal senada dikatakan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Membuka pelaksanaan TIFF ke-9 Tahun 2019, Kamis (8/8), Menteri mengakui, TIFF merupakan karnaval bunga terbaik nasional. Ia bersyukur karena bisa hadir di Tomohon untuk membuka kegiatan ini. “Syukur atas pelaksanaan TIFF. Selamat untuk Tomohon,” ungkap Yahya.

Menurut Menpar, saat ini TIFF dengan agenda utamanya Tournament of Flower (ToF), menjadi ‘trending topic’ nasional. Artinya, kata dia, mata masyarakat nasional dan dunia, sementara tertuju ke Kota Tangguh. “Makanya oleh Kemenpar, TIFF ditetapkan dalam CoE dan untuk tahun 2020 berpotensi masuk lagi. Selangkah lagi ke Top 10. Itu merupakan penilaian curator yang datang,” tutur Yahya.

Menpar juga mengatakan, Sulut kini menjadi destinasi super prioritas. Itu karena Sulut terpilih sebagai ‘The Rising Star’ sektor pariwisata Indonesia dengan merujuk laju pertumbuhan dan tingkat kunjungan wisatawan. Pertumbuhan pariwisata naik 5 kali lipat atau mencapai 518 persen. “Nah, menarik karena Tomohon ikut naik. Karena, kenaikannya mencapai 517 persen. Itu luar biasa, karena hanya berbeda satu dengan provinsi,” rinci Yahya.

“Untuk mendukung kemajuan tersebut, Pak Presiden Jokowi berjanji akan meningkatkan kapasitas Bandara Samratulangi serta infrastruktur jalan tol. Bahkan, tanggal 15 Juli 2019 lalu, presiden mengundang lima gubernur untuk membahas  lima destinasi super prioritas. Antara lain, Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, Labuan Baju dan Sulut,” urainya.

Selanjutnya, Menpar mengingatkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, bahwa tahun 2020 anggaran untuk menunjang kepariwisataan meningkat sangat drastis. Itu karena Presiden Joko Widodo mengharapkan semua fasilitas penunjang harus lengkap. “Untuk Kota Tomohon, kami mempersilahkan untuk mengusulkan kawasan yang luas untuk pengembangan pariwisata. Saya berharap Sulut khususnya Kota Tomohon menjadi destinasi wisata kelas dunia,” lugas Yahya.

Sementara itu, Walikota Jimmy Feidie Eman SE Ak CA (JFE) berterima kasih kepada Menpar Arief Yahya, karena terus mendukung program pariwisata Pemkot Tomohon. Diakui JFE, TIFF sejalan dengan program strategis Kemenpar ‘Pesona Indonesia’ dan program pengembangan pariwisata yang dijalankan Gubenur Sulut. Dengan demikian, Kota Tomohon menetapkan pariwisata menjadi ‘leading sector’. “Itu kami lakukan karena Tomohon memiliki beragam objek pariwisata unggulan. Saat ini juga pemerintah intens melakukan pembenahan di tanah yang dijuluki The Land Of Smiling People,” tutur Walikota Tomohon dua periode itu.

JFE mengapresiasi Kemenpar karena menetapkan TIFF sebagai 100 iven pariwisata terbaik Indonesia. Dia berharap, bisa menimbulkan efek positif bagi usaha ekonomi kreatif yang berujung pada kesejahteraan masyarakat. “ToF merupakan iven utama TIFF. Kegiatan ini digelar setiap tanggal 8 bulan 8. Saya berharap, tanggal ini akan terus ditetapkan,” ungkap JFE.

Ditambahkan Tokoh Kerukunan di Indonesia, hasil evaluasi TIFF dari tahun ke tahun semakin baik. Sehingga, dia berharap, tahun 2020 TIFF akan masuk dalam deretan Top 10 iven pariwisata terbaik Indonesia. Kami sangat berharap,” lugasnya.

Hal senada dikatakan Ditambahkan Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kota Tomohon, Masna Pioh SSos. Pihaknya menargetkan TIFF akan masuk dalam 10 Wonderful Events Indonesia. “Itu menjadi target kami di tahun 2020. Apalagi merujuk commercial value, TIFF telah memberikan dampak besar bagi masyarakat. Itu juga yang diharapkan Pak Walikota dan jajaran pemerintah saat melaksanakan agenda ini,” kunci Pioh. Untuk diketahui, tema TIFF tahun 2019 ini yakni ‘Greatest Love of All’.

MENPAR BUKA TIFF KE-9 TAHUN 2019

TIFF ke-9 Tahun 2019 resmi dibuka Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kamis (8/8). Usai pembukaan, langsung digelar sejumlah iven termasuk Tournament of Flower (ToF).

Mengawali kegiatan ini, Ketua Panitia TIFF 2019 Engelica Tengker mengucapkan selamat datang di Kota Tomohon. Menurut dia, Tomohon merupakan kota yang indah dengan panorama alam yang luar biasa. Di sini, kata Tengker, masyarakat hidup rukun dan damai

“Selamat datang di Tomohon kepada Menpar Arief Yahya, para Duta Besar serta undangan sekalin. Dari Tomohon, kami menyambut dengan baik dengan Greatest Love Of All,” lugas Tengker.

Hal senada disampaikan Walikota Jimmy Feidie Eman SE Ak CA. Orang nomor satu di Kota Religius tersebut, berterima kasih sudah datang untuk menyaksikan TIFF 2019. “Istimewa kepada Menpar Arief Yahya yang sudah hadir di Kota Tomohon. Terima kasih sudah datang untuk membuka kegiatan ini,” ungkap JFE.

Menurut dia, TIFF 2019 mengusung tema ‘Greatest Love of All’. Kegiatan ini digelar untuk mendongkrak atraksi kunjungan wisatawan di Tomohon, Sulut dan Indonesia. “Untuk mendatangkan wisatawan, kami ingin memberi kesan mendalam,” tambah dia.

Selanjutnya, TIFF telah memberikan dampak yang luas bagi perekonomian daerah, provinsi bahkan nasional.”Terima kasih kepada semua pihak yang terus mendukung Pemkot Tomohon dalam pengembangan sektor pariwisata,” tukasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyatakan mendukung penuh kegiatan ini. “Selamat dan sukses untuk TIFF 2019. Pemprov  memberikan apresiasi bagi pelaksanaan iven ini yang dilaksanakan setiap tahun. Setiap tahun pelaksanaanya memicu peningkatan kunjungan wisatawan asing dan lokal. Lewat TIFF, Tomohon dan Sulut semakin dikenal dunia,” tandas Olly.

Diketahui, Menpar Arief Yahya membuka secara langsung TIFF ke-9 tahun 2019. Itu ditandai dengan pemukulan tetengkoren dan pengetukan kolintang. Opening ceremony dihadiri jajaran Kemenpar, para Duta Besar (Dubes) negara sahabat, Gubernur Sulut diwakili Sekretaris Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen, Dubes Filipina yang juga mantan Gubernur Sulut Sinyo Hary Sarundajang (SHS), Forkopimda Sulut dan Kota Tomohon, Putri Pariwisata 2018 Gabriella Patricia Mandolang, perwakilan Museum rekor Dunia Indonesia (MURI), DPRD Provinsi dan Kabupaten/kota, para bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota se-Indonesia, petinggi Polri, TNI hingga jajaran Pemprov Sulut, Pemkot Tomohon serta disaksikan masyarakat Tomohon dan sekitarnya.

32 FLOAT BERTARUNG DI TOF

ToF merupakan agenda utama pada pelaksanaan TIFF ke-9. Tahun ini, ToF diikuti sekira 32 float kendaraan hias. Berbagai inovasi ditampilkan pada float oleh para dekorator. Menariknya, salah satu float dinaiki Menpar Arief Yahya, Walikota JFE serta Ketua Panitia TIFF 2019 Angelica Tengker. Diketahui, Sebagai juri pada kegiatan ini antara lain, Karen Tambajong selaku pemerhati dan penasehat asosiasi bunga nasional.

Informasi yang diperoleh, untuk float pertama yakni Kota Tomohon. Bunga Krisan menjadi  ciri khas float dari Kota Tangguh. Selanjutnya, Ukraina. Sebagai pengekspor terbesar biji-bijian di dunia, materi ini yang ditampilkan. Unites States (US). Material yang ditampilkan yakni pengejawantahan negara bagian dengan kepala indian cowboys. Queensland. Negara ini menonjolkan karang taman laut. Nepal membuat bangunan kuno di Kathmandu. Korea menonjolkan kota bunga dan pariwisata goyang. Pingkan dengan kolintang grup serta float PGE Lahendong.

TOMOHON CETAK REKOR MURI TARI MA’ZANI TERBANYAK

Selain atraksi float kendaraan hias, iven TIFF ke-9 Tahun 2019, punya kejutan lain. ‘Ritual’ tahunan memecahkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), tetap dipertahankan. Kamis (8/8) kemarin, Kota Tomohon sukses menancapkan rekor untuk kategori Tari Ma’zani Terbanyak.

Di momentum puncak 100 CoE Kemenpar RI, sekira 1350 tenaga pendidik yang meliputi guru hingga tenaga operator sekolah memperagakan Tari Ma’zani secara massal di kompleks panggung utama TIFF 2019. Sengat terik matahari, bukan menjadi penghalang bagi ribuan jajaran ‘Oemar Bakrie’ yang bernaung di Dinas Pendidikan Daerah (Dikda), untuk menyampaikan pesan persatuan, ucapan syukur dan mapalus dari Kota Tomohon untuk Indonesia.

Dijelaskan Kepala Dinas Dikda Dr Dolvin Karwur MSi, ada tiga babak yang secara singkat diperagakan. Di antaranya, pujian kepada Tuhan. Selanjutnya dalam peragaan tari tradisional ini, yakni kerja bersama atau mapalus yang sudah menjadi bagian  dari orang Tomohon. Kemudian, meminta permisi kepada khalayak yang hadir. ”Makna yang terkandung, terus bekerja bersama atau secara mapalus dan jangan lupa untuk bersyukur kepada Tuhan. Ma’zani itu mempersatukan,” tandas Karwur sembari menambahkan tarian ini sejak dulu menjadi alat komunikasi petani saat akan bekerja di kebun. “Terima kasih kepada guru dan semua pihak yang terlibat, sehingga kita berhasil memecahkan rekor MURI,” imbuhnya.

Walikota Jimmy Feidie Eman SE Ak CA memuji kegiatan pemecahan rekor MURI ini. Orang nomor satu di Kota Toleran itu mengaku, Tarian Ma’zani menjadi sumber inspirasi bagi orang Tomohon sejak lama. ”Bagaimana kita bekerja mapalus hingga tidak lupa memanjatkan syukur kepada Tuhan. Paling penting, Tarian Ma’zani menjadi alat pemersatu. Semangat itu kami bagikan kepada Bangsa Indonesia bahkan dunia,” terang Tokoh  Kerukunan di Indonesia itu.

Di sisi lain, kata dia, kegiatan ini bukan hanya seremonial belaka, namun menjadi bukti komitmen Pemkot Tomohon, untuk terus melestarikan kebudayaan, seni dan kearifan lokal yang dimiliki Kota Sejuk.

Diketahui, penghargaan diserahkan perwakilan MURI disaksikan Menteri Pariwisata Arief Yahya, belasan Duta Besar (Dubes), Forkopimda Sulut dan Kota Tomohon, Bupati dan Walikota se-Indonesia serta peserta Tari Ma’zani dan ribuan masyarakat Kota Tomohon dan Sulut.(tim ms)


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors